Berita Musi Rawas

Penjelasan Pertamina Soal Mobil Tangki BBM Subsidi, Bisa 'Kencing' di Musi Rawas, Sinyal GPS Diacak

Wawan Prabawa, mengatakan adanya dugaan manipulasi sistem pelacakan mobil tangki oleh oknum sopir.

|
Penulis: Eko Hepronis | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Subdit IV Tipidter Polda Sumsel
GUDANG ILEGAL -- Anggota Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel saat memergoki sebuah truk tangki yang sedang memindahkan muatan BBM ke sebuah gudang penimbunan ilegal di Jalan Lintas Lubuklinggau-Sarolangun, Kabupaten Musi Rawas, pada Selasa (21/4/2026). Ada 12 orang pelaku yang diamankan dan dibawa ke Polda Sumsel. 

Ringkasan Berita:
  • Pertamina Patra Niaga mengungkap dugaan manipulasi GPS oleh oknum sopir terkait penggerebekan gudang BBM ilegal di Musi Rawas.
  • Teknologi pengacau sinyal diduga digunakan untuk menyimpangkan rute mobil tangki sehingga sulit terdeteksi sistem pemantauan.
  • Pertamina menyebut kasus ini jadi evaluasi serius dan membuka pengaduan publik, sementara motif pelaku masih dalam penyelidikan.

 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Pertamina Kota Lubuklinggau buka suara terkait penggerebekan gudang Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite dan solar di Kabupaten Musi Rawas oleh tim Polda Sumatera Selatan (Sumsel).

Manager Fuel Pertamina Patra Niaga Terminal Lubuklinggau, Wawan Prabawa, mengatakan adanya dugaan manipulasi sistem pelacakan mobil tangki oleh oknum sopir.

Wawan menjelaskan, pergerakan mobil tangki seharusnya menuju Kabupaten Rejang Lebong. Namun, diduga oknum sopir melakukan penyimpangan rute melalui manipulasi sistem GPS.

“GPS pada kendaraan sebenarnya berfungsi, namun terdapat kemungkinan adanya manipulasi dengan alat pengacau sinyal,” ujarnya kepada wartawan, Kamis (23/4/2026).

Wawan mengaku cukup terkejut dengan adanya dugaan penyimpangan rute mobil tangki yang mengarah pada kemungkinan penggunaan alat pengacau sinyal GPS tersebut.

Ia menyebutkan teknologi tersebut mampu memanipulasi titik koordinat kendaraan sehingga pergerakannya tidak terbaca secara akurat.

“Saat ini alat pengacau GPS itu dijual bebas. Ini bisa memindahkan koordinat dan menyulitkan pemantauan,” ungkapnya.

Menurut Wawan, pengawasan distribusi BBM sebenarnya telah berjalan sesuai prosedur. Namun, kontrol penuh tidak bisa dilakukan hingga ke luar area operasional perusahaan.

“Pengawasan tetap kami lakukan, tapi tidak bisa menyeluruh di luar. Setelah mobil tangki keluar dari terminal, itu menjadi tanggung jawab awak kendaraan dan juga tim pengawas lain di lapangan,” ujarnya.

Wawan menegaskan, kejadian ini menjadi alarm keras bagi Pertamina untuk memperketat sistem distribusi BBM subsidi yang selama ini telah berjalan.

“Kejadian ini jadi bahan evaluasi serius bagi kami agar sistem ke depan lebih rapi dan tidak mudah ditembus,” ujarnya.

Baca juga: Gudang Ilegal di Musi Rawas, Tempat Mobil Tangki BBM Subsidi Kencing Sudah 6 Bulan Beroperasi

Baca juga: Bukannya Disalurkan ke SPBU, Mobil Tangki BBM Subsidi Malah Kencing di Gudang Ilegal di Musi Rawas

Ia juga memastikan bahwa seluruh sopir mobil tangki selama ini telah melalui prosedur ketat, mulai dari pemeriksaan kesehatan hingga tes narkoba secara berkala.

Namun, motif di balik dugaan penyimpangan distribusi BBM subsidi ini masih menjadi teka-teki dan tengah dalam penyelidikan lebih lanjut.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved