Demo Mahasiswa di Palembang
Isi 7 Tuntutan BEM se-Sumsel dalam Aksi "Indonesia Darurat" di Kantor DPRD Sumsel
Aksi Indonesia Darurat dikoordinatori oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, dengan korlap M Deri Setiawan
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
- Aliansi BEM se-Sumatera Selatan menggelar aksi unjuk rasa bertajuk Indonesia Darurat di depan Gedung DPRD Sumsel
- Massa menyampaikan tujuh tuntutan utama termasuk penolakan kenaikan harga BBM dan pengesahan RUU Perampasan Aset
- Aksi dikoordinatori oleh perwakilan UIN Raden Fatah Palembang dan diterima langsung oleh Ketua DPRD Sumsel
- Ratusan personel kepolisian dikerahkan untuk mengamankan jalannya demonstrasi di depan gerbang gedung legislatif
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Provinsi Sumsel, yang terletak di Jl. Kapten A. Rivai No.1, Lorok Pakjo, Kec. Ilir Bar. I, Kota Palembang, Sumsel, Senin (15/6/2026).
Aksi tersebut mengusung agenda "Indonesia Darurat" dan berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan.
Pantauan Tribunsumsel.com, dalam aksinya, massa menyampaikan 7 poin tuntutan kepada pemerintah dan DPR.
Tuntutan tersebut dibacakan oleh korlap aksi.
Aksi tersebut dikoordinatori oleh Dewan Eksekutif Mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang, dengan korlap M Deri Setiawan dan Koordinator aksi M Noval.
Baca juga: Breaking News : Mahasiswa Demo di DPRD Sumsel, Tuntutan Pembenahan Program MBG dan Pengelolaan Dana
7 tuntutan itu, yakni:
- Menghentikan pemborosan APBN
- Mendesak pemerintah mengambil langkah konkret terkait meningkatnya harga bahan pokok masyarakat.
- Menolak kenaikan harga BBM
- Hentikan program MBG dan KDMP yang dinilai merupakan program prematur sehingga menimbulkan carut marut di tengah kondisi krisis.
- Mendesak untuk mengesahkan RUU Perampasan Aset
- Mendesak DPR RI untuk menjadi representatif hak-hak yang berkeadilan,
- Menolak UU Polri dan hentikan militerisme di ranah sipil.
Massa sendiri hanya bisa melakukan orasi di depan gerbang pintu DPRD Sumsel, dengan pengaman dari pihak kepolisian yang sudah siap dari pagi hari.
Baca juga: Breaking News : Demo Mahasiswa Soal BBM & MBG di Lubuklinggau Ricuh, Tarik-Menarik Ban dengan Polisi
Pihak kepolisian sendiri menurunkan ratusan personel untuk mengamankan dan sejumlah peralatan taktis untuk mengamankan unjuk rasa.
Aksi massa sendiri diterima langsung ketua DPRD Sumsel Andie Dinialdie beserta sejumlah anggota DPRD Sumsel lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Sumsel terkait tanggapan atas 7 tuntutan yang disampaikan mahasiswa.
Baca berita lainnya di Google News
Bergabung dan baca berita menarik lainnya di saluran WhatsApp Tribunsumsel.com
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/demo-bem-se-sumsel-indonesia-darurat-di-dprd-sumsel-palembang.jpg)