BPMP Sumsel Beri Penghargaan Daerah Berprestasi, Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Refleksi 2025

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam

Editor: Moch Krisna
BPMP Sumsel Beri Penghargaan Daerah Berprestasi, Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Refleksi 2025 - Rapat-Balai1.jpg
Istimewa
RAPAT REFLEKSI DAN EVALUASI : Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan gelar kegiatan Refleksi dan Evaluasi Kinerja BPMP Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025
BPMP Sumsel Beri Penghargaan Daerah Berprestasi, Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Refleksi 2025 - Gelar-kegiatan-evaluasi.jpg
Istimewa
RAPAT REFLEKSI DAN EVALUASI : Kepala BPMP Provinsi Sumatera Selatan, H. Tajuddin Idris, S.Si., M.T.,
BPMP Sumsel Beri Penghargaan Daerah Berprestasi, Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Refleksi 2025 - Balai-Gelar-Evaluasi1.jpg
Istimewa
RAPAT REFLEKSI DAN EVALUASI : Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan gelar kegiatan Refleksi dan Evaluasi Kinerja BPMP Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025

Untuk kategori Akselerator Responsif Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penghargaan diraih oleh Provinsi Sumatera Selatan, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Prabumulih, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Selanjutnya, kategori Akselerator Adaptif Implementasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) diberikan kepada Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kota Pagar Alam, Kabupaten OKU Selatan, dan Kabupaten OKU Timur.

Sedangkan pada kategori Pemerintah Daerah Transformator Sinergi dan Kolaborasi Implementasi Wajib Belajar 13 Tahun serta Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025, penghargaan diraih oleh Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Ogan Ilir.

 

Proyeksi Kebijakan 2026

BPMP Sumsel mencatat bahwa capaian kinerja sepanjang tahun 2025 merupakan hasil dari komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal program prioritas Kemendikdasmen. Ke depan, kebijakan pendidikan tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk satu tahun pendidikan prasekolah, peningkatan literasi dan numerasi, serta pengembangan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di daerah.

“Sinergi dan kolaborasi akan menjadi kunci utama. BPMP akan terus mengidentifikasi solusi strategis agar berbagai tantangan implementasi di lapangan dapat diminimalisir,” jelas Tajuddin Idris saat sesi diskusi dengan media.

 

Komitmen Melayani dengan HATI

Seluruh rangkaian program dan penguatan kebijakan tersebut dijalankan sejalan dengan tagline MELEJIT Melayani dengan HATI, yang mencerminkan nilai Mutu, Edukasi, Loyal, Ekspresif, Juara, Inovasi, dan Teladan, serta nilai HATI: Humanis, Amanah, Tanpa Pamrih, dan Berintegritas sebagai budaya kerja BPMP Provinsi Sumatera Selatan.

Sebagai penutup, kegiatan refleksi ini menegaskan kembali peran BPMP Sumsel sebagai jembatan strategis antara kebijakan pusat dan kebutuhan satuan pendidikan di daerah, guna memastikan setiap kebijakan nasional benar-benar memberikan dampak nyata bagi peserta didik dan pendidik di seluruh pelosok Sumatera Selatan.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved