Bus ALS Kecelakaan di Muratara

Tragedi Bus ALS Kecelakaan Maut di Muratara, Bupati dan DPRD Sumsel Desak Pusat Benahi Jalinsum

Kecelakaan maut antara bus ALS dan truk tangki di Jalinsum Muratara yang menelan belasan korban jiwa memicu perhatian serius DPRD Sumsel.

Tayang:
Istimewa
KECELAKAAN -- Bus ALS hangus terbakar usai alami kecelakaan maut di Muratara menelan belasan korban jiwa, Rabu (6/5/2026). DPRD Sumsel dan Bupati Muratara, Devi Suhartoni mendesak pemerintah pusat segera membenai Jalinsum termasuk di lokasi kecelakaan maut tersebut. 

“Biasanya perbaikan itu dilakukan setahun sekali sebelum Lebaran atau mau Tahun Baru diperbaiki, tapi sekarang tidak ada. Ini bukan saling melempar tanggung jawab, tetapi kalau berbicara jalan nasional itu tanggung jawab Kementerian Perhubungan untuk keselamatan. Dan saat saya Wakil Bupati, pihak Kementerian Perhubungan ada yang datang dan saya bilang di jalan nasional itu banyak kecelakaan karena tingkat kecelakaannya cukup tinggi di Indonesia, sehingga perlu ada perhatian serius dan saat ini lagi progres,” ujarnya.

Penyebab Kecelakaan, Hindari Lubang

Berdasarkan hasil olah TKP oleh Ditlantas Polda Sumsel dan Satlantas Polres Musirawas Utara, penyebab utama kecelakaan maut di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kecamatan Karang Jaya ini adalah upaya bus menghindari lubang.

Kapolres Muratara, AKBP Rendy Surya Aditama, menjelaskan bahwa bus ALS dengan nomor polisi BK-7778-DL yang dikemudikan Alif hilang kendali saat mencoba menghindari lubang jalan.

"Bus berbelok ke kanan dari arah Lubuk Linggau menuju Jambi, kemudian menabrak mobil tangki Seleraya dari arah berlawanan. Akibat kejadian tersebut, pengemudi dan penumpang mobil Seleraya meninggal dunia terbakar di dalam mobil," ungkap AKBP Rendy.

Petugas juga menemukan sejumlah barang bawaan yang diduga memicu besarnya api, di antaranya:

Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk kemungkinan pemanggilan pihak manajemen bus ALS untuk dimintai keterangan terkait standar operasional dan prosedur pengangkutan penumpang.

Daftar Korban

17 korban tewas : 

  1. Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).
  2. Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).
  3. Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).
  4. Saf (50) – Kenek Bus ALS (Warga Medan).
  5. Maleh (42) – Kru Bus ALS (Warga Medan).
  6. Relodo – Penumpang Bus ALS.
  7. Zulkifli – Penumpang Bus ALS.
  8. Aldi Sulistiawan – Penumpang Bus ALS.
  9. Rani – Penumpang Bus ALS (Istri Aldi Sulistiawan).
  10. Bela – Penumpang Bus ALS (Anak dari Aldi dan Rani).
  11. Celinton - Penumpang Bus ALS
  12. Hisyamsiah Bachri -  Penumpang Bus ALS
  13. Sukardi  -  Penumpang Bus ALS
  14. Salim  -  Penumpang Bus ALS
  15. Budiyanto  -  Penumpang Bus ALS
  16. Barhul Ulum  -  Penumpang Bus ALS
  17. Muhammad Tahrul Hubaidi (31) -  Penumpang Bus ALS

3 Korban Selamat

Hingga saat ini, tercatat ada 3 orang yang selamat dan mendapat perawatan medis. 

Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit.

  1. Jumiatun (35),  dan 
  2. Ngadiono, warga Pati, Jawa Tengah (Luka bakar).
  3. Korban diperbolehkan pulang : M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau (Luka lecet/ringan).

 

 

Baca artikel menarik lainnya di Google News

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved