Berita OKI

Jemput Bola, Disdukcapil OKI Berhasil Lakukan Perekama e-KTP 10 ODGJ di Desa Berkat

Petugas Disdukcapil OKI berhasil melakukan perekaman e-KTP terhadap 10 ODGJ dengan sistem jemput bola.

Dokumentasi/Disdukcapil OKI
PEREKAMAN EKTP -- Salah satu ODGJ yang diambil fotonyo untuk proses perekaman e-KTP oleh petugas Disdukcapil OKI. 

Ringkasan Berita:
  • Petugas Disdukcapil OKI berhasil melakukan perekaman e-KTP terhadap 10 ODGJ dengan sistem jemput bola.
  • Dibutuhkan trik khusus mengingat tingkah laku para ODGJ yang sulit ditebak.
  • Rencananya, setelah rampung memberikan pelayanan di Desa Berkat, program jemput bola serupa dilanjutkan ke Kecamatan Pedamaran.

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Ogan Komering Ilir (Disdukcapil OKI) melakukan aksi jemput bola untuk merekam kartu tanda penduduk elektronik (KTP-el) bagi warga dengan gangguan jiwa (ODGJ). 

Setelah berjibaku sejak pagi turun ke lapangan hingga sore hari, perjuangan para petugas membuahkan hasil. 

Sebanyak 10 warga berstatus ODGJ di Desa Berkat, Kecamatan Sirah Pulau Padang, akhirnya dapat melakukan perekaman KTP-el.

Dikatakan Kepala Disdukcapil OKI, Hendri, langkah ini merupakan sebuah terobosan baru dengan nama inovasi peduli terhadap ODGJ.

"Layanan ini sengaja dilakukan secara jemput bola sesuai dengan permohonan dari pihak desa," terang Hendri saat dikonfirmasi pada Senin (20/4/2026) siang.

Dalam praktiknya di lapangan, petugas dihadapkan tantangan yang tidak biasa.

Berbagai tingkah laku para ODGJ yang sulit ditebak menuntut petugas untuk memiliki tingkat kesabaran yang jauh lebih ekstra dibandingkan dengan melayani warga pada umumnya.

"Memang kalau perlakuan bagi mereka pastinya berbeda. Makanya dibutuhkan berbagai trik dan pendekatan supaya mereka mau melakukan perekaman," jelasnya.

Bahkan, dalam beberapa kasus, petugas harus meminta bantuan anggota keluarga untuk terus mendampingi dan membujuk agar para pemohon istimewa mau difoto dan direkam data biometriknya.

Hendri menegaskan, kepemilikan identitas kependudukan sangatlah penting bagi seluruh warga negara Indonesia tanpa diskriminasi.

"Merupakan wujud pemenuhan hak sipil, di mana setiap warga yang sudah menginjak usia 17 tahun ke atas wajib memiliki kartu identitas," sambungnya.

Rencananya, setelah rampung memberikan pelayanan di Desa Berkat, program jemput bola serupa dilanjutkan ke Kecamatan Pedamaran.

"Meski begitu, petugas kami telah mencatat saat ini baru ada satu pemohon di wilayah tersebut yang dijadwalkan mengikuti perekaman," bebernya.

Usaha keras nan humanis dari Disdukcapil OKI ini menuai apresiasi dari warga setempat.

Salah satu warga Desa Berkat, Raka, menyambut positif layanan jemput bola tersebut karena dinilai sangat memberikan rasa aman bagi lingkungan keluarga dan desa.

"Sangat membantu. Jadi kalau mereka (ODGJ) mendapat masalah di luar atau tersesat, bisa dilihat dari identitas KTP, jadi cepat dikenal asal-usulnya," kata Raka.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved