Berita OKU Timur
Jalan Penghubung Desa Karang Endah-Sukamulya OKU Timur Rusak Parah, Hambat Distribusi Hasil Bumi
Kerusakan jalan penghubung antardesa di Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumsel, kian memprihatinkan.
Penulis: Choirul Rahman | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Jalan sepanjang 500 meter antar Desa Karang Endah–Sukamulya rusak parah dan membahayakan saat hujan.
- Kerusakan menghambat distribusi hasil bumi dan meningkatkan biaya angkut warga.
- Masyarakat mendesak pemerintah melakukan perbaikan permanen dengan pengecoran jalan.
TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Kerusakan jalan penghubung antardesa di Kecamatan Semendawai Suku III, Kabupaten OKU Timur, Sumsel, kian memprihatinkan.
Jalan penghubung Desa Karang Endah dan Desa Sukamulya dilaporkan rusak parah, terutama saat hujan turun sepanjang kurang lebih 500 meter yang parah kerusakannya penuh dengan lubang.
Kondisi jalan yang dipenuhi lubang besar membuat akses transportasi warga terganggu.
Saat hujan, genangan air menutup lubang-lubang tersebut sehingga membahayakan pengendara yang melintas.
Jalan ini memiliki peran vital bagi aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sebagai jalur utama untuk mengangkut hasil bumi dari desa menuju pasar maupun untuk keluar.
Namun, kerusakan yang terus dibiarkan membuat mobilitas warga menjadi terhambat dan berisiko.
Salah satu warga Desa Karang Endah, Suyanto, menuturkan bahwa kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama tanpa perbaikan signifikan.
Ia mengaku harus ekstra hati-hati setiap kali melintas, terlebih saat membawa hasil panen.
“Kalau hujan itu paling parah, lubang tidak kelihatan sama sekali. Kita kira jalan biasa, ternyata dalam, bisa langsung oleng. Sudah beberapa kali warga hampir jatuh, bahkan ada yang sampai terjatuh karena tidak bisa menghindar,” ujarnya, Minggu (3/5/2026).
Ia juga menambahkan bahwa kondisi ini membuat waktu tempuh menjadi lebih lama.
“Biasanya kalau jalan bagus, angkut hasil panen itu cepat. Sekarang harus pelan-pelan, jadi makan waktu. Kadang hasil panen juga bisa rusak kalau terlalu lama di jalan,” katanya.
Ratno, warga Desa Sukamulya, mengungkapkan dampak ekonomi yang dirasakan masyarakat akibat kerusakan jalan tersebut.
Menurutnya, biaya distribusi hasil bumi meningkat karena kendaraan sulit melintas.
“Ini jalan utama kami untuk bawa hasil sawah. Kalau rusak begini, biaya angkutan jadi minta lebih mahal karena risiko kendaraan rusak juga tinggi,” jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi jalan juga membuat akses pedagang menjadi terbatas.
| Berenang di Tanggul Irigasi Usai Main Bola, Remaja di OKU Timur Meninggal Tenggelam, Warga Panik |
|
|---|
| Polres OKU Selatan Tangkap Dua Pelaku Pencurian Kabel Jaringan Senilai Rp12,6Juta Usai 2 Jam Beraksi |
|
|---|
| Harga Singkong Anjlok di Bawah Rp 1.000/ Kilo, Petani di OKU Timur Beralih Tanam Cabai Rawit |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca Kabupaten OKU Timur 24 Mei 2026, Hujan Ringan Dominasi Sebagian Besar Wilayah |
|
|---|
| Sembunyi di Bawah Tumpukan Pakaian, Pelaku Bobol Rumah di Terukis Rahayu OKU Timur Ditangkap Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Jalan-Rusak-500-Meter-Hambat-Distribusi-Hasil-Bumi-Warga-Semendawai-Suku-III-Desak-Perbaikan.jpg)