PPG

Contoh Tugas Mandiri Modul 2 Pedagogik Pendidikan Agama Islam/PAI Topik 1-8, PPG Kemenag 2025

Artikel berikut memuat contoh tugas mandiri Modul 2 Pedagogik Pendidikan Agama Islam/PAI Topik 1-8, PPG Kemenag 2025. 

Tayang:
Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
GRAFIS TRIBUN SUMSEL/VANDA
PEDAGOGIK PPG KEMENAG - Contoh tugas mandiri Modul 2 Pedagogik Pendidikan Agama Islam/PAI Topik 1-8, PPG Kemenag 2025. Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Kementerian Agama tahun 2025 batch 3 berlangsung sejak 3 September lalu. 

Gagasan yang dapat dikembangkan antara lain: 
1) asesmen diagnostik awal untuk mengetahui latar belakang siswa, 
2) penyusunan tujuan belajar yang fleksibel, 
3) penyediaan pilihan aktivitas sesuai gaya belajar, 
4) penggunaan berbagai media pembelajaran, 
5) fleksibilitas dalam waktu dan cara pengerjaan tugas, 
6) pemanfaatan teknologi untuk personalisasi materi, 
7) penilaian formatif yang beragam dan adaptif, serta 
8) pemberian umpan balik yang konstruktif dan spesifik. 

DBL mendorong terciptanya pembelajaran yang adil, bermakna, dan memberdayakan seluruh potensi peserta didik

Topik 3: Pendekatan Pembelajaran Berbasis Kesatuan Materi, Pedagogik dan Teknologi (TPACK)

Pendekatan TPACK mengintegrasikan pengetahuan konten (materi ajar), pedagogik (cara mengajar), dan teknologi secara harmonis untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. 

Gagasan penting yang dapat diangkat meliputi: 

1) pemahaman mendalam terhadap maten ajar, 
2) pemilihan strategi pedagogik yang sesuai karakteristik siswa, 
3) pemanfaatan teknologi untuk memperkuat penyampaian materi, 
4) pengembangan media digital interaktif, 
5) pelatihan guru dalam literasi digital, 
6) kolaborasi antarguru dalam perencanaan berbasis TPACK, 
7) pengembangan modul ajar berbasis teknologi, dan 
8) evaluasi pembelajaran yang mengintegrasikan aplikasi teknologi. 

TPACK memperkuat kompetensi guru dalam menjawab tantangan pendidikan abad ke-21.

Topik 4: Pendekatan Pembelajaran Berbasis Deep Learning (Mindful, Meaningful, dan Joyful Learning)

Deep Leaming menekankan pada pemahaman mendalam, keterhubungan makna, serta pengalaman belajar yang menyenangkan dan sadar. 

Delapan gagasan pengenthangannya antara lain. 
1) penciptaan suasana belajar yang aman dan nyaman, 
2) penggunaan konteks kehidupan nyata untuk menjelaskan konsep. 
3) menghubungkan materi dengan pengalaman pribadi siswa. 
4) penerapan strategi pembelajaran aktif dan reflektif, 
5) pemberian kebebasan dalam eksplorası ide, 
6) penguatan nilai-nilai positif dalam proses belajar. 
7) penerapan mindfulness untuk meningkatkan lokus dan kesadaran belajar, serta 
8) penggunaan humor, seni, dan permainan edukatif. 

Pendekatan ini menumbuhkan semangat belajar yang tahan lama dan bermakna bagi siswa.


Topik 5: Pendekatan dan Strategi Layanan Bimbingan Konseling untuk Supervisi Klinis

Layanan abingan dan konseling yang efektif dalam supervisi klinis mendukung perkembangan profesional guru serta kesejahteraan psikologis siswa. 

Delapan gagasan penerapannya meliputi: 

1) penguatan peran guru BK sebagai mitra dalam peningkatan mutu pembelajaran, 
2) pengembangan model supervisi reflektif dan solutif. 
3) penerapan pendekatan konseling individual maupun kelompok, 
4) penggunaan instrumen asesmen kepribadian dan kebutuhan siswa, 
5) pelatihan keterampilan interpersonal bagi guru dan siswa, 
6) integrasi layanan konseling dengan program pengembangan karakter, 
7) pemanfaatan media digital dalam sesi konseling, dan 
8) kolaborasi guru, orang tua, dan konselor dalam mendukung perkembangan siswa secara menyeluruh.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved