Berita OKI
Bakal Indah Layaknya Jepang, DLH OKI Tanam Pohon Tabebuya Sepanjang Jalan Protokol di Kayuagung
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI gencar menanam pohon Tabebuya untuk menciptakan suasana kota yang asri, hijau dan estetik.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Pemkab OKI gencar menanam pohon Tabebuya di sejumlah ruas jalan protokol Kayuagung untuk mempercantik dan menghijaukan wajah kota.
- Penanaman dilakukan di taman Double Road Jalan Letnan Yusuf Singadekane serta beberapa titik strategis lain sebagai upaya menciptakan kota yang asri dan estetik.
- Pemkab berharap Tabebuya menjadi ikon baru Kayuagung sekaligus memberi suasana rindang dan indah seperti kota-kota besar.
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Wajah ibu kota Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) Kecamatan Kayuagung, diprediksi bakal semakin memesona dalam waktu dekat.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI gencar menanam pohon Tabebuya untuk menciptakan suasana kota yang asri, hijau dan estetik.
Pohon yang dikenal dengan keindahan bunganya saat mekar ini mulai ditanam di sepanjang taman Double Road Jalan Letnan Yusuf Singadekane, tepatnya mengarah dijalan protokol Kayuagung.
Analis Adaptasi Perubahan Iklim Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKI, Rosmawati mengatakan, penanaman ini merupakan langkah untuk mempercantik tata kota.
"Mulai kemarin petugas kita menanam pohon Tabebuya di taman Double Road Pahlawan. Lokasi ini memang sangat memerlukan penghijauan agar lebih teduh dan terlihat asri," ujar Rosmawati dikonfirmasi Minggu (25/1/2026) siang.
Menurutnya pemilihan pohon Tabebuya bukan tanpa alasan.
Keindahan bunga berwarna kuning dan merah dihasilkan pohon ini diyakini mengubah suasana kota menjadi lebih segar dan berkelas.
"Keinginan Bupati, Kota Kayuagung ini hijau dan punya ikon pohon Tabebuya seperti di Kota Surabaya atau bahkan negara Jepang. Jadi nantinya bukan hanya rindang dan teduh, tapi cantik dipandang mata," sambungnya.
Baca juga: Ketinggian Air Sungai Komering Turun, BPBD OKI Masih Siaga Darurat Banjir Hingga Akhir Januari 2026
Baca juga: Sungai Pedamaran OKI Meluap Jadi Waterboom Gratis, Ribuan Warga Antusias Bermain Air
Dijelaskan Rosmawati, awalnya pohon Tabebuya tersebut dipesan langsung oleh Bupati OKI dari Pulau Jawa.
Sebelum ditanam di pinggir jalan, bibit-bibit ini terlebih dahulu dititipkan dan dirawat Dinas Pertanian memastikan tunas dan daunnya tumbuh dengan kuat.
"Alhamdulillah, setelah siap, kita mulai tanam di sepanjang Jalan Letnan Yusuf Singadekane. Sebelumnya, penanaman juga sudah dilakukan di depan kantor DPRD OKI, sekitar GOR Biduk Kajang, hingga ke arah kantor Pemda," jelas dia.
Tak berhenti hanya di jalan protokol, semangat penghijauan ini akan ditularkan ke instansi lain. Ke depannya, bibit pohon Tabebuya juga akan dibagikan ke Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lainnya untuk ditanam di lingkungan kantor masing-masing.
Selain mempercantik jalan, petugas DLH OKI bergerak melakukan pemeliharaan rutin diantaranya penyemprotan rumput di sepanjang jalur pedestrian taman segitiga emas dan taman amri yahya agar rapi dan nyaman bagi pejalan kaki.
"Dengan perawatan yang intensif, diharapkan pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh subur dan segera berbunga, memberikan pemandangan negeri sakura di tengah-tengah Kota Kayuagung," pungkasnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran whatsaap Tribunsumsel.com
| Wanita 51 Tahun di Tulung Selapan OKI Ditangkap Polisi, Simpan Puluhan Ekstasi Siap Edar |
|
|---|
| Polsek Pedamaran Timur Ratakan Lapak Judi Sabung Ayam di Kayulabu, Ancaman 9 Tahun Penjara |
|
|---|
| Pengedar Sabu di Lempuing OKI Diciduk Polisi saat Sembunyi di Kamar Mandi, 11 Paket Sabu Diamankan |
|
|---|
| Menolak Punah, Pengrajin Gerabah di Kedaton OKI Tetap Eksis, Dijual Hingga ke Luar Daerah |
|
|---|
| Diterjang Angin Kencang, Pohon Kapuk Ukuran Raksasa di OKI Tumbang, Listrik Padam dan Jalan Tertutup |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Bakal-Indah-Layaknya-Jepang-DLH-OKI-Tanam-Pohon-Tabebuya-Sepanjang-Jalan-Protokol-di-Kayuagung.jpg)