Berita Ogan Ilir
Tindaklanjuti Isu 80 TKA Cina, Distransnaker Ogan Ilir Bakal Minta Penjelasan PT SPF
Distransnaker Kabupaten Ogan Ilir akan meminta penjelasan PT SPF terkait isu 80 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang bekerja di perusahaan
Penulis: Agung Dwipayana | Editor: Kharisma Tri Saputra
Ringkasan Berita:
- DPRD Ogan Ilir mencurigai adanya puluhan tenaga kerja asing asal Tiongkok di PT SPF yang berpotensi menggeser peran pekerja lokal.
- Dinas Tenaga Kerja Ogan Ilir membantah isu tersebut dengan data resmi yang hanya mencatat dua TKA asal Malaysia sebagai teknisi mesin.
- Audit lapangan akan segera dilakukan untuk memastikan transparansi data dan mendorong perusahaan memprioritaskan warga lokal dalam rekrutmen pabrik baru.
TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA - Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kabupaten Ogan Ilir akan meminta penjelasan PT SPF terkait isu 80 Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Cina yang bekerja di perusahaan tersebut.
Kepala Distransnaker Kabupaten Ogan Ilir, Amrullah mengaku baru mendapat informasi terkait TKA Cina dari wartawan.
"Insya Allah bersama pihak-pihak terkait, kami akan memastikan kebenaran informasi soal TKA tersebut," ucap Amrullah kepada wartawan di Indralaya, Sabtu (11/4/2026).
Dilanjutkannya, berdasarkan data yang diterima Distransnaker Ogan Ilir, ada dua TKA yang bekerja di PT SPF.
"Itu pun TKA dari Malaysia, bukan Cina," ungkap Amrullah.
"Dan mereka bukan TKA yang menetap, melainkan hanya mengerjakan (reparasi) mesin," imbuhnya.
Dilanjutkannya, PT SPF mengonfirmasi kepada Distransnaker bahwa saat ini sedang membangun pabrik baru yang nantinya akan merekrut banyak tenaga lokal.
Sebelumnya, anggota DPRD Ogan Ilir bernama Huzaimi menyebut ada puluhan TKA Cina yang bekerja di perusahaan manufaktur di daerah tersebut.
Perusahaan yang dimaksud yakni PT Sumatera Prima Fibreboard (SPF) yang bergerak di bidang industri panel kayu.
"Di PT SPF sekarang ini ada 80 TKA dari Cina. Kami minta tolong untuk dinas terkait agar ditindaklanjuti," kata Huzaimi kepada wartawan di Indralaya, Jumat (10/4/2026).
Pernyataan anggota legislatif dari Fraksi Partai Gerindra ini juga disampaikan pada Rapat Paripurna DPRD Ogan Ilir, Kamis (9/4/2026) lalu.
Menurutnya, di saat masih banyak warga Ogan Ilir yang menganggur dan sangat membutuhkan pekerjaan, perusahaan justru lebih memilih TKA.
"Kami menekankan agar perusahaan bisa memberdayakan tenaga kerja lokal, khususnya dari Kabupaten Ogan Ilir," tegasnya.
Rencananya dalam waktu dekat, DPRD Ogan Ilir akan mendatangi PT SPF yang berlokasi di Indralaya Utara.
"Nanti kami datang dengan dinas terkait," ujarnya.
| Pemuda 25 Tahun Diringkus Polisi Setelah Lakukan Asusila Pada Keponakan Sendiri, Ngaku Khilaf |
|
|---|
| Pemkab Ogan Ilir Pastikan Seluruh PPPK Tidak Akan Dirumahkan |
|
|---|
| Warga Keluhkan Jalan Perkebunan di Ogan Ilir Rusak Parah, Mobil Terbenam di Kubangan |
|
|---|
| Modus Pura-Pura Ikut Mencari, Pencuri Motor Tetangga di Ogan Ilir Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Dua Warga Palembang Ditangkap di Simpang Sakatiga OI, Kedapatan Bawa 4.239 Gram Sabu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kepala-Distransnaker-Kabupaten-Ogan-Ilir-Amrullah-kanan-memimpin-apel-pagi.jpg)