Berita OKU Timur
1.752 Keluarga di Lempuing OKI Terendam Banjir Kiriman Dari OKU Timur, Warga Butuh Air Bersih
Tak hanya merendam pemukiman, luapan air yang datang cepat juga menghantam sektor pertanian dan perkebunan milik masyarakat.
Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Sebanyak 1.752 KK di 10 desa Kecamatan Lempuing terdampak banjir akibat luapan Bendungan Over Komering yang dengan cepat menggenangi wilayah tersebut.
- Pemerintah kecamatan mendirikan tiga posko utama dan posko kesehatan, sementara sebagian warga mulai kembali membersihkan rumah seiring surutnya air.
- Meski banjir berangsur reda, warga kini menghadapi krisis air bersih dan kebutuhan pangan yang mendesak.
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Dampak bencana banjir, membuat 1.752 Kepala Keluarga (KK) yang tersebar di 10 Desa di Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi korban.
Tak hanya merendam pemukiman, luapan air yang datang cepat juga menghantam sektor pertanian dan perkebunan milik masyarakat.
Disampaikan Camat Lempuing, Jamhari bahwa fenomena banjir kali ini tak hanya disebabkan oleh intensitas hujan lokal, melainkan akibat meluapnya Bendungan Over Komering di Kabupaten OKU Timur.
Menurut Jamhari, letak geografis wilayahnya membuat Lempuing menjadi jalur utama aliran air dari hulu.
Kecepatan naiknya debit air tergolong sangat singkat setelah pintu bendungan dibuka.
"Hanya butuh waktu sekitar dua hingga tiga jam setelah pintu air Bendungan Over Komering dibuka, air langsung menggenangi wilayah Lempuing dan terus meluas hingga ke Kecamatan Lempuing Jaya," ungkap Jamhari pada Senin (12/1/2026) siang.
Baca juga: Lempuing dan Mesuji OKI Dikepung Banjir, Ekonomi dan Akses Jalan Lumpuh Total
Baca juga: Diguyur Hujan Deras, 27 Rumah Terendam Banjir Gegara Gorong-gorong Tak Mampu Menampung Air
Kondisi ini membuat ribuan warga sempat terdesak.
Tercatat 1.752 KK terdampak dan angka ini masih berpotensi bertambah seiring pemantauan tim di lapangan.
Dalam menangani situasi darurat, pemerintah kecamatan telah mendirikan 3 posko utama sebagai pusat koordinasi dan distribusi bantuan yaitu posko induk di Kantor Kecamatan Lempuing, posko Desa Cahaya Maju dan posko Desa Tebing Suluh.
"Kami juga menyiagakan posko kesehatan di setiap desa untuk memastikan kondisi fisik warga tetap terpantau, terutama bagi kelompok rentan," tambahnya.
Meski sempat ada 233 KK yang mengungsi di posko-posko tersebut, Jamhari menyebut sebagian warga mulai kembali ke rumah masing-masing seiring mulai surutnya debit air di beberapa titik.
"Mereka kini tengah berfokus membersihkan sisa-sisa lumpur yang masuk ke dalam rumah," ungkapnya.
Kendati air mulai menyusut, perjuangan warga belum usai. Hilangnya akses air bersih dan rusaknya stok pangan akibat terendam banjir menjadi persoalan baru yang kini dihadapi masyarakat.
"Bantuan dari beberapa pihak memang sudah mulai masuk, namun kini warga sangat membutuhkan pasokan air bersih dan bahan makanan," pungkasnya.
Baca Berita Tribunsumsel.com Lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung dalam Saluran WhatsApp Tribunsumsel.com
| Bandar Narkoba Asal Lampung Ditangkap di OKU Timur, Coba Kelabui Petugas Pakai Dasbor Modifikasi |
|
|---|
| Mandi di Sungai Komering Usai Pulang Sekolah, Siswi SMP di OKU Timur Dilaporkan Tenggelam |
|
|---|
| OKU Timur Lepas 437 JCH Kloter Pertama, Dijadwalkan Terbang ke Arab Saudi 22 April 2026 |
|
|---|
| Daftar 5 Nama Bakal Calon Ketua DPC PKB OKU Timur 2026–2031, Siap Uji Kelayakan di DPP |
|
|---|
| Prakiraan Cuaca OKU Timur 19 April 2026: Hujan Ringan Dominasi Belitang hingga Madang Suku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/1752-Keluarga-di-Lempuing-OKI-Terendam-Banjir-Kiriman-Dari-OKU-Timur-Warga-Butuh-Air-Bersih.jpg)