Berita Prabumulih

Sembilan Hari Koma Usai Jadi Korban Tabrak Lari di Sindur, Pegawai Pemkot Prabumulih Meninggal Dunia

Insiden kecelakaan maut yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah hukum Kota Prabumulih.

Tayang:
Penulis: Edison | Editor: Moch Krisna
Istimewa/Instagram Prabumulihngehits
TABRAK LARI - Mobil Pickup putih yang tertangkap CCTV rumah warga saat kabur dengan kecepatan tinggi usai menabrak korban Mesyita berserta temannya di Jalan Sindur Kecamatan Cambai kota Prabumulih. 
Ringkasan Berita:
  • Meysita, seorang pegawai Pemkot Prabumulih, meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari mobil pikap
  • Kecelakaan terjadi di Jalan Sindur saat korban sedang dalam perjalanan menuju tempat kerja
  • Pihak kepolisian dan keluarga meminta bantuan masyarakat untuk mengidentifikasi pelaku yang terekam CCTV

 

TRIBUNSUMSEL.COM,PRABUMULIH -- Insiden kecelakaan maut yang merenggut korban jiwa kembali terjadi di wilayah hukum Kota Prabumulih. 

Seorang wanita bernama Meysita, A.Md. dilaporkan meninggal dunia setelah menjadi korban tabrak lari oleh sebuah mobil pikap misterius di kawasan Jalan Sindur, Kelurahan Sindur, Kecamatan Cambai, pada Jumat (8/5/2026) lalu.

Pegawai di Pemkot Prabumulih itu sempat koma selama sembilan hari di rumah sakit. Hingga kini, pengemudi pikap masih berstatus buronan polisi. 

Peristiwa kecelakaan yang dialami ibu satu anak ini terjadi ketika dirinya bersama temannya hendak berangkat bekerja di gedung Pemerintah Kota Prabumulih pada Jumat (8/5/2026).

Saat melintas di lokasi kejadian, pikap yang melaju dari arah Jalan Lingkar Timur diduga menabrak kendaraan dari belakang sehingga kedua pegawai itu terkapar di jalan.

Mobil pikap putih yang mengetahui telah menabrak tidak menghentikan kendaraan, melainkan justru memacu kecepatan ke arah Pemkot Prabumulih. 

Kendaraan yang melakukan tabrak lari tersebut sempat terekam kamera CCTV warga melaju ke arah Pemkot dengan kecepatan tinggi. Saat kejadian, kedua korban sempat dilarikan warga ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prabumulih. 

Namun karena luka yang parah dan korban koma, akhirnya ia dirujuk ke rumah sakit di Palembang. Korban sempat koma selama 9 hari.

Namun, sebelum sempat sadar, Meysita mengembuskan napas terakhir pada Sabtu (16/5/2026) pukul 14.00 WIB. Kasus ini ramai di media sosial. Akun-akun media sosial membagikan video mobil pikap yang kabur usai melakukan penabrakan.

 "Untuk semua pihak, bagi yang mengenali dan mengetahui ciri-ciri mobil pikap dalam video ini, ataupun melihat langsung kejadian ini dan mengenali pengemudinya, silakan hubungi kepolisian terdekat atau pihak keluarga korban," tulis sejumlah akun media sosial pada Minggu (17/5/2026).

Petugas Kepolisian Satlantas Polres Prabumulih juga mengimbau kepada pengemudi, pemilik kendaraan, maupun warga yang mengetahui kejadian untuk melapor kepada pihaknya.

(*)

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved