Berita UMKM
Dari Dapur Rumahan ke Mancanegara, Maksuba Palembang Kini Tembus Hingga Pasar Eropa
Teksturnya yang lembut dengan cita rasa manis gurih menjadikan kue ini selalu hadir dalam momen spesial, terutama menjelang Idul Fitri.
Penulis: Angga Azka | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Kue Maksuba khas Palembang kini diminati hingga mancanegara, dengan pesanan datang dari Belanda dan Arab Saudi.
- UMKM rumahan milik Yus Elisa atau Bunda Rayya mampu memproduksi 100–300 loyang, termasuk varian inovasi Makjola yang menjadi best seller.
- Dengan bahan premium, Maksuba diklaim tahan lama sehingga aman dikirim hingga 45 jam untuk memenuhi pesanan luar negeri.
Laporan Wartawan Sripoku.com, Angga Azka
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Kue Maksuba yang merupakan khas Palembang kini tidak hanya dinikmati masyarakat Indonesia, tetapi juga dipesan hingga ke Eropa.
Teksturnya yang lembut dengan cita rasa manis gurih menjadikan kue ini selalu hadir dalam momen spesial, terutama menjelang Idul Fitri.
Salah satu pelaku UMKM rumahan, Yus Elisa atau yang akrab disapa Bunda Rayya, menyebut Maksuba sebagai kue telur paling ikonik dari Palembang.
Nama Maksuba sendiri berasal dari bahasa Arab “maksub” yang berarti “tersusun” atau “ditumpuk”, sesuai dengan teknik pembuatannya yang dipanggang berlapis-lapis.
“Untuk pembuatannya mulai dari 30 butir telur, gula pasir, santan kental. Nantinya bahan-bahan ini akan dicampur menjadi satu lalu dipanggang yang memakan waktu 3 jam,” ungkap Yus Elisa, Senin (2/3/2026).
Dalam satu loyang Maksuba, dibutuhkan 30–50 butir telur bebek, ditambah gula, santan kental, dan sedikit tepung terigu.
Adonan kemudian dituangkan tipis-tipis ke dalam loyang dan dipanggang lapis demi lapis di atas oven tradisional hingga berwarna kuning keemasan.
Hasilnya adalah kue yang padat dan lembut, dengan lapisan halus serta rasa manis gurih telur yang kaya. Aroma karamel alami dari proses pemanggangan panjang semakin menambah kelezatannya.
Lapisan yang terbentuk pun tidak selalu beraturan, justru menciptakan pola unik yang menggugah selera.
“Kue Maksuba memiliki 16 lapisan, di mana setiap satu lapisan harus dipanggang secara bertahap,” ujarnya sambil mengaduk adonan.
Baca juga: Daftar Harga Kue Basah Khas Palembang : Maksuba, Kojo, Lapis Legit, Engkak Mulai Dari Rp 350 Ribu
Baca juga: Momen Ganjar Pranowo Belajar Buat Kue Maksuba Khas Palembang, Teringat Kenangan Semasa Kecil
Maksuba pun dijuluki sebagai “ratu lapis” karena cita rasanya yang khas dan membuat penikmatnya ketagihan.
Untuk menjaga eksistensi kue tradisional ini, Bunda Rayya menghadirkan inovasi bernama Makjola, yakni perpaduan tiga kue khas Palembang: Maksuba, Bolu Kojo, dan Lapis Plum. Inovasi tersebut ia ciptakan saat mengikuti kontes Master Oleh-oleh tingkat provinsi pada 2017.
“Awalnya saya iseng-iseng membikin inovasi resep Makjola itu. Makjola singkatan dari Maksuba, Kojo, dan Lapis. Kue ini juga merupakan salah satu best seller yang banyak dipesan,” katanya.
| Melimpah di Ogan Ilir, Daun Ketapang Hingga Kulit Jengkol Bisa Jadi Bahan Pewarna Alami Kain Tenun |
|
|---|
| Jejak Rempah Hikmah Fajar, Warisan Rasa Dari Keluarga, Marketnya di Palembang hingga Mancanegara |
|
|---|
| Talang Ubi Timur PALI Didorong Jadi Ikon Kampung Jengkol, UMKM Keripik Jengkol Diperkuat |
|
|---|
| Ubah Nyinyiran Jadi Keberhasilan, Kisah Sukses UMKM Berlian Progo Hasilkan Cuan dari Kacang Poro |
|
|---|
| Manfaatkan Lahan Kosong di Sela Tanaman Sawit, Pria di Musi Rawas Raup Jutaan dari Tanam Kimpul |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Dari-Dapur-Rumahan-ke-Mancanegara-Maksuba-Palembang-Kini-Tembus-Hingga-Pasar-Eropa.jpg)