Berita Palembang

Gula Aren Asal Sumsel Tembus Pasar Internasional, Perdana Kirim 1 Ton ke Taiwan

Balai Karantina Sumsel melepas ekspor perdana komoditas gula aren ke Taiwan.  Sebanyak 1 ton gula aren yang dikemas senilai Rp 27 juta.

Dok Balai karantina Sumsel
EKSPOR GULA AREN -- Badan Karantina Indonesia melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) melepas ekspor perdana komoditas gula aren ke Taiwan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Balai Karantina melepas ekspor perdana komoditas gula aren ke Taiwan. 

Balai Karantina adalah unit pelaksana teknis pemerintah yang bertugas menjalankan fungsi karantina hewan, ikan, dan tumbuhan di pintu-pintu pemasukan dan pengeluaran (pelabuhan, bandara, perbatasan darat).

Sebanyak 1 ton gula aren yang dikemas dalam 1 kontainer dengan nilai ekonomi mencapai Rp 27 juta, resmi diberangkatkan dari Pelabuhan Boom Baru Palembang. 

Kepala Karantina Sumatera Selatan, Sri Endah Ekandari mengatakan, komoditas gula aren ini sebelumnya telah melalui pemeriksaan karantina tumbuhan untuk memastikan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dan aman untuk diperdagangkan secara internasional. 

Proses sertifikasi dilakukan oleh petugas karantina meliputi pemeriksaan fisik dan verifikasi dokumen sesuai dengan ketentuan perkarantinaan serta persyaratan negara tujuan.

"Kita mengapresiasi ekspor gula aren, ini membuktikan bahwa produk lokal Sumsel mampu menembus pasar internasional. Karantina akan terus mendukung melalui layanan sertifikasi dan pengawasan agar komoditas kita terjamin aman, sehat, dan sesuai ketentuan negara tujuan,” kata Sri Endah dalam keterangan rilisnya, Kamis (25/9/2025). 

Baca juga: Kolang-Kaling Asal Sumsel Rambah Pasar Ekspor, Perdana Bakal Dikirim 19,7 Ton ke Thailand

Sementara itu prosesi pelepasan ekspor dilakukan Rabu (24/9) dengan penyerahan langsung Phytosanitary Certificate oleh Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, kepada eksportir sebagai bentuk dukungan pemerintah pusat dan daerah dalam memperluas pasar produk lokal ke mancanegara. 

Wakil Gubernur Sumsel, Cik Ujang, menegaskan bahwa pencapaian ekspor perdana ini harus menjadi penyemangat bagi UMKM lokal untuk terus menjaga kualitas produk. 

"Ini adalah bukti nyata bahwa produk lokal kita memiliki kualitas dan daya saing. Jaga mutu produk, karena yang kita hadapi adalah standar internasional. Jangan anggap sepele, karena kualitas adalah kunci keberlanjutan ekspor kita,” kata Cik Ujang.

Sebagai informasi, eksportir gula aren ini merupakan pelaku UMKM binaan Bank Indonesia yang telah mengikuti program pengembangan UMKM dengan predikat Wirausaha Bank Indonesia (WUBI) 2025,yang digelar oleh Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan. 

Pada kesempatan yang sama, juga dilakukan ekspor produk khas Sumsel lainnya, yakni kerupuk kemplang, sebagai wujud nyata keberhasilan UMKM lokal menembus pasar internasional.

Selain jaminan kesehatan dan keamanan produk, Karantina Sumsel juga menekankan pentingnya sistem ketertelusuran untuk setiap komoditas ekspor. 

Hal tersebut untuk memastikan asal-usul produk berasal dari Sumatera Selatan, sehingga meningkatkan kepercayaan negara tujuan sekaligus memperkuat branding “Produk Sumsel” di pasar global.

Ekspor perdana gula aren ini sekaligus menjadi momentum penting dalam mendorong diversifikasi produk ekspor asal Sumsel. 

Tidak hanya bertumpu pada komoditas utama seperti kopi, kelapa, dan karet, kini Sumsel mulai membuka jalan bagi komoditas olahan pangan lainnya untuk memperkuat posisi Indonesia di pasar global.

Karantina Sumsel menegaskan bahwa langkah ini menjadi dorongan kuat untuk semakin banyak UMKM Sumsel yang Go Ekspor di masa mendatang.
 

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved