Berita OKI

Sepanjang 2025, Ada 2.329 Orang di OKI Terjangkit TBC, 870 Orang Diantaranya Sembuh

Dinas Kesehatan OKI mencatat, sepanjang tahun 2025 terdapat 2.329 temuan kasus baru.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/Dinkes PALI
PANTAU PASIEN - Petugas medis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ogan Komering Ilir saat tengah memantau kondisi pasien tuberkolosis (TBC) yang menjalani pengobatan rutin selama 6 bulan. 

Ringkasan Berita:
  • Kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Ogan Komering Ilir meningkat dalam dua tahun terakhir, dengan 2.329 temuan kasus baru sepanjang 2025.
  • Dari jumlah tersebut, 1.459 pasien masih menjalani pengobatan dan ditargetkan sembuh total pada 2026, sementara 870 pasien telah dinyatakan sembuh.
  • Dinkes OKI menekankan deteksi dini dan pengobatan tuntas minimal enam bulan untuk memutus rantai penularan TBC.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Penyakit Tuberkulosis atau TBC masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Sebagai salah satu dari 10 penyakit paling mematikan di dunia setelah jantung dan diabetes, tren kasus TBC Bumi Bende Seguguk tercatat meningkat dalam 2 tahun terakhir.

Dinas Kesehatan OKI mencatat, sepanjang tahun 2025 terdapat 2.329 temuan kasus baru.

Dari jumlah tersebut 1.459 pasien saat ini masih dalam masa pengobatan aktif dan dipastikan akan terus didampingi hingga mencapai kesembuhan total di tahun 2026 ini.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Penyakit Menular Dinas Kesehatan OKI, Ahmad Fahmi menjelaskan tahun 2024 lalu, pihaknya berhasil menemukan 2.249 kasus.

"Dari data tahun 2024 ada 2.206 orang dinyatakan berhasil sembuh total setelah mengikuti perawatan rutin selama enam bulan. Namun, kami mencatat masih ada pasien putus obat," ujar Fahmi saat ditemui pada Senin (2/2/2026) siang.

Memasuki tahun 2025 lalu, angka temuan kasus menunjukkan peningkatan menjadi 2.329 orang.

Fahmi merinci 870 orang menyelesaikan masa pengobatan dan telah dinyatakan sembuh.

Ditegaskan bahwa fokus utama Dinkes OKI yaitu memastikan 1.459 pasien yang sedang menjalani pengobatan tidak berhenti ditengah jalan.

"Sisanya 1.459 orang sedang dalam pengobatan. Bagi mereka yang belum selesai, pengobatan akan dilanjutkan di tahun 2026 ini sampai kondisinya benar-benar sembuh secara klinis," ungkapnya.

Baca juga: Sepanjang 2025, 922 Warga Lahat Mengidap TBC, Tingkat Kesembuhan Hanya 10 Persen

Baca juga: Cegah Penyakit Menular, Warga Binaan di Lapas Muara Enim di Skrining ACF TBC

Saat disinggung terkait gejala awal, Fahmi menguraikan biasanya masyarakat terindikasi mengalami batuk lebih dari 10 hari tak kunjung sembuh meski telah diobati, demam malam hari, keringat dingin dan napas terasa sesak.

Mengingat TBC adalah penyakit epidemi yang menyerang paru-paru, Fahmi menekankan kedisiplinan pasien kunci utama.

Pengobatan TBC membutuhkan waktu minimal 6 bulan tanpa putus mencegah terjadi resistensi obat (kebal obat).

"Kami mengimbau masyarakat segera melakukan pemeriksaan jika alami gejala batuk berkepanjangan. Penemuan kasus secara dini dan pengobatan yang tuntas diharapkan memutus rantai penularan TBC di tengah masyarakat," sambungnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved