Bus ALS Kecelakaan di Muratara

Pusdokkes Polri Periksa DNA Korban Bus ALS Kecelakaan Maut di Muratara, Hasilnya Paling Cepat 5 Hari

Tim lab Pusdokkes Polri mulai memeriksa sampel DNA para korban tewas kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki di Muratara.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: andyka wijaya | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Sripoku/Andyka Wijaya
KONFERENSI PERS -- Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto (tengah) dalam keterangannya, Sabtu (9/5/2026) mengatakan, tim lab Pusdokkes Polri mulai mengerjakan pemeriksaan terhadap sampel DNA para korban tewas kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki di Muratara.  

Ringkasan Berita:
  • Tim lab Pusdokkes Polri mulai memeriksa sampel DNA para korban tewas kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki di Muratara. 
  • Paling cepat 5 hari sejak sampel diterima oleh petugas lab DNA.
  • Saat ini, dua korban selamat masih dalam perawatan intensif, di antaranya Jumiatun yang berada di ruang ICU dengan kondisi kritis akibat luka bakar 95 persen.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Tim lab Pusdokkes (Pusat Kedokteran dan Kesehatan) Polri mulai mengerjakan pemeriksaan terhadap sampel DNA para korban tewas kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki di Muratara. 

Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Bhayangkara Moh. Hasan Palembang, Kombes Pol dr Budi Susanto, mengatakan hasil pemeriksaan tersebut paling cepat akan keluar 5 hari kemudian. 

"Dalam beberapa hari hasil DNA bisa segera ditayangkan, paling cepat 5 hari sejak sampel diterima oleh petugas lab DNA," ujarnya, Sabtu (9/5/2026). 

Namun hingga kini, masih ada sampel DNA keluarga korban yang belum tiba di Palembang.

Untuk itu pihak RS Bhayangkara Moh. Hasan sudah berkoordinasi dengan Polda Jateng, Polda Sumut, dan Polda Aceh.

"Nanti rekan DVI di wilayah tersebut masih mengumpulkan properti milik korban untuk dicocokkan DNA," ujarnya. 

Lanjut dikatakannya, pemeriksaan hingga saat ini masih terus dilakukan.

"Ya, hingga hari ini ada 17 jenazah langsung, sudah diidentifikasi jenis kelaminnya, dan dilakukan pengambilan sampel DNA, termasuk di dalam 17 sampel itu ada satu temuan korban anak," ungkapnya, Sabtu (9/5/2026), siang.

Baca juga: Pilu Korban Bus ALS di Muratara, Tim DVI Temukan Jenazah Balita Menempel di Dekapan Orang Dewasa

Dikatakan dr. Budi, setelah dilakukan pemeriksaan ulang, tim DVI RS Bhayangkara Moh. Hasan menemukan satu sampel anak yang diperkirakan berusia di bawah lima tahun. 

Kemudian, korban hidup yang dirawat sebelumnya ada empat orang, namun pada Jumat (8/5/2026) satu korban meninggal dunia atas nama Tahrul.

"Nah, tadi malam sudah dievakuasi sekitar pukul 09.00, berangkat dari RSUD Rupit, tiba di RS Bhayangkara Moh. Hasan sekitar pukul 02.00 dini hari, dan pukul 03.00 dini hari diberangkatkan ke Tegal," katanya.

Sambung dr. Budi, yang masih dirawat di rumah sakit ada dua orang, yakni Ngadiono (44) kondisinya saat ini membaik dan sudah bisa komunikasi.

Lalu pasien kedua yakni Jumiatun (35), saat diterima kondisinya memburuk dan tensinya sangat tinggi.

"Tapi saat ini kondisi sudah stabil, pasien sudah mulai tenang," tegasnya, sambil mengatakan pasien terus dipantau perawat dan dokter jaga.

Korban Jumiatun saat ini masih dilakukan perawatan di ICU RS Bhayangkara Moh. Hasan karena mengalami luka bakar 95 persen, jadi pasien ditidurkan karena pasien gelisah.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved