Korupsi Pengadaan Tanah Tol Betung

Sejumlah Pengurus Majelis Taklim di Palembang Beri Dukungan untuk H Halim Pada Sidang Perdana

Kemas Haji Abdul Halim atau Haji Halim diberikan dukungan moral oleh sejumlah pengurus dan pimpinan majelis taklim serta pengurus masjid di Palembang

Tayang:
Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan
BERDZIKIR -- Sejumlah pengurus Majelis taklim dan pengurus masjid di Palembang memberikan dukungan moral serta menggelar doa dan dzikir bersama untuk H Abdul Halim Ali, di Museum Tekstil, Kamis (4/12/2025). Minta hakim pertimbangkan kondisi kesehatan dan jasa H Halim. 

Ringkasan Berita:
  • H Halim menjalani sidang perdana tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pemalsuan dokumen lahan pembangunan tol Betung-Tempino
  • Sejumlah pengurus masjid di Palembang hadir memberikan dukungan moral
  • H Halim dikenal aktif membantu kegiatan keagamaan dan sosial

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sejumlah pengurus dan pimpinan majelis taklim serta pengurus masjid di Palembang hadir memberikan dukungan moral kepada Kemas Haji Abdul Halim atau Haji Halim saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri Palembang, Kamis (4/12/2025).

Selain itu puluhan karyawan PT Sentosa Mulia Bahagia (SMB) yang mengenakan kaos merah turut ikut dalam aksi dukungan tersebut.

Kehadiran mereka sebagai bentuk kepedulian sekaligus pengawalan moral terhadap Haji Halim yang selama ini dikenal aktif membantu kegiatan keagamaan dan sosial.

Ketua Pembina Majlis Ta'lim Zikir dan Syair Munajah Al-Hidayah Palembang sekaligus Pimpinan Ponpes Ghasim Alkaf mengatakan, kehadiran jamaah dan para tokoh agama tersebut bukan untuk mengintervensi proses hukum.

H HALIM -- Dengan duduk di kursi pasien dan didampingi tim medis, Dirut OT Sentosa Mulia Bahagia, Kms H Abdul Halim tiba di Museum Tekstil Palembang untuk menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pemalsuan dokumen tol Betung-Tempino, Kamis (4/12/2025). Di ruang sidang H Abdul Halim Ali terbaring dengan tabung oksigen.
H HALIM -- Dengan duduk di kursi pasien dan didampingi tim medis, Dirut OT Sentosa Mulia Bahagia, Kms H Abdul Halim tiba di Museum Tekstil Palembang untuk menjalani sidang perdana kasus dugaan korupsi pemalsuan dokumen tol Betung-Tempino, Kamis (4/12/2025). Di ruang sidang H Abdul Halim Ali terbaring dengan tabung oksigen. (Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan)

"Kami sadar tidak boleh ikut campur dalam ranah pengadilan. Namun kami hadir karena mengetahui beliau sosok yang sangat mengayomi umat," ujar Ghasim.

Menurut Ghasim, perhatian Haji Alim telah dirasakan banyak pimpinan majelis taklim dan tokoh agama, termasuk Ustaz Abul Hasan Azadzili, Ustaz Agok, serta para pembina pendidikan keagamaan lainnya.

"Banyak kegiatan pendidikan, pembinaan anak yatim, dan aktivitas keagamaan yang dibantu beliau," katanya.

Ghasim berharap majelis hakim mempertimbangkan kondisi usia dan kesehatan Haji Halim yang kini berusia 88 tahun dan tengah sakit.

Ia juga berharap majelis hakim menjatuhkan keputusan seadil-adilnya dengan melihat rekam jejak dan pengabdian Haji Alim.

"Kami tidak mengintervensi. Kami hanya berharap ada pertimbangan bahwa beliau sudah berumur 87 tahun, dengan kondisi sakit yang luar biasa. Bisa dilihat tadi tidak bisa lepas dari tabung oksigen," tutupnya.

Sidang Perdana

Dirut PT Sentosa Mulia Bahagia (SMB) Kms H Abdul Halim tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pemalsuan dokumen lahan pembangunan tol Betung-Tempino menjalani sidang perdana di Museum Tekstil Palembang, Kamis (4/12/2025).

H Halim tiba diantar menggunakan ambulans RSUD Siti Fatimah, petugas medis rumah sakit membantu ia keluar yang berbaring di kursi perawatan. Tampak H Halim mengenakan pakaian pasien, masker, serta ada tabung oksigen di sampingnya. 

Kedatangan H Halim disambut oleh para pengurus masjid, majelis taklim, ulama, serta karyawan PT SMB yang mengiringi kedatangannya dengan memanjatkan doa dan dzikir.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved