PPG

Contoh Studi Kasus Strategi Pembelajaran, PPG Guru Tertentu Tahap 1 2026

Contoh Studi Kasus Strategi Pembelajaran, referensi bagi Bapak/Ibu guru peserta PPG Guru Tertentu Tahap 1 2026.

Penulis: Vanda Rosetiati | Editor: Vanda Rosetiati
Tribunsumsel.com/Grafis/Vanda Rosetiati
KUNCI JAWABAN - Grafis ilustrasi contoh studi kasus strategi pembelajaran yang bisa jadi referensi bagi Bapak/Ibu guru peserta pelatihan PPG Guru Tertentu Tahap 1 2026. 

TRIBUNSUMSEL.COM - Studi kasus merupakan salah satu materi diujian dalam Ujian Tertulis Berbasis Komputer (UTBK) UKPPPG bagi peserta Bapak/Ibu Guru peserta PPG Guru Tertentu Tahap 1 2026. 

Jawaban Studi Kasus ini diketik dengan di laman aplikasi UTBK dengan ketentuan  minimal 350 kata dan maksimal 500 kata. 

Dalam artikel kali ini Tribunsumsel.com membahas tentang contoh studi kasus Strategi Pembelajaran yang bisa jadi referensi bagi Bapak/Ibu guru peserta pelatihan PPG 2026. 

__________

Contoh Studi Kasus Strategi Pembelajaran

1. Permasalahan yang Pernah Dihadapi

Saya pernah menghadapi permasalahan dalam melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi di kelas rendah. Salah satu permasalahan utama adalah adanya perbedaan kemampuan signifikan di antara muri murid.

Beberapa murid sangat cepat memahami materi, sementara yang lain memerlukan waktu yang sangat lama dan pendampingan lebih intensif. 

Selain itu ada murid yang cenderung pasif dan enggan berbicara atau berpartisipasi dalam diskusi belas yang membuat saya besulitan untuk menggali ide dan pendapat mereira.

2. Upaya Untuk Mengatasi Masalah

  • Identifikasi Kebutuhan Murid

Saya melakukan asesmen awal untuk mengidentifikasi kemampu dan bebutuhan setiap siswa. Hal ini membantu saya siapa saja yang membutuhkan pendampingan yang lebih intensif dan siapa yang bisa di berikan tantangan tambahan.

  • Pendampingan Individu

Saya memberikan pendampingan individu hepada murid yang cenderung pasif dan enggan berbicara, saya menggunakan pertanyaan pemantik untuk membantu mereka menyusun cerita atau pendapat yang akan disampaikan. Misalnya, saya bertanya tentang pengalaman mana yang pernah mereka alami dan bagaimana perasaan mereka saat itu.

  • Diferensiasi konten dan Proses:

Saya membagi murid menjadi beberapa kelompok berdasarkan tingkat pemahaman mereka.

Murid yang memerlukan bimbingan diberikan materi dasar dan pendampingan lebih intensif, sementara murii yang cukup mahir di berikan tugas mandiri yang lebih menantang. 

Murid yang sangat mahir di berikan tugas tambahan seperti membuat presenti menggunakan PowerPoint.


  • Penggunaan Media Pembelajaran:

Saya menggunakan media pembelajaran yang bervariasi, seperti gambar, vidio dan alat peraga sederhana, untuk menarik minat murid memudahkan mereba memahami materi.

Misalnya saya meminta murid untuk menggambar pengalaman mereka sebelum menceritakan secara lisan.

3. Hasil Dan Upaya

Hasil dari upaya tersebut cukup memuaskan. Murid yang sebelumnya pasif mulai menunjukkan peningkatan dalam partisip dan beberanian untuk berbicara. Mereka lebih percaya diri dalam menyampaikan pendapat dan ide mereka.

Murid yang mendapat bimbingan juga menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap materi yang diajarkan. Selain itu, murid yang sudah mahir merasa lebih tertantang dan termotiv dengan tugas tambahan yang di berikan.

4. Pengalaman Berharga

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved