Berita Palembang

Suasana Haru Jumat Agung di Gereja St Yoseph Palembang, Tangis Umat Pecah Saat Prosesi Tablo

Umat Kristiani di Gereja Katolik Paroki St. Yoseph Palembang memperingati Jumat Agung 2026 dengan menggelar drama kolosal Tablo Jalan Salib

Tayang:
Penulis: Angga Azka | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Sripoku.com/Angga Azka
TABLO JUMAT AGUNG -- Suasana khidmat menyelimuti Gereja Katolik Paroki St. Yoseph, Jalan Jend. Sudirman, Palembang, saat pementasan Tablo kolosal memperingati Jumat Agung, (3/4/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Umat Kristiani di Gereja Katolik Paroki St. Yoseph Palembang memperingati Jumat Agung 2026 dengan menggelar drama kolosal Tablo Jalan Salib yang penuh haru.
  • RD Hyginus Gono Pratowo, Pastor Gereja Katolik Paroki St. Yoseph, mengungkapkan bahwa Jumat Agung memiliki makna mendalam sebagai momen perenungan atas kasih Allah melalui pengorbanan Yesus Kristus.
  • Pemeran pengawal Romawi dan pemeran Yesus tampil sangat menjiwai sehingga penonton dapat merasakan penderitaan yang dialami Yesus.

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Gereja Katolik Paroki St. Yoseph yang terletak di Jalan Jend. Sudirman, Kecamatan Ilir Timur I Palembang mengadakan Tablo (drama prosesi) pengadilan Yesus Kristus memperingati Jumat Agung yang jatuh pada hari ini, Jumat (3/4/2026).

Diketahui, umat Kristiani di seluruh dunia memperingati Jumat Agung sebagai hari suci untuk mengenang penyaliban, wafat, dan penguburan Yesus Kristus di Bukit Golgota. 

Perayaan ini jatuh pada hari Jumat sebelum Minggu Paskah dan menjadi bagian penting dalam rangkaian Trihari Suci.

Di Gereja Katolik Paroki St. Yoseph Palembang, pertunjukan Tablo menunjukkan adegan meliputi penyiksaan, pemakaian mahkota duri, hingga penyaliban atas perintah Pontius Pilatus.

Pastor Gereja Katolik Paroki St. Yoseph, RD Hyginus Gono Pratowo, mengungkapkan bahwa Jumat Agung memiliki makna mendalam sebagai momen perenungan atas kasih Allah melalui pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib demi menebus dosa umat manusia.

Hari ini juga dikenal dengan sebutan Good Friday, yang melambangkan harapan dan keselamatan bagi umat beriman.

"Jumat Agung ini kita memperingati wafatnya Yesus Kristus dengan menyaksikan langsung Tablo yang merupakan penghormatan dan ibadah lainnya," ujar Pastor Paroki St. Yoseph saat dijumpai di lokasi pada Jumat (3/4/2026).

Tablo diawali dengan doa pembuka, dilanjutkan adegan Yesus berdoa di Bukit Zaitun.

Ketegangan mulai terasa saat adegan sakratulmaut, godaan iblis, hingga penangkapan oleh serdadu Romawi dimainkan dengan penghayatan penuh.

Iringan lagu Ratapan Yeremia dari mini choir pun menambah kesyahduan suasana.

Dalam peringatannya, umat Kristiani menjalankan berbagai bentuk ibadah seperti puasa dan pantang, serta mengikuti Jalan Salib yang menggambarkan perjalanan sengsara Yesus menuju penyaliban. Suasana ibadah berlangsung khidmat dan penuh refleksi.

Umat yang hadir terlihat sangat fokus menyaksikan Tablo tersebut.

Menurut Pastor, Tablo Jalan Salib bukan sekadar pertunjukan, melainkan tradisi sakral yang digelar setiap Jumat Agung untuk perenungan bersama akan kisah kasih yang tak terbatas.

Dalam kisah Tablo sengsara tahun 2026 ini, Keuskupan Agung Palembang secara khusus mengajak umat untuk "Berjaga-jaga dan Berdoa" dengan merenungkan sengsara-Nya serta menghayati firman yang disabdakan-Nya selama perjalanan ke Kalvari.

"Kita berharap agar Kristus yang bangkit menyemangati dan membantu umat manusia mewujudkan keluarga sebagai ecclesia domestica. Jalan Salib juga mengungkapkan tanggung jawab manusia sebagai murid-murid-Nya agar keluarga semakin termotivasi menampakkan ciri khas kekatolikan," ujarnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved