Berita Musi Rawas
Harga Jagung Hibrida di Musi Rawas Capai Rp 5.500 Per Kilogram, Petani Senang Harga Membaik
Bahkan, saat ini harga jagung hibrida di tingkat petani sudah mencapai Rp 5.500 per kilogram, untuk pipilan dalam kondisi kering.
Penulis: Eko Mustiawan | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Harga jagung hibrida di Musi Rawas kini membaik, mencapai Rp5.500 per kilogram di tingkat petani untuk pipilan kering.
- Kondisi ini disambut baik petani karena jagung dinilai mudah dirawat, hasilnya menjanjikan, dan lebih menguntungkan dibanding padi.
- Kendala utama saat ini adalah musim hujan yang memperlambat proses pengeringan hasil panen.
TRIBUNSUMSEL.COM, MUSI RAWAS -- Harga jagung hibrida atau jagung pakan ternak ditingkat pedagang di Kabupaten Musi Rawas, Sumsel kini mulai membaik.
Bahkan, saat ini harga jagung hibrida di tingkat petani sudah mencapai Rp 5.500 per kilogram, untuk pipilan dalam kondisi kering.
Kondisi harga saat ini, tentu disambut baik oleh para petani jagung di Musi Rawas.
Untuk diketahui, bahwa di Musi Rawas selain padi sawah, jagung juga menjadi salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan petani.
Hal itu, dikarenakan tanaman jagung dinilai memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Sehingga, tidak heran banyak petani yang menanam jagung jenis hibrida.
Seorang petani jagung di Desa Wonokerto Kecamatan Tugumulyo, Surat mengaku sudah sejak beberapa tahun terkahir menanam jagung hibrida ini.
"Mungkin sudah hampir 2 tahun ini tanam jagung," katanya kepada Sripoku.com, Jumat (16/1/2026).
Sebenarnya, lahan yang ditanami jagung saat ini, merupakan lahan persawahan. Namun, dia sengaja memilih menanam jagung ketimbang padi.
"Ini sebenarnya lahan persawahan, juga bisa ditanami padi. Karena airnya juga normal. Tapi saya pilih nanam jagung," jelasnya.
Baca juga: Harga Ubi Racun Terus Jatuh, Petani di Martapura OKU Timur Beralih Tanam Jagung, Lebih Menjanjikan
Baca juga: Jalankan Program Ketahanan Pangan, Polsek Indralaya Gelar Panen Jagung
Hal itu dikarenakan, menanam jagung lebih mudah perawatannya, dan hasilnya juga lumayan. Ditambahkan, harga jagung hibrida saat ini juga cukup tinggi di tingkat petani.
"Perawatannya mudah, hasil panennya lumayan, harga juga lumayan tinggi. Sekarang sudah capai Rp5.500 untuk pipilan kering," ungkapnya.
Saat ini lanjut dia, ada sekitar seperempat hektare lahan sawah yang ditanami kagung. Untuk jenisnya adalah Bisi 18, karena dinilai lebih unggul dan tahan terhadap berbagai penyakit.
"Untuk harga bibitnya Rp130.000 per kilogram. Dari luasan ini, hasil panennya dapat sekitar 1 ton untuk pipilan kering," tegasnya
Selain perawatannya yang mudah, jenis Bisi 18 dapat dipanen dalam waktu sekitar 3 hingga 4 bulan atau sekitar 115 hari sejak tanam.
Menurutnya, saat ini kendala yang dihadapi petani jagung di Musi Rawas, adalah cuaca. Dimana saat ini, Musi Rawas sedang musim hujan.
"Kalau musim hujan ini, proses pengeringan hasil panennya lama. Karena pengeringannya hanya dijemur," tutupnya.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung dalam saluran WhatsApp Tribunsumsel.com
| Penjelasan Pertamina Soal Mobil Tangki BBM Subsidi, Bisa 'Kencing' di Musi Rawas, Sinyal GPS Diacak |
|
|---|
| Gudang Ilegal di Musi Rawas, Tempat Mobil Tangki BBM Subsidi 'Kencing' Sudah 6 Bulan Beroperasi |
|
|---|
| Bukannya Disalurkan ke SPBU, Mobil Tangki BBM Subsidi Malah 'Kencing' di Gudang Ilegal di Musi Rawas |
|
|---|
| 4 Anggota Polres Musi Rawas Dipecat Tidak Hormat karena Langgar Kode Etik, ini Daftar Namanya |
|
|---|
| Resahkan Warga, Pemakai Sekaligus Pengedar Sabu di BTS Ulu Musi Rawas Ditangkap Polisi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Harga-Jagung-Hibrida-di-Musi-Rawas-Capai-Rp-5500-Per-Kilogram-Petani-Senang-Harga-Membaik.jpg)