Guru di OKU Timur Dilaporkan ke Polisi

Guru SD di OKU Timur Dipolisikan Gegara Tegur Murid Sering Absen, HMI Dorong Penanganan Objektif

HMI OKU Timur meminta polisi objektif dalam penanganan guru SD Negeri 2 Gunung Batu yang dilaporkan ke polisi karena menegur murid sering absen.

Dokumentasi/HMI Cabang OKU Timur
GURU DIPOLISIKAN -- Foto penyampaian aspirasi oleh anggota HMI ke Bupati OKU Timur beberapa waktu lalu. HMI mendorong proses hukum dilakukan secara objektif dan proporsional demi menjaga iklim pendidikan tetap kondusif terkait guru SD di OKU Timur yang dilaporkan ke polisi karena menegur murid sering absen. 

Ringkasan Berita:
  • Guru SD Negeri 2 Gunung Batu dilaporkan ke Polda Sumatera Selatan atas dugaan tekanan mental, kasus kini ditangani Polres OKU Timur.
  • Polisi menyatakan masih tahap penyelidikan dan belum ditemukan indikasi kekerasan fisik maupun psikis.
  • HMI OKU Timur meminta penanganan objektif, adil, dan tidak merugikan dunia pendidikan.

TRIBUNSUMSEL.COM, MARTAPURA -- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang OKU Timur angkat suara terkait laporan terhadap seorang guru wali kelas IV di SD Negeri 2 Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, Kabupaten OKU Timur. 

Organisasi mahasiswa itu meminta aparat penegak hukum menangani perkara secara objektif dan proporsional agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap dunia pendidikan.

Guru bernama Fatma dilaporkan oleh wali murid ke Polda Sumatera Selatan atas dugaan melarang siswa bersekolah dan menyebabkan tekanan mental. 

Laporan tersebut kini telah dilimpahkan ke Polres OKU Timur dan sedang dalam tahap penyelidikan oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Ketua Umum HMI Cabang OKU Timur, Nur Fitria Ningsih, menegaskan pentingnya menjaga suasana pendidikan tetap kondusif di tengah polemik yang berkembang.

Menurutnya, kasus ini perlu dilihat secara menyeluruh dan tidak parsial. Ia mengingatkan bahwa guru memiliki mandat moral dan tanggung jawab profesional untuk membina serta mendisiplinkan siswa sesuai tata tertib sekolah.

“Kami berharap penyelesaian dilakukan secara adil, transparan, dan tidak terburu-buru dalam menarik kesimpulan. Guru yang menjalankan tugas berdasarkan aturan juga berhak mendapatkan perlindungan hukum,” ujarnya, Sabtu (14/2/2026).

Senada, Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Kepemudaan HMI Cabang OKU Timur, Rizal Mashuri, menilai bahwa upaya pembinaan yang dilakukan guru jangan sampai disalahartikan sebagai tindakan pelanggaran.

Baca juga: Alasan Wali Murid Laporkan Guru SD di OKU Timur ke Polisi, Mental Anak Rusak Ditegur Soal Absensi

PENDAMPINGAN -- Pengurus PGRI Kabupaten OKU Timur mendatangi SD Negeri 2 Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, memberikan pendampingan kepada guru yang dilaporkan orang tua siswa ke pihak kepolisian, Kamis (12/2/2026). Kasus tersebut kini masih dalam tahap penyelidikan oleh Unit PPA Polres OKU Timur.
PENDAMPINGAN -- Pengurus PGRI Kabupaten OKU Timur mendatangi SD Negeri 2 Gunung Batu, Kecamatan Cempaka, memberikan pendampingan kepada guru yang dilaporkan orang tua siswa ke pihak kepolisian, Kamis (12/2/2026). Kasus tersebut kini masih dalam tahap penyelidikan oleh Unit PPA Polres OKU Timur. (Dokumen/PGRI OKU Timur)

Ia menekankan bahwa disiplin sekolah merupakan bagian penting dalam proses pendidikan.

Jika setiap bentuk teguran dipersepsikan sebagai pelanggaran, kata dia, hal itu berpotensi melemahkan otoritas guru dalam mendidik.

“Semua pihak perlu menahan diri dan mengedepankan musyawarah. Dunia pendidikan tidak boleh menjadi ruang konflik yang berkepanjangan. Jangan sampai guru merasa takut menjalankan tugasnya karena khawatir dilaporkan,” tegas Rizal.

HMI juga mengimbau masyarakat agar tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada aparat yang berwenang.

Berawal Absensi

Berdasarkan informasi yang dihimpun, laporan bermula dari teguran guru terhadap siswa berinisial R yang tercatat beberapa kali tidak masuk sekolah tanpa keterangan jelas.

Sekretaris PGRI Kabupaten OKU Timur, Sri Hartini, menjelaskan bahwa berdasarkan buku absensi, siswa tersebut memang beberapa kali tidak hadir.

Pihak sekolah kemudian meminta klarifikasi kepada orang tua sebagai bagian dari pembinaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved