Berita Musi Rawas
Kondisi Jembatan Darurat Simpang Temelat Memprihatinkan, Pengendara Antre Hingga Berjam-jam
Bahkan, hampir setiap terjadi kemacetan dan antrian panjang kendaraan. Hal itu berdampak pada aktivitas masyarakat yang terganggu dan terhambat.
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Sri Hidayatun
Ringkasan Berita:
- Kondisi jembatan darurat Simpang Temelat di Desa Ciptodadi Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas cukup memprihatinkan.
- Jembatan darurat tersebut, hanya bisa dilalui oleh 1 kendaraan roda empat, sehingga harus bergantian.
- Kondisi itu, dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat dan juga para sopir, karena aktivitasnya terhambat
TRIBUNSUMSEL.COM,MUSIRAWAS- Kondisi jembatan darurat Simpang Temelat di Desa Ciptodadi Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Musi Rawas cukup memprihatinkan.
Bahkan, hampir setiap terjadi kemacetan dan antrian panjang kendaraan. Hal itu berdampak pada aktivitas masyarakat yang terganggu dan terhambat.
Pantauan wartawan Sripoku.com pada Kamis (5/2/2026). Jembatan darurat tersebut, hanya bisa dilalui oleh 1 kendaraan roda empat, sehingga harus bergantian.
Dengan sistem buka tutup tersebut, terjadilah antrian panjang kendaraan roda empat baik pribadi maupun truk. Bahkan, mereka harus menunggu hingga berjam-jam untuk bisa melewati jembatan darurat tersebut.
Kondisi itu, dikeluhkan oleh sejumlah masyarakat dan juga para sopir, karena aktivitasnya terhambat.
Tak sedikit juga kendaraan yang terjebak ditengah jembatan, karena alas jembatan yang masih menggunakan kayu, udah berantakan dan tak tersusun dengan rapi.
Mereka juga berharap, agar pembangunan jembatan permanen Simpang Temelat yang saat ini dikerjakan dapat segera rampung, sehingga aktivitas masyarakat kembali lancar.
Disampaikan, Riki salah seorang warga setempat yang berprofesi sebagai pengepul karet mengaku, pembangunan jembatan permanen sudah berlangsung lebih dari 2 bulan terakhir dan hingga saat ini belum selesai.
Sejak adanya pembangunan itu, untuk sementara jembatan darurat di berlakukan. Tujuannya agar arus lalulintas tidak lumpuh dan tepat berjalan.
Hanya saja, saat ini kondisi jembatan darurat tersebut sudah rusak. Bahkan, hampir setiap hari ada kendaraan yang terjebak. Hingga akhirnya terjadi kemacetan panjang.
"Selain itu, jembatan ini juga hanya bisa dilalui oleh 1 mobil, jadi dari arah berlawanan harus bergantian. Kadang nunggunya sampai 2 jam," katanya saat dibincangi Sripoku.com, Kamis (5/2/2026).
Dengan kondisi itu, tentu aktivitas sebagai pengepul karet sangat terganggu. Untuk itu, dia berharap agar pembangunan jembatan di kebut agar aktivitas masyarakat kembali normal dan lancar.
Baca juga: Beraksi Pakai Senjata Api, Pelaku Begal Sadis Asal Jambi Ditangkap Polres Musi Rawas
"Tempat saya padahal hanya di seberang jembatan ini, tapi karena jembatannya harus bergantian yang lewat, jadi harus nunggu berjam-jam, beruntung kalau tidak ada kendaraan yang terjebak," ucapnya.
Sama halnya disampaikan oleh Wahyu salah seorang sopir asal Kota Lubuklinggau. Dia mengaku hampir setiap hari menuju ke Kota Palembang untuk mengantar barang.
"Tiap hari ke Palembangan untuk mengantar barang," katanya.
| Polres Muratara Tangkap Pengedar Narkoba yang Resahkan Warga, Sita 5 Paket Sabu di Dalam Dompet |
|
|---|
| Jalan Penghubung Sembatu Jaya–Pelawe Rusak Parah, Warga Akui Kesulitan Beraktivitas |
|
|---|
| Polres Muratara Tangkap Wanita di Desa Remban Karena Edarkan Narkoba, 13 Paket Sabu Disita |
|
|---|
| Mobil Dinas TVRI Alami Kecelakaan Tunggal di Jalur Musi Rawas- Pali, Semua Penumpang Selamat |
|
|---|
| Mengenal Tradisi Lebaran Ketupat di Musi Rawas, Warisan Budaya dari Suku Jawa |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Kondisi-jembatan-darurat-Simpang-Temelat-di-Desa-Ciptodadi-cukup-memprihatikan.jpg)