BUS KECELAKAAN MAUT -- Kondisi bus ALS yang mengalami kecelakaan lalu terbakar di Simpang Danau Kecamatan Karang Jaya, Muratara, Rabu (6/5/2026). Sebanyak 16 orang meninggal dunia akibat kecelakaan ini.
Satu keluarga kecil turut menjadi korban dalam kobaran api kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan truk tangki BBM di perlintasan Muratara
Bus ALS dengan mobil tangki BBM milik PT Seleraya adu kambing di Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumsel pada Rabu (6/5/2026) sekira pukul 12.39 WIB.
TRIBUNSUMSEL.COM- Sebanyak 16 korban jiwa kecelakaan maut antara bus Antar Lintas Sumatra (ALS) dengan truk tangki BBM telah tiba di RS Bhayangkara Palembang.
Yang paling memilukan, satu keluarga kecil turut menjadi korban dalam kobaran api tersebut.
Berikut adalah identitas korban tewas :
Aryanto (49) – Pengemudi Mobil Tangki Seleraya (Warga Lubuk Linggau).
Martoni (48) – Penumpang Mobil Tangki Seleraya (Warga Musi Rawas Utara).
Alif (44) – Pengemudi Bus ALS (Warga Jawa Tengah).
Hingga saat ini, tercatat ada 4 orang yang berhasil lolos dari maut.
Tiga di antaranya mengalami luka bakar serius akibat ledakan minyak mentah dan saat ini tengah berjuang dalam perawatan intensif di RSUD Rupit.
Jumiatun (35).
Ngadiono (44). Juamiatun dan Ngadiono adalah warga Pati, Jawa Tengah (Luka bakar).
Muhammad Fahrul Hubaidi (31), warga Tegal (Luka bakar).
Korban diperbolehkan pulang : M. Fadli bin Ibrahim (30), kenek Bus ALS asal Riau (Luka lecet/ringan).
Kabid Dokkes Polda Sumsel mengimbau bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarga dalam rute perjalanan bus ALS tersebut untuk segera merapat ke RS Bhayangkara Palembang.
Polda Sumatera Selatan resmi membuka Posko Disaster Victim Identification (DVI) di Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan, Palembang, Kamis (7/5/2026).
Langkah ini diambil guna mempercepat identifikasi 16 jenazah korban kecelakaan maut bus ALS vs truk tangki BBM di Muratara yang tiba di Palembang sekitar pukul 05.10 WIB hingga pukul 05.32 WIB.
KORBAN KECELAKAAN BUS -- Petugas Rumah Sakit Bhayangkara Moh Hasan Palembang mengangkut kantong jenazah korban lakalantas maut Bus ALS dengan truk tangki di Muratara, Kamis (7/5/2026) subuh. Proses identifikasi oleh tim DVI Polri dibantu oleh 7 orang dokter forensik. (Tribunsumsel.com/Rachmad Kurniawan)
Kabid Dokkes Polda Sumsel, AKBP Andrianto, menjelaskan bahwa proses identifikasi menjadi tantangan berat bagi tim medis.
Hal ini dikarenakan mayoritas korban ditemukan dalam kondisi luka bakar serius yang menyulitkan pengenalan secara fisik.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh keluarga yang merasa memiliki anggota keluarga di dalam bus ALS tersebut untuk segera mendatangi Posko DVI.
Keluarga diminta membawa data-data pendukung untuk proses identifikasi primer maupun sekunder, antara lain:
Identitas resmi (KTP/Kartu Keluarga/ijazah).
Data medis (hasil rontgen gigi, catatan medis, atau ciri fisik khusus).
Data profil DNA jika diperlukan.
Kabiddokkes Polda Sumsel, AKBP dr. Andrianto mengatakan, tindakan pemeriksaan jenazah akan dilakukan pagi ini dibantu dengan tim DVI yang sudah dibentuk.
"InsyaAllah pagi ini jam 8 pagi kami mulai. Tindakan yang akan dilakukan sesuai dengan yang direncanakan tim DVI, kita juga menunggu tim dari Jakarta," ujar Andrianto.
Pemeriksaan dan proses identifikasi jenazah dibantu oleh 30 orang tenaga medis serta tujuh orang dokter forensik.