Demo Mahasiswa di Palembang
Ini 8 Tuntutan BEM Nusantara Sumsel saat Unjuk Rasa di DPRD, dari UU Perampasan Aset hingga Soal BBM
Aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Sumsel di depan gedung DPRD Provinsi Sumsel diwarnai
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Moch Krisna
Ringkasan Berita:
- Aliansi BEM Nusantara Sumsel menggelar aksi damai di depan gedung DPRD Sumsel dan mengeluarkan kartu merah sebagai simbol kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo.
- Tuntutan Ekonomi dan Sosial: Mahasiswa membawa delapan tuntutan, di antaranya stabilitas rupiah, penolakan program prematur, masalah kelangkaan serta kenaikan BBM, hingga pengesahan UU Perampasan Aset.
- Tuntutan Diterima DPRD: Massa akhirnya membubarkan diri secara tertib setelah Ketua DPRD Sumsel menerima poin aspirasi mereka
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Aksi unjuk rasa aliansi mahasiswa yang tergabung dalam BEM Nusantara Sumsel di depan gedung DPRD Provinsi Sumsel diwarnai aksi ratusan mahasiswa mengeluarkan kartu merah. Hal itu dilakukan sebagai simbol kekecewaan dan kritik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Senin (15/6/2026). Aksi unjuk rasa tersebut berlangsung damai tanpa adanya kericuhan.
Pantauan Tribunsumsel.com, sekitar pukul 15.30 WIB aksi unjuk rasa selesai setelah Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdi didampingi anggota Abdullah Taufik menemui para mahasiswa.
Di sela-sela aksi, mereka sempat mengeluarkan kartu merah saat Ketua DPRD Provinsi Sumsel Andie Dinialdi berada di tengah massa.
Aksi dilakukan di tengah jalannya orasi yang berlangsung bergantian dari perwakilan mahasiswa di depan gedung dewan. Suasana demonstrasi dipenuhi sorakan dan yel-yel dari peserta aksi.
"Kami angkat kartu merah untuk program yang tidak mementingkan rakyat," ujar koordinator aksi.
Adapun delapan tuntutan yang disuarakan mahasiswa yakni :
- Menyelamatkan nilai rupiah sebagai simbol kedaulatan ekonomi nasional.
- Membubarkan DPR jika aspirasi yang disuarakan tidak disampaikan.
- Memberikan ultimatum kepada Presiden Prabowo Subianto dan Gubernur Sumsel Herman Deru selama 7 kali 24 jam apabila tidak bisa menstabilkan harga hingga ke pelosok daerah.
- Menolak program MBG dan Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap sebagai program yang prematur.
- Mengesahkan Undang-Undang Perampasan Aset sebagai bentuk pemberantasan korupsi
- Mengecam kejahatan sipil yang dibawa ke peradilan militer
- Menolak tindakan represif aparat setiap ada aksi unjuk rasa yang dilakukan.
- Menolak kenaikan harga BBM.
Mahasiswa berharap tuntutan yang mereka sampaikan dapat diteruskan dan mendapat tindak lanjut.
Ketua BEM Nusantara Sumsel, Ilham mengatakan, perwakilan mahasiswa menyoroti dugaan pemborosan anggaran pada sejumlah program pemerintah yang menurut mereka perlu dievaluasi. Mereka juga mengkritisi pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih yang dinilai belum berjalan optimal.
Selain itu, massa aksi menyinggung persoalan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kelangkaan solar dan Pertalite di sejumlah daerah, serta kenaikan harga Pertamax yang dianggap membebani masyarakat.
"Polanya seperti yang pernah terjadi sebelumnya, yang kami khawatirkan saat Pertamax dinaikkan kemudian Pertalite langka, takutnya Pertalite akan dihilangkan dari Republik ini," katanya.
Mahasiswa juga menyoroti sejumlah persoalan sosial lainnya, termasuk kasus penyiraman air keras yang mereka nilai perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah dan aparat penegak hukum.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Demo-BEM-Nusantara.jpg)