Berita OKU Timur

Jalan Penghubung Desa Karang Endah-Sukamulya OKU Timur Rusak Parah, Hambat Distribusi Hasil Bumi

Kerusakan jalan penghubung antardesa di Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumsel, kian memprihatinkan. 

Tayang:
Dokumentasi/Warga
JALAN RUSAK -- Kondisi jalan penghubung Desa Karang Endah dan Desa Sukamulya di Kecamatan Semendawai Suku III tampak rusak parah dengan lubang di sejumlah titik, Minggu (3/5/2026). Saat hujan turun, genangan air menutupi lubang sehingga membahayakan pengendara yang melintas. 

Ringkasan Berita:
  • Jalan sepanjang 500 meter antar Desa Karang Endah–Sukamulya rusak parah dan membahayakan saat hujan.
  • Kerusakan menghambat distribusi hasil bumi dan meningkatkan biaya angkut warga.
  • Masyarakat mendesak pemerintah melakukan perbaikan permanen dengan pengecoran jalan.

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Kerusakan jalan penghubung antardesa di Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumsel, kian memprihatinkan. 

Jalan penghubung Desa Karang Endah dan Desa Sukamulya dilaporkan rusak parah, terutama saat hujan turun sepanjang kurang lebih 500 meter yang parah kerusakannya penuh dengan lubang.

Kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar membuat akses transportasi warga terganggu.

Saat hujan, genangan air menutup lubang-lubang tersebut sehingga membahayakan pengendara yang melintas.

Jalan ini memiliki peran vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sebagai jalur utama untuk mengangkut hasil bumi dari desa menuju pasar maupun untuk keluar.

Namun, kerusakan yang terus dibiarkan membuat mobilitas warga menjadi terhambat dan berisiko.

Salah satu warga Desa Karang Endah, Suyanto, menuturkan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan signifikan.

Ia mengaku harus ekstra hati-hati setiap kali melintas, terlebih saat membawa hasil panen.

“Kalau hujan itu paling parah, lubang tidak kelihatan sama sekali. Kita kira jalan biasa, ternyata dalam, bisa langsung oleng. Sudah beberapa kali warga hampir jatuh, bahkan ada yang sampai terjatuh karena tidak bisa menghindar,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).

Ia juga menambahkan bahwa kondisi ini membuat waktu tempuh menjadi lebih lama.

“Biasanya kalau jalan bagus, angkut hasil panen itu cepat. Sekarang harus pelan-pelan, jadi makan waktu. Kadang hasil panen juga bisa rusak kalau terlalu lama di jalan,” katanya.

Ratno, warga Desa Sukamulya, mengungkapkan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat kerusakan jalan tersebut.

Menurutnya, biaya distribusi hasil bumi meningkat karena kendaraan sulit melintas.

“Ini jalan utama kami untuk bawa hasil sawah. Kalau rusak begini, biaya angkutan jadi minta lebih mahal karena risiko kendaraan rusak juga tinggi,” jelasnya.

Ia menambahkan, kondisi jalan juga membuat akses pedagang menjadi terbatas.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved