Dokter Internship RSUD Meninggal Dunia

Berduka, dr. Gia Pratama Soroti Meninggalnya dr. Myta Dokter Internship: Sakitmu Harus Didengar

"Lelahmu Valid, Sakitmu Harus Didengar" Dalam tulisannya, dr. Gia menekankan bahwa para dokter internsip bukanlah mesin yang bisa bekerja tanpa batas

Tayang:
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Weni Wahyuny
Instagram/ @giapratamamd
BERDUKA - dr. Gia Pratama bagikan unggahan menyentuh lewat laman instagram pada Sabtu (2/5/2026) menyoroti kasus wafatnya dr. Myta Aprilia akibat kelelahan bekerja sebagai dokter internship di RSUD KH Daud Arif, Jambi. 

Unggahan dr. Gia Pratama ini kini ramai dibagikan oleh ribuan netizen dan sejawat dokter lainnya sebagai bentuk solidaritas dan dukungan atas tuntutan investigasi transparan yang juga disuarakan oleh BEM KM FK Unsri serta Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat.

Baca juga: Momen dr. Myta Pernah Koas di RSUD Sekayu Sebelum Tugas di RSUD KH Arif Daud dan Meninggal

Myta mengembuskan napas terakhir setelah menjalani masa kritis di ruang ICU RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang.

Berdasarkan data yang dihimpun dari surat beredar dari IKA FK Unsri, kondisi kesehatan dr. Myta dilaporkan sudah mulai menurun sejak Maret 2026 saat bertugas di RSUD K.H. Daud Arif, Kuala Tungkal, Jambi. 

Meski sudah melaporkan gejala sakit, dr. Myta Aprilia diduga tetap dijadwalkan untuk berjaga malam dalam kondisi demam tinggi dan sesak napas.

Kondisinya kian memburuk hingga saturasi oksigennya anjlok di bawah 80 persen. 

Akibat kondisi yang sangat kritis, ia kemudian dirujuk ke RSMH Palembang untuk mendapatkan perawatan intensif sebelum akhirnya dinyatakan wafat. 

Dengan meninggalnya dr. Myta membuat IKA FK Unsri melapor ke Kemenkes.

Keluarga Minta Investigasi

Terkait munculnya surat dari Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) yang meminta investigasi, pihak keluarga mengaku mengetahui informasi tersebut dari media sosial. Keluarga menyatakan dukungan terhadap upaya tersebut.

Meski begitu, keluarga menegaskan bahwa mereka tidak ingin berspekulasi atau menyalahkan pihak tertentu, melainkan berharap adanya kejelasan dan perbaikan sistem ke depan.

“Kami mendukung langkah IKA FK Unsri untuk dilakukan investigasi, agar ada perbaikan sistem kerja bagi dokter internship ke depan. Kami tidak ingin ada kejadian serupa terulang,” kata dr Pebri Mahardika, perwakilan keluarga almarhumah.

Diketahui, dr Myta merupakan putri dari pasangan Khadriatul Azmi dan Okta Yusri, SKM., M.M, yang juga menjabat sebagai Kepala Puskesmas Mekakau Ilir, Kabupaten OKU Selatan. 

Kehilangannya menjadi pukulan berat, terutama karena ia disebut sebagai tumpuan keluarga.

Ia mengungkapkan bahwa keluarga masih dalam kondisi berduka mendalam atas kepergian dr Myta.

“Almarhumah ini merupakan harapan besar keluarga. Sebentar lagi seharusnya menyelesaikan program internship dan menjadi dokter umum,” ujarnya.

dr Myta diketahui menjalani program dokter internship dari Kementerian Kesehatan RI di Provinsi Jambi, tepatnya di Kabupaten Kuala Tungkal.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved