Berita OKI

Warga OKI Ramai-ramai Jual Koleksi Perhiasan Kuno Saat Harga Perak Melejit, ada Dari Zaman Belanda

Toko milik Mulia Lestarina mendadak menjadi pusat perhatian setelah diserbu oleh ratusan warga setiap harinya yang ingin menjual berbagai koleksi.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
JUAL PERAK - Toko perak dan perhiasan milik Mulia Lestarina di Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir mendadak menjadi pusat perhatian setelah diserbu ratusan warga setiap harinya yang ingin menjual berbagai koleksi barang koleksinya. 

"Sedangkan untuk bahan kuningan kalau yang bagus dan unik saya membelinya perbuah Rp 200.000. bagi kurang bagus dibeli kiloan mulai dari Rp 90.000 - 100.000, tergantung dari kondisi barangnya," jelasnya.

Baca juga: Harga Perak di Ogan Ilir Rp 65 Ribu Pergram, Dianggap Sebagai Alternatif Pengganti Emas

Baca juga: Perak Lapis Emas Jadi Alternatif Warga Lubuklinggau Mempercantik Diri, Harganya Rp 800 Ribu Persuku

Disebutkan Mulia, rata-rata barang yang akan dijual warga merupakan peninggalan atau warisan dari orang tua dan sanak saudaranya.

"Mereka yang datang biasanya membawa barang warisan orang tua atau neneknya jaman dahulu. Mereka sengaja mencari didalam rumah dan ada yang ketemu emas, perak dan segala macam yang bisa dijual,"

"Mereka yang datang kadang tidak hanya ingin menjual saja, kadang ada yang cuma pengen melihat barang asli atau hanya imitasi. Itu tergantung dengan nasib mereka kalau benar ya pulang bawa uang," paparnya.

Hebohnya warga yang berbondong-bondong datang untuk menjual perhiasan dan barang unik terjadi sejak bulan Februari 2026.

"Sejak bulan lalu setiap harinya ada ratusan orang silih berganti datang meminta mengecek. Puncaknya semakin ramai saat memasuki bulan puasa ditambah lagi akan mendekati lebaran ini," sebutnya, penjual datang dari luar daerah seperti Indralaya dan Palembang.

"Kalau dapat perak dan perhiasan emas yang sudah patah atau rusak akan kita lebur sendiri. Tetapi untuk bahan kuningan akan kita jual lagi," cetusnya.

Ditempat yang sama salah seorang penjual asal Desa Pedamaran 1, Novi mengatakan sengaja datang mengadu nasib mengecek keaslian perhiasan hasil warisan neneknya.

"Dapat perhiasannya pas lagi bersih-bersih lemari kebetulan mau lebaran, ketemu anting-anting, kalung, gelang dan lainnya,"

"Karena memang nenek saya dulu tukang rias pengantin, makanya banyak perhiasan yang disimpan," ujarnya, ikuti tren menjual perhiasan yang tengah viral di Pedamaran.

Dikatakan kembali, dari puluhan jenis perhiasan yang dibawa hanya gelang perak yang laku terjual.

"Cuma gelang yang mengandung perak laku terjual dengan harga Rp 240.000. Alhamdulillah bisa untuk membeli makanan berbuka puasa," terangnya dengan penuh syukur.
 
Hal senada disampaikan Helen yang sengaja datang untuk menjual perhiasan dan alat memasak yang terbuat dari bahan kuningan.

"Barang yang saya bawa simpanan dari bapak, kami keluarga sengaja beres-beres rumah untuk mencari cincin, gelang, keris ukuran kecil,"

"Tadi yang laku terjual bekas wadah cetakan makanan berbahan kuningan seharga Rp 45.000. Lumayan uangnya untuk beli makanan," ucap Helen.

Selain Helen, banyak masyarakat lainnya yang sengaja mencari barang berharga peninggalan didalam rumah untuk dijual kembali

"Banyak tetangga saya juga yang sengaja mencari barang-barang unik dan langka. Siapa tahu bisa laku terjual dan menghasilkan uang. Karena sekarang memang lagi viral," pungkasnya.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved