Berita OKI

Warga OKI Ramai-ramai Jual Koleksi Perhiasan Kuno Saat Harga Perak Melejit, ada Dari Zaman Belanda

Toko milik Mulia Lestarina mendadak menjadi pusat perhatian setelah diserbu oleh ratusan warga setiap harinya yang ingin menjual berbagai koleksi.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
JUAL PERAK - Toko perak dan perhiasan milik Mulia Lestarina di Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir mendadak menjadi pusat perhatian setelah diserbu ratusan warga setiap harinya yang ingin menjual berbagai koleksi barang koleksinya. 

Ringkasan Berita:
  • Warga Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, ramai-ramai menjual barang antik berbahan perak, kuningan, dan emas ke toko milik Mulia Lestarina di Desa Menang Raya karena harga perak sedang naik.
  • Ratusan orang setiap hari membawa koin kuno, perhiasan lama, hingga peralatan rumah tangga peninggalan zaman Jepang dan Belanda untuk diperiksa dan dijual.
  • Fenomena yang viral sejak Februari 2026 ini dimanfaatkan warga untuk menambah uang jelang Ramadan dan Lebaran.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Harta karun tersembunyi dari dalam lemari tua dan dalam rumah masyarakat Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir mulai bermunculan.

Sebuah toko perak dan perhiasan di Desa Menang Raya mendadak diserbu, masyarakat yang datang berbondong-bondong membawa koleksi barang antik dan unik, mulai dari kerajinan perak ukir, kuningan lawas, logam, koin kuno hingga perhiasan emas bernilai seni tinggi.

Toko milik Mulia Lestarina mendadak menjadi pusat perhatian setelah diserbu oleh ratusan warga setiap harinya yang ingin menjual berbagai barang koleksinya.

Mulia mengungkapkan dalam beberapa waktu terakhir, jumlah warga yang mendatangi tokonya untuk menawarkan barang antik meningkat drastis. Fenomena ini membuat tokonya kini dipenuhi dengan beragam benda eksotis.

"Ya memang saya membeli perak, karena harganya sedang naik, jadi semua bahan yang mengandung kadar perak akan kita terima,"

"Macam-macam bentuknya, ada yang terbuat dari perak, kuningan, hingga emas," ujar Mulia saat ditemui di tokonya pada Selasa (3/3/2026) pagi.

Barang-barang diterima Mulia meliputi berbagai jenis peralatan rumah tangga, aksesori pakaian, koin, hingga pajangan sudah berusia puluhan tahun namun tetap terjaga keaslian materialnya.

"Banyak macam yang saya terima, rata-rata peninggalan para penjajah jaman Jepang atau Belanda seperti koin, tusuk konde, garpu, piring dan perhiasan lainnya. Makanya sekarang sangat dicari untuk dibeli," 

"Banyaknya penjual datang menunjukkan barang-barang antik mengandung perak selama ini tersimpan di lemari atau gudang rumah warga ternyata memiliki nilai ekonomi bagi mereka," ungkapnya.

Menurut Mulia, setiap barang yang datang dibawa warga lalu diperiksa dengan teliti untuk menentukan kadar logam dan nilai harga jualnya.

Barang perak biasanya berupa alat makan atau wadah tradisional, garpu, koin jaman peninggalan.

Kemudian kuningan umumnya berupa pajangan atau peralatan adat dan perlengkapan dapur seperti wadah nasi, alat memasak.

Sedangkan emas perhiasan model lama dengan detail ukiran manual yang sulit ditemukan saat ini.

"Kalau saya menerima barang yang mengandung perak mulai dari Rp 75.000 hingga 80.000 per gram. Tergantung motif dan jumlah kadar,"

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved