Banjir Bandang di OKU Selatan

Banjir-Longsor Terjang OKU Selatan, Bupati Instruksikan Bangun Dapur Darurat dan Percepat Bantuan

Bupati OKU Selatan, Abusama, turun langsung ke lokasi banjir dan tanah longsor yang merendam Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT)

Dokumentasi/Pemkab OKU Selatan
BANJIR OKU SELATAN -- Bupati OKU Selatan, Abusama saat mendatangi lokasi banjir bandang dan tanah longsor di usun Manduriang dan Sahub, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT). Bupati menginstruksikan bantuan segera. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati OKU Selatan, Abusama turun langsung ke lokasi banjir dan tanah longsor di Dusun Manduriang dan Sahub, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT).
  • Bupati memastikan penanganan bencana maksimal salah satunya menginstruksikan Dinas Sosial untuk segera mendirikan dapur umum guna menjamin ketersediaan makanan bagi para korban.
  • Diketahui, banjir merendam setidaknya 100 hektare lahan persawahan serta sektor pertanian, infrastruktur dasar turut terdampak.

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA -- Bupati OKU Selatan, Abusama, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) turun langsung ke lokasi terdampak banjir dan tanah longsor yang melanda Dusun Manduriang dan Sahub, Desa Simpang Sender Utara, Kecamatan Buay Pematang Ribu Ranau Tengah (BPRRT).

Mereka bergerak memastikan penanganan bencana berjalan optimal bagi masyarakat. 

Dalam peninjauan tersebut, Bupati didampingi Kapolres OKU Selatan, AKBP I Made Redi Hartana, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, di antaranya Dinas Sosial, Dinas PUPR, Dinas Kesehatan, Dinas Perkimtan, BPBD, Camat BPRRT, hingga pemerintah desa setempat.

Di lokasi bencana, Bupati dan rombongan meninjau langsung kondisi wilayah terdampak yang mengalami kerusakan akibat banjir dan longsor.

Selain itu, bantuan juga diserahkan kepada warga sebagai bentuk respons cepat pemerintah terhadap kebutuhan mendesak masyarakat.

Bupati Abusama menegaskan bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat merupakan bentuk tanggung jawab dalam memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak.

“Kami tidak ingin penanganan ini berjalan lambat. Pemerintah harus hadir secepat mungkin, memastikan masyarakat aman, kebutuhan dasar terpenuhi, dan proses pemulihan segera dilakukan,” tegasnya, Minggu (29/3/2026).

Baca juga: Banjir Bandang dan Longsor Terjang OKU Selatan, 100 Hektare Sawah Rusak dan Satu Jembatan Terdampak

Ia juga menginstruksikan Dinas Sosial untuk segera mendirikan dapur umum guna menjamin ketersediaan makanan bagi para korban.

Seluruh OPD diminta bekerja secara terpadu dan tidak berjalan sendiri-sendiri dalam penanganan bencana.

“Sinergi menjadi kunci. Semua OPD harus bergerak bersama, saling berkoordinasi dengan BPBD dan pihak terkait agar penanganan di lapangan tidak terhambat,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Bupati turut menyoroti pentingnya akses komunikasi di lokasi terdampak.

Ia meminta Dinas Komunikasi dan Informatika segera menghadirkan jaringan komunikasi guna mendukung koordinasi tim di lapangan.

“Komunikasi adalah hal vital dalam situasi darurat. Kami minta jaringan segera dipulihkan atau disediakan agar informasi dari lapangan bisa cepat diterima dan ditindaklanjuti,” ujarnya.

Menurutnya, langkah cepat dan terkoordinasi menjadi kunci dalam meminimalisir dampak bencana serta mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.

Kehadiran Bupati bersama Forkopimda ini tidak hanya memastikan penanganan berjalan maksimal, tetapi juga memberikan dukungan moril bagi warga yang terdampak bencana agar tetap kuat menghadapi situasi sulit.

100 Hektare Sawah Terdampak

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved