Festival Pendidikan Jadi Penguat Sinergi Ekosistem Pendidikan, BPMP Sumsel Kawal Program Menteri

Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi seluruh ekosistem pendidikan untuk memperkuat sinergi demi terwujudnya pendidikan bermutu yang merata.

|
Editor: Sri Hidayatun
BPMP
Foto bersama seluruh pemangku kepentingan dalam gelaran Festival Pendidikan Sumatera Selatan 2026. "Satu visi, satu aksi, untuk pendidikan yang lebih ramah dan berkualitas!" 

TRIBUNSUMSEL.COM, INDRALAYA – Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam mengawal implementasi program-program strategis Presiden Republik Indonesia dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) di wilayah Sumatera Selatan.

Komitmen tersebut mengemuka dalam gelaran Festival Pendidikan Sumatera Selatan 2026 yang digelar di Indralaya, Senin- jumat (19-23/1/2026), sekaligus rangkaian peringatan HUT ke-42 BPMP Sumatera Selatan.

Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi seluruh ekosistem pendidikan untuk memperkuat sinergi demi terwujudnya pendidikan bermutu yang merata.

Kepala BPMP Provinsi Sumatera Selatan, H Tajuddin Idris, S.Si., M.T, menegaskan bahwa kehadiran BPMP bukan sekadar sebagai institusi penjamin mutu, tetapi juga sebagai penghubung antara kebijakan pusat dan praktik di daerah.

bpmp dan bunda paud
Momen penuh kebanggaan saat penyerahan penghargaan kepada Bunda PAUD se-Sumatera Selatan pada gelaran Festival Pendidikan Sumsel 2026. Didampingi Kepala BPMP Sumsel, Tajuddin, para Bunda PAUD tampil sebagai garda terdepan dalam membentuk pondasi pendidikan anak-anak kita.

“BPMP hadir di ekosistem pendidikan untuk mengawal program-program Pak Menteri dan Bapak Presiden. Kami berharap kerja sama antar pemangku kepentingan terus ditingkatkan dan menjadi praktik baik dalam bersinergi membangun pendidikan di Sumatera Selatan,” tegas Tajuddin Idris.

Festival Pendidikan Sumatera Selatan mengusung tema “Melejitkan Pendidikan Bermutu untuk Semua” dan melibatkan pemerintah daerah, dinas pendidikan, satuan pendidikan, komunitas pendidikan, dunia usaha, hingga peserta didik.

Baca juga: BPMP Sumsel Beri Penghargaan Daerah Berprestasi, Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Refleksi 2025

Melalui berbagai agenda seperti pameran inovasi, seminar, workshop, coaching clinic, lomba kreativitas, hingga bakti sosial, BPMP Sumsel mendorong lahirnya ekosistem belajar yang inklusif dan adaptif.

Kepala BPMP Sumsel, Bapak Tajuddin,
Kepala BPMP Sumsel, Bapak Tajuddin, saat menyampaikan laporan kegiatan pada gelaran Festival Pendidikan Sumsel 2026. Momentum ini bukan sekadar perayaan HUT ke-42 BPMP Sumsel, tapi juga panggung sinergi bagi seluruh insan pendidikan di Sumatera Selatan untuk terus bergerak serentak mewujudkan pendidikan yang berkualitas.

Dukungan terhadap peran BPMP Sumsel juga datang dari Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, yang menyampaikan apresiasi atas program digitalisasi pendidikan dari pemerintah pusat.

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan dari Bapak Menteri dan Bapak Presiden. Melalui program digitalisasi, sekolah-sekolah kini mendapatkan smart board. Masyarakat sangat antusias karena pembelajaran menjadi lebih menarik dan modern,” ujar Mondyaboni.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, turut memberikan ucapan selamat ulang tahun kepada BPMP Sumsel yang telah memasuki usia 42 tahun, sekaligus menegaskan pentingnya peran BPMP dalam sistem pendidikan nasional.

“Selamat ulang tahun ke-42 BPMP Sumatera Selatan. Teruslah menjadi bagian penting dalam memajukan pendidikan. Setiap anak Indonesia berhak mendapatkan pendidikan yang bermutu, sesuai dengan Asta Cita nomor 4,” kata Abdul Mu’ti.

Suasana penuh keakraban menyelimuti pertemuan antara Kepala BPMP Sumsel, Bapak Tajuddin,
Suasana penuh keakraban menyelimuti pertemuan antara Kepala BPMP Sumsel, Bapak Tajuddin, bersama para tokoh penting pendidikan dalam kunjungan ke Indralaya. Saling sapa yang hangat bersama Bapak Abdul Mu;ti (Mendikdasmen RI), Bapak H. Ardani (Wabup Ogan Ilir ), dan  Ibu Mondy (Kadisdik Prov Sumsel) menjadi bukti nyata kolaborasi yang solid.

Ia menekankan bahwa layanan pendidikan bermutu terus diperkuat melalui program revitalisasi dan digitalisasi sekolah, termasuk upaya menjangkau sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil dengan keterbatasan listrik dan jaringan internet.

“Program digitalisasi ke depan akan menjadi bagian penting untuk menjangkau sekolah-sekolah yang sulit dijangkau, baik karena listrik maupun jaringan internet, melalui pemanfaatan teknologi berbasis satelit. Namun, tantangan pendidikan tidak hanya teknis, tetapi juga kultural dan teologis. Setiap anak Indonesia berhak bersekolah, baik di jalur formal maupun nonformal,” tegasnya.

Selain peserta didik, pemerintah juga memberi perhatian besar kepada peningkatan kualitas guru. Abdul Mu’ti menyebutkan bahwa guru-guru yang belum berkualifikasi D4 atau S1 didorong untuk segera mendaftarkan diri karena pemerintah menyediakan program beasiswa pendidikan guru.

“Pada tahun 2026, pemerintah juga akan melaksanakan sensus pendidikan. Setiap sekolah wajib mengirimkan data ke kementerian agar setiap permasalahan bisa ditindaklanjuti secara tepat,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved