BPMP Sumsel Beri Penghargaan Daerah Berprestasi, Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Refleksi 2025

Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam

Tayang:
Editor: Moch Krisna
BPMP Sumsel Beri Penghargaan Daerah Berprestasi, Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Refleksi 2025 - Rapat-Balai1.jpg
Istimewa
RAPAT REFLEKSI DAN EVALUASI : Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan gelar kegiatan Refleksi dan Evaluasi Kinerja BPMP Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025
BPMP Sumsel Beri Penghargaan Daerah Berprestasi, Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Refleksi 2025 - Gelar-kegiatan-evaluasi.jpg
Istimewa
RAPAT REFLEKSI DAN EVALUASI : Kepala BPMP Provinsi Sumatera Selatan, H. Tajuddin Idris, S.Si., M.T.,
BPMP Sumsel Beri Penghargaan Daerah Berprestasi, Perkuat Sinergi Pendidikan Lewat Refleksi 2025 - Balai-Gelar-Evaluasi1.jpg
Istimewa
RAPAT REFLEKSI DAN EVALUASI : Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan gelar kegiatan Refleksi dan Evaluasi Kinerja BPMP Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sumatera Selatan menegaskan komitmennya dalam memperkuat mutu dan tata kelola pendidikan melalui kegiatan Refleksi dan Evaluasi Kinerja BPMP Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025 serta Proyeksi Program Prioritas Tahun 2026. Kegiatan strategis ini digelar di lingkungan BPMP Provinsi Sumatera Selatan dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan pendidikan dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota.

Forum ini menjadi momentum penting untuk menyampaikan capaian kinerja BPMP sepanjang tahun 2025, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengawal implementasi program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Sumatera Selatan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan, perwakilan Bupati Ogan Ilir Ibnu Hardi, S.Sos., M.Si., serta narasumber kunci dari Kemendikdasmen, di antaranya Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Transformasi Digital dan AI, Dr. Muhammad Muchlas Rowi, serta Inspektur III Itjen Kemendikdasmen, Masrul Latif, S.I.P., M.Si.

 

Pendidikan Butuh Partisipasi Semesta

Kepala BPMP Provinsi Sumatera Selatan, H. Tajuddin Idris, S.Si., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan partisipasi semesta dari seluruh elemen, mulai dari pemerintah daerah, satuan pendidikan, hingga masyarakat.

“Mutu pendidikan adalah kerja gotong royong yang berkelanjutan. BPMP hadir sebagai penghubung antara kebijakan pusat dan realitas di lapangan, agar setiap program benar-benar berdampak bagi peserta didik,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Dr. Muhammad Muchlas Rowi menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi, khususnya Artificial Intelligence (AI), sebagai alat bantu untuk memetakan kebutuhan riil satuan pendidikan. Menurutnya, AI tidak menggantikan peran pendidik, tetapi justru memperkuat pengambilan keputusan berbasis data.

Sementara itu, Inspektur III Itjen Kemendikdasmen, Masrul Latif, mengingatkan bahwa penerapan Manajemen Risiko dalam organisasi pendidikan tidak boleh sekadar administratif. “Manajemen risiko harus menjadi instrumen untuk melindungi nilai-nilai organisasi dan menjaga integritas dalam mencapai tujuan,” tegasnya.

 

Apresiasi Daerah Berprestasi

Dalam kesempatan yang sama, BPMP Provinsi Sumatera Selatan memberikan apresiasi dan penghargaan kepada pemerintah daerah provinsi serta kabupaten/kota atas berbagai capaian dan inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan sepanjang tahun 2025.

Salah satu penghargaan utama diberikan berdasarkan Indeks Capaian Pemenuhan Standar Pelayanan Minimal (SPM) Urusan Pendidikan, yang terbagi dalam beberapa kategori.

Pada kategori Tuntas Pratama, penghargaan diraih oleh Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Kota Pagar Alam, Kota Lubuklinggau, dan Kota Prabumulih.

Sementara itu, kategori Tuntas Madya berhasil diraih oleh Kota Palembang, yang dinilai mampu menjaga konsistensi pemenuhan standar layanan pendidikan secara berkelanjutan.

Adapun pada kategori Tuntas Muda, penghargaan diberikan kepada Provinsi Sumatera Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Lahat, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Ogan Ilir, Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), serta Kabupaten Musi Rawas Utara.

Selain capaian SPM, BPMP juga memberikan penghargaan tematik kepada pemerintah daerah yang berperan aktif sebagai akselerator berbagai program prioritas nasional.

Pada kategori Pemerintah Daerah Akselerator Inspiratif Implementasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, penghargaan diberikan kepada Kota Palembang, Kabupaten OKU Timur, Kabupaten OKU, Kabupaten Lahat, dan Kabupaten Banyuasin.

Untuk kategori Akselerator Responsif Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG), penghargaan diraih oleh Provinsi Sumatera Selatan, Kota Lubuklinggau, Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Musi Banyuasin, Kota Prabumulih, dan Kabupaten Ogan Komering Ilir.

Selanjutnya, kategori Akselerator Adaptif Implementasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) diberikan kepada Kabupaten Muara Enim, Kabupaten Musi Rawas Utara, Kota Pagar Alam, Kabupaten OKU Selatan, dan Kabupaten OKU Timur.

Sedangkan pada kategori Pemerintah Daerah Transformator Sinergi dan Kolaborasi Implementasi Wajib Belajar 13 Tahun serta Percepatan Penanganan Anak Tidak Sekolah Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2025, penghargaan diraih oleh Kabupaten Empat Lawang, Kabupaten Banyuasin, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Kabupaten Musi Banyuasin, dan Kabupaten Ogan Ilir.

 

Proyeksi Kebijakan 2026

BPMP Sumsel mencatat bahwa capaian kinerja sepanjang tahun 2025 merupakan hasil dari komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan dalam mengawal program prioritas Kemendikdasmen. Ke depan, kebijakan pendidikan tahun 2026 akan difokuskan pada penguatan pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun, termasuk satu tahun pendidikan prasekolah, peningkatan literasi dan numerasi, serta pengembangan pembelajaran berbasis STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di daerah.

“Sinergi dan kolaborasi akan menjadi kunci utama. BPMP akan terus mengidentifikasi solusi strategis agar berbagai tantangan implementasi di lapangan dapat diminimalisir,” jelas Tajuddin Idris saat sesi diskusi dengan media.

 

Komitmen Melayani dengan HATI

Seluruh rangkaian program dan penguatan kebijakan tersebut dijalankan sejalan dengan tagline MELEJIT Melayani dengan HATI, yang mencerminkan nilai Mutu, Edukasi, Loyal, Ekspresif, Juara, Inovasi, dan Teladan, serta nilai HATI: Humanis, Amanah, Tanpa Pamrih, dan Berintegritas sebagai budaya kerja BPMP Provinsi Sumatera Selatan.

Sebagai penutup, kegiatan refleksi ini menegaskan kembali peran BPMP Sumsel sebagai jembatan strategis antara kebijakan pusat dan kebutuhan satuan pendidikan di daerah, guna memastikan setiap kebijakan nasional benar-benar memberikan dampak nyata bagi peserta didik dan pendidik di seluruh pelosok Sumatera Selatan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved