Banjir di OKI

Lempuing dan Mesuji OKI Dikepung Banjir, Ekonomi dan Akses Jalan Lumpuh Total

Banjir ini menjadi pukulan telak bagi sektor ekonomi. Tercatat 1.540 hektare sawah dan 545 hektare perkebunan karet milik warga terendam.

Penulis: Winando Davinchi | Editor: Slamet Teguh
Dokumen/BPBD OKI
BANJIR - Petugas gabungan saat mengevakuasi warga yang terjebak banjir di Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, Minggu (11/1/2026). Sebanyak 1.722 KK di Kabupaten OKI terdampak luapan sungai. 

Ringkasan Berita:
  • Intensitas hujan tinggi selama sepekan terakhir memicu meluapnya tiga sungai besar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yakni Sungai Lempuing, Sungai Mesuji, dan Sungai Macak.
  • Ribuan rumah warga di Kecamatan Lempuing dan Mesuji Raya terendam banjir, Sabtu (10/1/2026).
  • Kolaborasi solid terjalin antara TNI-POLRI, anggota BPBD dan warga setempat bahu membahu selamatkan harta benda dan nyawa.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG – Intensitas hujan tinggi selama sepekan terakhir memicu meluapnya tiga sungai besar di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), yakni Sungai Lempuing, Sungai Mesuji, dan Sungai Macak.

Akibatnya, ribuan rumah warga di Kecamatan Lempuing dan Mesuji Raya terendam banjir, Sabtu (10/1/2026).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI, sebanyak 1.722 Kepala Keluarga (KK) terdampak, dengan 233 KK di antaranya terpaksa mengungsi karena ketinggian air mencapai 30 hingga 70 sentimeter.

Ekonomi Warga Lumpuh

Banjir ini menjadi pukulan telak bagi sektor ekonomi. Tercatat 1.540 hektare sawah dan 545 hektare perkebunan karet milik warga terendam.

Rukmini, seorang pedagang sembako di Desa Cahaya Maju, mengaku kesulitan menyelamatkan barang dagangannya.

Rukmini mengaku, bencana banjir ini menyulitkannya lantaran rumahnya digunakan sebagai toko.

"Setiap hari digunakan sebagai toko sembako. Karena banjir jadi kami terpaksa menaruh etalase toko dan barang lain seperti kursi dan tempat tidur dinaikkan diatas batu bata, supaya tidak terendam air banjir," ungkapnya.

Dikatakan kembali pernah sesekali, ada hewan liar seperti ular masuk ke dalam rumah akibat genangan air tersebut.

"Ya, ngeri-ngeri gimana gitu, pernah ada ular masuk dalam rumah kami ini dan aliran listrik terpaksa padam akibat genangan air," sambungnya.

Menurutnya banjir ini sudah lama tidak terjadi, terakhir puluhan tahun yang lalu. Namun untuk awal tahun ini kondisi hujan turun deras, hingga membuat sungai meluap.

"Sudah lama nggak banjir dan baru inilah sungai Lempuing meluap. Biasanya kalau tahun-tahun lalu air cuma sampai jalan depan rumah, tapi kali ini air menggenang dalam rumah sekitar 40 cm," ujarnya

Disamping itu, Rukmini sangat berharap supaya kejadian seperti ini tidak kembali terulang. Dengan begitu aktivitas masyarakat dapat berjalan normal seperti biasanya.

"Sangat berharap kejadian ini tidak lagi datang tahun depan. Kasian aktivitas warga disini jadi terganggu dan menimbulkan berbagai dampak kesehatan," harapnya.

Warga lain yang terdampak banjir, Tomi mengatakan peristiwa sudah terjadi beberapa hari yang lalu yang tidak kunjung surut.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved