Berita Palembang

Masuki Musim Kemarau, Dinkes Sumsel Imbau Warga Waspada DBD hingga ISPA, Gencarkan PHBS

Kondisi ini sering terjadi ketika masyarakat menyimpan cadangan air akibat berkurangnya pasokan air selama musim kemarau.

Tayang:
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Sri Hidayatun
Tribun Sumsel/Google Play
Memamsuki musim kemarau mulai Mei- Oktober, Dinkes Sumsel imbau masyarakt waspada penyakit DBD hingga ISPA 

Selain itu, penyakit kulit seperti scabies, kurap, dan panu juga berpotensi meningkat akibat produksi keringat yang tinggi serta berkurangnya frekuensi mandi karena keterbatasan air. Kasus seperti ini kerap ditemukan di lingkungan asrama, pesantren, maupun rumah kos.

Ira juga mengingatkan pentingnya menjaga cakupan imunisasi campak dan rubella (MR). Meski bukan penyakit yang secara khusus muncul saat kemarau, penularannya dapat meningkat karena aktivitas masyarakat yang lebih banyak dilakukan di ruang tertutup seperti sekolah, tempat ibadah, maupun ruangan berpendingin udara.

Menurutnya, Sumsel memiliki sejumlah faktor yang membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap penyakit saat musim kemarau.

Selain kondisi iklim yang panas dan rawan karhutla, beberapa wilayah seperti Banyuasin, Musi Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir masih menghadapi tantangan akses air bersih ketika kemarau berlangsung.

Di samping itu, kepadatan penduduk di kota-kota seperti Palembang, Prabumulih, dan Lubuklinggau juga mempercepat penyebaran penyakit menular seperti ISPA dan konjungtivitis.

Untuk mencegah berbagai penyakit tersebut, Dinkes Sumsel mengimbau masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Pencegahan DBD dapat dilakukan melalui gerakan 3M Plus, yakni menguras tempat penampungan air, menutup wadah air, dan mendaur ulang atau mengubur barang bekas yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.

Masyarakat juga dianjurkan menggunakan masker saat kondisi berdebu atau terjadi kabut asap, memperbanyak konsumsi air putih, memasak air hingga mendidih, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, serta memilih makanan yang terjamin kebersihannya.

Sementara untuk mencegah heatstroke, masyarakat disarankan menghindari aktivitas berat pada pukul 11.00 hingga 15.00 WIB, menggunakan pakaian yang nyaman, serta memenuhi kebutuhan cairan tubuh.

“Jika muncul gejala penyakit, jangan menunda pemeriksaan ke puskesmas atau fasilitas kesehatan tingkat pertama agar dapat ditangani lebih cepat,” kata Ira.

Baca berita lainnya di google news

Ikuti dan gabung di saluran WhatsApps Tribunsumsel.com

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved