Gerhana Bulan

Ini Jam Lihat Gerhana Bulan 3 Maret 2026 di Palembang, Hiasi Langit Sumsel Saat Ramadan

Penampakan bulan purnama sempurna Selasa, 3 Maret 2026 bisa dilihat termasuk di wilayah Sumatra Selatan, termasuk Kota Palembang

|
Penulis: Hartati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
TRIBUNSUMSEL.COM/WINANDO DAVINCHI
GERHANA BULAN TOTAL -- Masyarakat Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan yang menyaksikan fenomena alam langka gerhana bulan total, Minggu (7/8/2025) malam. Tahun 2026 ini, gerhana bulan akan terjadi pada Selasa (3/3/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Penampakan bulan purnama sempurna Selasa, 3 Maret 2026 bisa dilihat termasuk di wilayah Sumatra Selatan, termasuk Kota Palembang
  • Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis sejajar
  • Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada malam ini, 3 Maret 2026, akan terjadi penampakan bulan purnama sempurna yang dapat disaksikan mulai setelah waktu Magrib bulan Ramadan ini.

Fenomena bulan purnama tersebut dapat terlihat dengan mata telanjang termasuk di wilayah Sumatra Selatan, termasuk Kota Palembang, pada malam hari ini.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, M.Si., mengatakan, Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi matahari, bumi, dan bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama.

Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis sejajar.

"Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia termasuk Palembang," katanya menjawab pertanyaan wartawan Tribunsumsel.com, Selasa (3/3/2026).

Baca juga: Padahal Musim Hujan, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Udara di Sumsel Terasa Lebih Panas Saat Ramadan 2026

Siswanto menambahkan, untuk wilayah barat Indonesia, gerhana bulan akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung atau fase totalitas atau puncak sesaat setelah bulan terbit.

Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi.

Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan bulan.

Fenomena Gerhana Bulan akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB atau tengah malam di wilayah WIT saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi.

"Untuk dapat melihat fenomena alam ini, masyarakat diimbau untuk mencari lokasi pengamatan yang minim polusi cahaya dan memiliki pandangan langit yang cerah ke arah terbitnya bulan," tutup Siswanto.

Waktu Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026:

Indonesia Barat (WIB): 16.50–20.17 WIB

Indonesia Tengah (WITA): 17.50–21.17 WITA

Indonesia Timur (WIT): 18.50–22.17 WIT

Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan :

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved