Gerhana Bulan

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 Mulai Jam Berapa? Ini Waktu Berlangsung dan Durasinya

Artikel ini berisi informasi seputar jadwal waktu mulainya gerhana bulan Total hari ini, Selasa 3 Maret 2026 dan durasinya.

Tribunnews.com
ILUSTRASI GERHANA BULAN - Waktu Berlangsung Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 dan Durasinya 

TRIBUNSUMSEL.COM - Gerhana Bulan Total akan berlangsung hari ini, Selasa 3 Maret 2026 mulai malam.

Persitiwa astronomis ini dapat disaksikan mulai setelah waktu Magrib bulan Ramadan ini dan bisa dilihat di wilayah Sumatra Selatan.

Fenomena Gerhana Bulan akan benar-benar berakhir sepenuhnya pada pukul 21.24 WIB atau tengah malam di wilayah WIT saat bulan keluar dari bayangan penumbra bumi.

Berikut jadwal berlangsungnya gerhana bulan total 3 Maret 2026.

  • Indonesia Barat (WIB): Pukul 16.50–20.17 WIB
  • Indonesia Tengah (WITA): Pukul 17.50–21.17 WITA
  • Indonesia Timur (WIT): Pukul 18.50–22.17 WIT

Namun, ada hal penting yang perlu diperhatikan :

Gerhana bulan hanya bisa terlihat saat malam hari, ketika bulan sudah terbit.

Sementara pada pukul 16.50–17.50 (WIB/WITA), sebagian besar wilayah Indonesia masih sore hari dan bulan umumnya belum terlihat jelas di atas ufuk.

Maka itu, kemungkinan waktu 16.50–17.50 adalah awal fase penumbra (yang memang sering tidak terlihat jelas dengan mata telanjang).

Fase total biasanya terjadi setelah matahari terbenam, ketika langit sudah gelap.

Kepala Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Siswanto, M.Si., mengatakan, Gerhana Bulan terjadi akibat dinamisnya posisi matahari, bumi, dan bulan, yang hanya terjadi pada saat fase bulan purnama

Gerhana Bulan Total secara spesifik terjadi ketika posisi matahari, bumi, dan bulan berada dalam satu garis sejajar.

"Fenomena alam ini dapat diamati secara langsung dari berbagai wilayah di Indonesia termasuk Palembang," katanya menjawab pertanyaan wartawan Tribunsumsel.com, Selasa (3/3/2026).

Siswanto menambahkan, untuk wilayah barat Indonesia, gerhana bulan akan ditemukan dalam kondisi sudah berlangsung atau fase totalitas atau puncak sesaat setelah bulan terbit.

Jika kondisi langit cerah, masyarakat dapat melihat bulan berubah warna menjadi merah saat puncak gerhana terjadi.

Warna merah ini merupakan hasil dari hamburan Rayleigh di atmosfer Bumi, di mana cahaya matahari dengan panjang gelombang pendek (biru) tersebar, sementara cahaya dengan panjang gelombang panjang (merah) lolos mencapai permukaan bulan.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved