Banjir Bandang di OKU Selatan

Banjir Bandang dan Longsor Terjang OKU Selatan, 100 Hektare Sawah Rusak dan Satu Jembatan Terdampak

Banjir bandang disertai tanah longsor merendam 100 hektare lahan persawahan di Dusun I dan Dusun IV Desa Simpang Sender Utara, OKU Selatan

Tayang:
Dokumentasi/BPBD OKU Selatan
BANJIR OKU SELATAN -- Petugas gabungan bersama warga membersihkan material lumpur dan sisa longsor pascabanjir bandang di Desa Simpang Sender Utara, OKU Selatan, Minggu (29/3/2026). Bencana tersebut menyebabkan kerusakan rumah, fasilitas umum, serta merusak sekitar 100 hektare lahan pertanian warga. 

Ringkasan Berita:
  • Banjir bandang dan longsor merusak 7 rumah warga serta berdampak pada 45 KK atau 130 jiwa.
  • Sekitar 100 hektare sawah dan 3 kolam ikan rusak, mengancam sektor pertanian warga.
  • Infrastruktur terdampak meliputi 1 jembatan beton dan 1 gorong-gorong, mengganggu akses masyarakat.

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA -- Bencana banjir bandang disertai tanah longsor yang menerjang Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah, Kabupaten OKU Selatan, setidaknya merendam 100 hektare lahan persawahan di Dusun I dan Dusun IV terdampak akibat terjangan banjir.

Jumlah tersebut berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD OKU Selatan per Minggu (29/3/2026) malam.

Selain itu, tiga petak kolam ikan milik warga di Dusun IV juga mengalami kerusakan.

Tak hanya sektor pertanian, infrastruktur dasar turut terdampak. Satu unit jembatan beton di Dusun IV dilaporkan rusak, sementara satu gorong-gorong di Dusun VI mengalami kerusakan yang berpotensi mengganggu akses dan mobilitas warga setempat.

Di sisi permukiman, sebanyak tujuh unit rumah warga mengalami rusak berat akibat terjangan material longsor dan banjir.

Sebaran kerusakan terjadi di beberapa dusun, dengan rincian Dusun VI menjadi wilayah paling terdampak karena tiga rumah tertimbun longsor, disusul Dusun VIII dua rumah, serta masing-masing satu rumah di Dusun I.

Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 45 kepala keluarga atau 130 jiwa.

Meski demikian, hanya dua kepala keluarga dengan enam jiwa yang terpaksa mengungsi, sementara sebagian besar warga memilih bertahan dan mulai membersihkan rumah masing-masing setelah air surut.

Kepala Pelaksana BPBD OKU Selatan, Indra Gunawan, menyebutkan bahwa kerusakan pada sektor pertanian dan infrastruktur menjadi perhatian utama dalam penanganan pascabencana.

“Kerusakan sawah yang mencapai sekitar 100 hektare ini tentu berdampak pada ketahanan pangan masyarakat setempat. Selain itu, rusaknya jembatan dan gorong-gorong juga akan memengaruhi akses distribusi dan aktivitas warga,” ujarnya, Senin (30/3/2026).

Ia menambahkan, saat ini kondisi di lokasi sudah mulai kondusif setelah air surut, dan masyarakat bersama tim gabungan tengah melakukan pembersihan material sisa banjir dan longsor.

“Tim di lapangan terus melakukan pendataan lanjutan serta pembersihan material longsor. Kami juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk langkah penanganan berikutnya, terutama terkait perbaikan infrastruktur dan pemulihan lahan pertanian warga,” jelasnya.

BPBD OKU Selatan bersama unsur TNI, Polri, serta dinas terkait masih bersiaga di lokasi guna memastikan proses penanganan berjalan optimal dan kebutuhan warga terdampak dapat segera terpenuhi.

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved