Berita Palembang
Masuki Musim Kemarau, Dinkes Sumsel Imbau Warga Waspada DBD hingga ISPA, Gencarkan PHBS
Kondisi ini sering terjadi ketika masyarakat menyimpan cadangan air akibat berkurangnya pasokan air selama musim kemarau.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Sri Hidayatun
Ringkasan Berita:
- Memasuki musim kemarau yang diprakirakan berlangsung hingga Oktober nanti, Dinas Kesehatan Sumatera Selatan meminta masyarakat untuk lebih waspada terhadap berbagai risiko penyakit.
- Bukan cuma suhu panas ekstrem yang bisa mencapai lebih dari 34°C, terbatasnya air bersih dan ancaman debu/asap karhutla juga memicu penularan penyakit seperti DBD, ISPA, diare, tifus, hingga heatstroke.
- Beberapa wilayah seperti Banyuasin, Muba, dan OKI rawan keterbatasan air bersih
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Memasuki musim kemarau yang diperkirakan berlangsung dari Mei- Oktober, Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel mengimbau agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap sejumlah penyakit yang berpotensi meningkat akibat cuaca panas, rendahnya kelembapan udara, serta terbatasnya ketersediaan air bersih.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sumatera Selatan, Ira Primadesa, mengatakan musim kemarau bukan hanya identik dengan suhu tinggi, tetapi juga membawa berbagai risiko kesehatan yang perlu diantisipasi sejak dini.
"Penyakit yang perlu mendapat perhatian antara lain Demam Berdarah Dengue (DBD), Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), diare, tifus, konjungtivitis, heatstroke, penyakit kulit, hingga campak dan rubella," kata Ira saat dikonfirmasi Tribunsumsel.com, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, musim kemarau bukan untuk ditakuti, tetapi harus dihadapi dengan kesiapan. Masyarakat perlu mengenali penyakit yang berpotensi meningkat dan melakukan langkah pencegahan sejak awal.
Ia menjelaskan, kasus DBD tetap berpotensi meningkat saat kemarau karena nyamuk aedes aegypti berkembang biak di tempat penampungan air bersih seperti bak mandi, drum, maupun dispenser.
Kondisi ini sering terjadi ketika masyarakat menyimpan cadangan air akibat berkurangnya pasokan air selama musim kemarau.
"Gejala DBD yang perlu diwaspadai meliputi demam tinggi selama dua hingga tujuh hari, muncul bintik merah pada kulit, nyeri otot dan sendi, serta mual," katanya
Selain itu, ISPA juga menjadi ancaman serius di Sumsel yang dikenal sebagai daerah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Debu dan asap akibat karhutla dapat mengiritasi saluran pernapasan, terutama pada anak-anak dan lanjut usia.
"Batuk, pilek, sakit tenggorokan, hingga sesak napas harus segera ditangani. Jika tidak, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi pneumonia,” ujarnya.
Baca juga: ISPA hingga DBD Mengintai Saat Pancaroba dan Kemarau, Dinkes Sumsel Imbau Waspada
Ira menambahkan, keterbatasan air bersih selama kemarau juga meningkatkan risiko penyakit diare dan tifus. Penurunan kualitas air sungai maupun sumur dapat mempermudah masuknya bakteri penyebab penyakit melalui makanan dan minuman yang kurang higienis.
Menurutnya, masyarakat perlu memperhatikan kebersihan makanan, terutama jajanan yang dijual di tempat terbuka. Gejala yang umum muncul antara lain buang air besar cair lebih dari tiga kali sehari, demam, mual, dan tubuh terasa lemas.
Di sisi lain, kondisi udara yang kering dan berdebu juga dapat memicu konjungtivitis atau mata merah. Penyakit ini mudah menular melalui kontak tangan maupun penggunaan handuk secara bergantian.
“Anak-anak sekolah sering menjadi kelompok yang rentan terkena wabah konjungtivitis karena penularannya berlangsung sangat cepat,” katanya.
Suhu udara yang dapat mencapai lebih dari 34 derajat Celsius pada siang hari juga meningkatkan risiko heatstroke dan kelelahan akibat panas (heat exhaustion). Kelompok yang banyak beraktivitas di luar ruangan seperti petani, nelayan, pekerja konstruksi, pedagang pasar, hingga pelajar menjadi yang paling rentan mengalami dehidrasi.
Gejala heatstroke antara lain pusing, mual, kulit terasa panas dan kering, hingga kehilangan kesadaran atau pingsan.
| Sempat Kejar-kejaran, Pencuri HP di Palembang Ditangkap Korbannya Saat Naik Ojek, Dibawa ke Polisi |
|
|---|
| Kabar Gembira, Gaji ke-13 ASN dan PPPK Pemprov Sumsel Cair Awal Juni 2026, ini Jadwalnya |
|
|---|
| Debut Manis Porsiba FC Tanjung Enim di Liga 4 Nasional, Menang Tipis 1-0 atas Wamena United |
|
|---|
| Naik Bus AKAP Tujuan Jakarta, Warga Aceh Ditangkap Bawa 614 Gram Sabu di Terminal Betung Banyuasin |
|
|---|
| Diduga Hindari Sepeda Motor, Angkot Jurusan Kertapati-Ampera Terbalik di Depan UKB Palembang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Dinkes-Sumsel-imbau-masyarakt-waspada-penyakit-DBD-hingga-ISPA.jpg)