Berita OKI

Sejumlah Wilayah di OKI Masih Blank Spot, Pemkab Kejar Target Merdeka Sinyal Hingga ke Pelosok

Demi tak ada lagi warga yang harus kesulitan mencari sinyal demi urusan sekolah maupun ekonomi.

Tayang:
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Pemkab OKI
JARINGAN INTERNET - Pemkab Kabupaten Ogan Komering Ilir bersama Telkomsel memetakan titik-titik prioritas pembangunan jaringan internet di tahun 2026, sebuah langkah besar memastikan transformasi digital sentuh seluruh lapisan masyarakat. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkab OKI bersama Telkomsel memetakan titik prioritas pembangunan jaringan internet 2026 untuk mengatasi wilayah blankspot hingga pelosok desa.
  • Sepanjang 2025, lima desa berhasil keluar dari blankspot lewat skema gotong royong antara pemdes, pemkab, dan Telkomsel.
  • Upaya ini diharapkan mempercepat pemerataan konektivitas digital guna mendukung pendidikan, layanan publik, dan ekonomi masyarakat OKI.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Demi tak ada lagi warga yang harus kesulitan mencari sinyal demi urusan sekolah maupun ekonomi.

Pemkab Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) bersama Telkomsel memetakan titik-titik prioritas pembangunan jaringan internet di tahun 2026.

Hal ini menjadi sebuah langkah besar memastikan transformasi digital sentuh seluruh lapisan masyarakat.

Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) OKI, terus tancap gas dalam misi memerangi wilayah tanpa sinyal (blankspot) hingga pelosok wilayah pedesaan.

Dikatakan Kepala Dinas Kominfo OKI, Adi Yanto bahwa ketersediaan sinyal bukan lagi sekadar gaya hidup, melainkan kebutuhan dasar.

"Masih ada daerah kita yang belum memiliki jaringan memadai. Hal ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan publik, efektivitas pendidikan digital, hingga perputaran ekonomi masyarakat. Pendataan akurat di lapangan menjadi fondasi utama pembangunan ke depan," jelas Adi ditemui pada Kamis (5/2/2026) siang.

Menurutnya sepanjang tahun 2025, tercatat 5 desa di OKI terbebas dari status blankspot berkat skema pemerintah desa menyediakan lahan dsn gedung, sedangkan pemerintah daerah bertindak sebagai koordinator dan fasilitator.

Pihak Telkomsel menghadirkan perangkat teknologi dan jaringan.

"Tahun lalu kita telah sukses mengentaskan lima desa lewat skema gotong royong. Tahun ini, kita siapkan data desa-desa lain agar kerja sama ini diperkuat. Anggarannya lebih efisien karena dikerjakan bersama," tambah Adi.

Baca juga: 4 Kelurahan di Lubuklinggau Masih Blank Spot Sinyal Internet, Padahal Berstatus Kota, Ini Daftarnya

Baca juga: Warga Karya Mukti OKI Kini Terbebas Dari Blank Spot & Krisis Listrik, Menara BTS dan Trafo Dibangun

Sebagai persiapan, Diskominfo OKI melakukan pendataan sejak awal November lalu melalui koordinasi dengan tiap kecamatan.

Data ini digunakan untuk menentukan skala prioritas wilayah mana yang harus segera dinyalakan sinyalnya.

"Dengan kolaborasi yang semakin solid, masyarakat OKI diharapkan segera menikmati konektivitas digital yang merata, guna mendukung percepatan ekonomi kreatif dan layanan publik berbasis teknologi di seluruh wilayah Bumi Bende Seguguk," harapnya.

Manager Network Operation and Productivity (NOP) Telkomsel Palembang, Riki Irawan mencatat bahwa tahun lalu saja, dari puluhan titik pembangunan jaringan reguler di Sumatera Selatan, sebanyak 17 titik dipusatkan di Kabupaten OKI.

"Kami komitmen menghadirkan layanan merata. Selain program reguler tahun ini kami tingkatkan status BTS Mobile yang sudah ada menjadi BTS permanen,"

"Perangkat penerima (receiver) yang lama nantinya bisa kita geser ke wilayah lain yang masih butuh sinyal," paparnya.

 

 

 

Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved