Idul Fitri

Imbauan Pemkab OKI Soal Momen Langka Saat Hari Nyepi dan Idul Fitri 2026 Waktunya Berdekatan

Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bakal hadapi momen istimewa pertengahan Maret 2026 mendatang.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Pemkab OKI
IMBAUAN - Bupati Ogan Komering Ilir, H Muchendi Mahzareki mengeluarkan imbauan khusus agar seluruh umat beragama Hindu dan Islam yang merayakan hari besar di Bumi Bende Seguguk tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan. 

Ringkasan Berita:
  • Bupati Muchendi Mahzareki mengimbau masyarakat Ogan Komering Ilir menjaga kerukunan jelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 1447 Hijriah yang berdekatan.
  • Pemkab OKI bersama Forkopimda telah melakukan koordinasi dan sosialisasi hingga tingkat desa untuk menjaga keamanan dan toleransi.
  • Meski mayoritas Muslim, keberagaman dengan adanya umat Hindu di beberapa wilayah diharapkan tetap terjaga agar semua bisa beribadah dengan aman dan damai.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bakal hadapi momen istimewa pertengahan Maret 2026 mendatang.

Dua hari besar keagamaan yaitu hari raya nyepi 2026 dan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jatuh dalam waktu hampir bersamaan dengan selisih hanya 1 hari.

Menyikapi hal tersebut Bupati OKI, H Muchendi Mahzareki mengeluarkan imbauan khusus agar seluruh umat beragama di Bumi Bende Seguguk tetap menjaga kerukunan dan keharmonisan.

"Sehubungan dengan perayaan hari raya Idul Fitri dan hari raya Nyepi bersamaan di tahun ini, saya sangat berharap agar kita semua dapat bersama-sama saling jaga kerukunan antar umat beragama," ujar Muchendi diwawancara di pendopo rumah dinas Bupati OKI pada Rabu (18/3/2026) siang.

Muchendi menjelaskan pihaknya telah melakukan antisipasi guna memastikan kedua perayaan besar berjalan aman dan damai, melalui rapat koordinasi dengan unsur forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda).

"Kemarin kita sudah rapat koordinasi dengan Forkopimda terkait Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri tahun ini yang harinya sangat berdekatan, bahkan selisihnya hanya satu hari," jelasnya.

Baca juga: Jadwal Pelaksanaan Tradisi Midang Bebuke yang Bakal Digelar di Kayuagung OKI

Baca juga: Berkah Jelang Lebaran, Produsen Kerupuk Kemplang di OKI Kebanjiran Orderan, 20 Karyawan Dikerahkan

Selain itu, Pemkab OKI bergerak masif hingga tingkat bawah. Melalui perangkat kecamatan, desa hingga media sosial dengan menyerukan untuk saling menghormati terus digaungkan.

Meski Islam menjadi agama mayoritas di OKI, keberadaan komunitas Hindu di beberapa daerah menjadi bukti nyata keberagaman di kabupaten tersebut.

"Kita ketahui di OKI ini banyak saudara kita umat Hindu, terutama di wilayah Lempuing, Lempuing Jaya, Mesuji dan beberapa daerah lainnya. Meskipun tidak banyak secara persentase dibanding Muslim, namun toleransi harga mati," tegas Muchendi.

Ia berharap, dengan adanya sikap saling menghormati dan menghargai, masing-masing umat dapat menjalankan ibadahnya dengan khusyuk.

"Tujuannya satu, agar semua masyarakat OKI bisa merayakan hari besarnya masing-masing dengan perasaan aman, damai, dan tanpa hambatan," tutupnya.

 

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved