Berita OKI

Sepanjang 2025, Ada 70 Warga OKI Berangkat Magang ke Jepang, Tergiur Tawaran Gaji Tinggi

Destinasi favorit para pencari kerja asal OKI meliputi kawasan industri di kawasan Tangerang (Banten), Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

Tayang:
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Tribunsumsel.com/Winando Davinchi
MAGANG - Sepanjang 2025, Ada 70 Warga OKI Berangkat Magang ke Jepang, Tergiur Tawaran Gaji Tinggi 

Ringkasan Berita:
  • Ratusan warga OKI memilih bekerja ke luar daerah dan luar negeri karena tergiur gaji tinggi, dengan 350 orang tercatat berangkat ke mancanegara sepanjang 2025.
  • Program magang ke Jepang menjadi yang paling diminati, dengan 70 peserta diberangkatkan tahun lalu dan seleksi kembali dibuka Oktober mendatang.
  • Disnakertrans OKI mengimbau pencari kerja yang telah diterima bekerja agar melapor guna memperbarui data ketenagakerjaan secara akurat.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Tergiur tawaran gaji tinggi, ratusan masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan memilih mengadu nasib ke luar negeri ketimbang bekerja di tanah kelahiran. 

Fenomena ini tercermin dari data Dinas ketenagakerjaan dan transmigrasi (Disnakertrans OKI) yang menunjukkan pembuatan kartu pencari kerja kini lebih banyak digunakan sebagai tiket menuju pasar kerja internasional dan program magang ke negara Jepang.

Kabid Penempatan dan Perluasan Tenaga Kerja Disnakertrans OKI, Fredy Harry pembuatan kartu pencari kerja atau kartu kuning (AK-1) permintaan saat ini tak terjadi setiap hari

"Rata-rata satu bulan atau sekitar 20 hari kerja, ada sekitar 15 orang yang mengurus kartu pencari kerja,"

"Hal ini dikarenakan sebagian besar perusahaan di wilayah OKI sudah tidak lagi jadikan kartu ini sebagai persyaratan utama rekrutmen," jelas Fredy sewaktu diwawancarai, Kamis (12/2/2026) sore.

Baca juga: Ratusan Siswa SMA IT Al-Furqon Palembang Magang di SMK PP Kementan, Tingkatkan Skill

Baca juga: Rekomendasi Universitas Swasta Terbaik di Kota Palembang, Nomor 1 Ada Program Magang!

Menurutnya, mayoritas warga yang mengurus kartu kuning ini justru memilih bekerja di luar Sumatera.

Destinasi favorit para pencari kerja asal OKI meliputi kawasan industri di kawasan Tangerang (Banten), Jawa Tengah hingga Jawa Timur.

"Tak hanya di dalam negeri, arus tenaga kerja asal OKI ke luar negeri menunjukkan angka signifikan. Faktor besaran gaji tinggi di luar negeri jadi daya tarik utama banyak mencoba peluang disana," ujarnya.

"Berdasarkan data 2025, tercatat sekitar 350 warga OKI berangkat bekerja ke mancanegara lewat jalur mandiri atau program resmi pemerintah (Government to Government)," sambungnya.

Diuraikan salah satu program paling diminati pemagangan ke Jepang. Pada tahun 2025 lalu, OKI berhasil memberangkatkan 70 peserta magang ke negeri Sakura tersebut.

Bagi masyarakat yang berminat, Fredy membocorkan seleksi rencana kembali digelar Oktober mendatang. Namun, diingatkan calon peserta persiapkan fisik dan mental sejak dini.

"Proses seleksi magang ke Jepang ini cukup panjang dan ketat. Bisa memakan waktu hampir satu tahun mulai dari pendaftaran, pelatihan hingga benar-benar diberangkatkan," tegas Fredy.

Di akhir keterangannya, Disnakertrans meminta bagi para pencari kerja lebih proaktif. Masyarakat yang sudah diterima bekerja, baik di luar daerah maupun di luar negeri, diharapkan melapor kembali ke dinas terkait.

"Pelaporan ini sangat penting. Kami butuh memperbarui data supaya pemerintah bisa memetakan terkait kondisi ketenagakerjaan masyarakat OKI dengan akurat,"

"Dengan data yang valid, program-program pemberdayaan tenaga kerja ke depan bisa lebih tepat sasaran," tutupnya.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsapp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved