Idul Fitri
Jadwal Pelaksanaan Tradisi Midang Bebuke yang Bakal Digelar di Kayuagung OKI
Tak hanya itu, perlombaan cang incang dan lomba lagu daerah turut meriahkan midang bebuke pada tahun 2026 ini.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Tradisi midang bebuke khas Kayuagung, OKI, akan digelar pada hari ke-3 dan ke-4 Idul Fitri 1447 H dengan berbagai lomba seperti cang incang dan lagu daerah.
- Kegiatan ini merupakan arak-arakan bujang gadis memakai busana adat sebagai simbol budaya, kebersamaan, dan identitas masyarakat setempat.
- Pemkab OKI berharap tradisi turun-temurun ini tetap lestari sekaligus mempererat silaturahmi masyarakat saat momen lebaran.
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Dalam rangka memeriahkan hari raya Idul Fitri 1447 Hijriah, tradisi tahunan khas bagi masyarakat Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumsel, yakni midang bebuke dijadwalkan akan digelar pada hari ke 3 dan ke 4 lebaran.
Tak hanya itu, perlombaan cang incang dan lomba lagu daerah turut meriahkan midang bebuke pada tahun 2026 ini.
Bupati OKI, Muchendi Mahzareki mengatakan, tradisi midang bebuke adalah salah satu warisan budaya penting masyarakat Kayuagung yang harus terus dilestarikan.
Menurutnya tradisi ini bukan hanya menjadi hiburan masyarakat setelah merayakan Idul Fitri, tetapi juga simbol identitas budaya yang telah diwariskan turun-temurun sejak ratusan tahun lalu.
"Tradisi midang bebuke ini sudah berlangsung sejak abad ke-17 silam dan menjadi kebanggaan bagi seluruh masyarakat di Kayuagung,"
"Kami sebagai pemerintah daerah tentu sangat mendukung agar tradisi ini tetap hidup dan terus dikenal oleh generasi muda," ujar Muchendi saat dikonfirmasi pada Selasa (17/3/2026) siang.
Dijelaskan dia, midang merupakan tradisi arak-arakan bujang dan gadis dari 11 kelurahan yang terdapat di wilayah Kayuagung dengan memakai busana adat pengantin.
Para peserta nantinya akan diarak untuk mengelilingi kota sebagai simbol keindahan, kehormatan adat dan kebersamaan masyarakat.
"Selain mempertahankan nilai budaya, kegiatan ini dapat menjadi momentum penting untuk mempererat tali silaturahmi masyarakat yang biasanya pulang kampung saat lebaran," katanya.
Muchendi menambahkan, terkait sejumlah perlombaan tradisional dalam pelaksanaan midang bebuke merupakan upaya pemerintah dalam menghidupkan kembali permainan dan kesenian tradisional yang mulai jarang dimainkan.
"Kita ingin generasi muda mengenal permainan tradisional seperti cang incang serta lagu-lagu daerah kita. Ini bagian dari upaya pelestarian budaya lokal agar tidak hilang ditelan zaman," paparnya.
Selain itu. Bupati menyebut pemerintah daerah mengajak seluruh masyarakat bersama-sama meramaikan kegiatan dan sekaligus menjaga kelestarian tradisi menjadi kebanggaan Kabupaten OKI.
"Midang bebuke adalah warisan budaya yang harus kita jaga bersama. Melalui kegiatan ini kita ingin menunjukkan bahwa budaya Kayuagung tetap hidup, berkembang, dan menjadi identitas masyarakat OKI," tutup Muchendi.
Baca juga: Songket Bidak Cukit Khas OKI Sumsel Buat Menko AHY Terpikat, Produk Lokal Siap Bersaing di Nasional
Baca juga: Mengenal Sagarurung, Makanan Khas PALI Jadi Potensi Unggulan Desa Tanjung Kurung
Berikut jadwal pelaksanaan midang bebuke berdasarkan dengan daftar kelurahan yang telah ditetapkan.
| Selama Periode Lebaran 11-30 Maret 2026, 321.751 Kendaraan Melintasi Tol Kayuagung-Palembang |
|
|---|
| Selama Momen Lebaran Idul Fitri 2026, Bandara SMB II Palembang Layani 193 Ribu Penumpang |
|
|---|
| 5 Contoh Teks Doa Acara Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri 2026 yang Berkesan dan Penuh Doa |
|
|---|
| 2 Contoh Kata Sambutan Tuan Rumah Acara Halal Bihalal 2026 dalam Bahasa Sunda, Mengandung Makna |
|
|---|
| KUMPULAN Tema Acara Halal Bihalal 2026 yang Berkesan dan Penuh Makna Sebagai Referensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Jadwal-Pelaksanaan-Tradisi-Midang-Bebuke-yang-Bakal-Digelar-di-Kayuagung-OKI.jpg)