Berita Palembang
Berkah Ramadan, Kue Bunda Rayya Ramai Diburu Pelanggan dari Luar Kota Palembang
Bunda Rayya menjadi salah satu pengusaha kue di Kota Palembang yang merasakan berkah momentum ramadan.
Penulis: Linda Trisnawati | Editor: Shinta Dwi Anggraini
Ringkasan Berita:
- Pelaku UMKM Palembang, Bunda Rayya mulai kebanjiran orderan hampers dan kue Lebaran dari berbagai daerah di Indonesia
- Bunda Rayya menjelaskan, paket Mekkah menjadi varian paling lengkap dengan harga Rp 750 ribu.
- Sekitar 60 persen konsumen Kue Bunda Rayya berasal dari luar kota, sementara 40 persen dari wilayah Sumatera Selatan.
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Linda Trisnawati
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG -- Bunda Rayya menjadi salah satu pengusaha kue di Kota Palembang yang merasakan berkah momentum ramadan.
Meski Ramadan 1447 H/2026 baru memasuki hari ketiga, Bunda Rayya kini kebanjiran pesanan hampers dan kue Lebaran dari berbagai daerah di Indonesia.
Owner Kue Bunda Rayya, Yus Elisa atau yang akrab disapa Bunda Rayya, mengungkapkan bahwa tahun ini pihaknya meluncurkan tiga paket kue spesial bertema kota suci, yakni Paket Mekkah, Madinah, dan Jeddah.
“Untuk Ramadan 2026 kita ada Paket Mekkah, Paket Madinah, dan Paket Jeddah. Baru di luncurkan 1 jam saja sudah terjual 250 paket,” kata Bunda Rayya, Sabtu (21/2/2026).
Menurutnya, responsnya pelanggan sangat bagus dan memang ini yang dinantikan konsumen setiap tahun. Mereka selalu menunggu kejutan terbaru dari Bunda Rayya.
Bunda Rayya menjelaskan, paket Mekkah menjadi varian paling lengkap dengan harga Rp 750 ribu.
Dalam satu paket terdapat kombinasi kue basah dan kue kering, dengan empat varian kue basah yakni Mak Subah, Lapis, Mak Jola, dan Engkak Ketan. Lalu empat varian kue kering juga.
Sementara Paket Madinah dibanderol Rp 450 ribu dengan isi satu loyang kue basah utuh, cocok bagi konsumen yang tidak menginginkan banyak varian.
Adapun Paket Jeddah khusus berisi kue kering dengan harga lebih terjangkau, yakni Rp 250 ribu isi tiga kue kering.
"Selain paket hampers, kita juga ada kue basah yang dijual satuan dan kue kering juga. Dimana harga kue basah dijual mulai dari Rp 400 ribuan, sedangkan kue kering mulai dari Rp 50 ribuan," katanya
Menariknya, sekitar 60 persen konsumen Kue Bunda Rayya berasal dari luar kota, sementara 40 persen dari wilayah Sumatera Selatan.
Pelanggan setia yang order dari berbagai daerah seperti Makassar, Surabaya, Malang, Jakarta, Bandung, hingga Depok.
Karena mayoritas pembeli berasal dari luar daerah, pemesanan biasanya dilakukan jauh-jauh hari.
Kue Bunda Rayya bahkan menetapkan penutupan pesanan pada H-10 sebelum Lebaran.
Pengiriman ke Jakarta dan Depok dijadwalkan mulai H-10.
Untuk Ramadan tahun ini, Mak Jola menjadi kue paling laris, sementara Lapis Legit Cempedak edisi 2026 tercatat sebagai best seller.
Meski menghadapi tantangan kenaikan harga bahan baku, Bunda Rayya memastikan belum ada kenaikan harga pada produknya.
“Kita tidak mungkin menaikkan harga karena sudah sangat bersaing. Jadi kita pertahankan saja, walaupun margin sedikit, yang penting lancar. Untuk sekarang belum ada kenaikan sama sekali,” jelasnya.
Pada musim Lebaran tahun lalu, total pesanan mencapai 2.000 hingga 3.000 loyang, bahkan produksi sempat menembus 250 loyang per hari.
Tahun ini, pihaknya optimistis pesanan kembali menembus ribuan loyang.
Sementara di hari biasa di luar momen Ramadan dan Lebaran, produksi berkisar antara 5 hingga 20 loyang saja per hari.
Dengan inovasi paket bertema kota suci serta dominasi pelanggan luar kota, Kue Bunda Rayya terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu UMKM kuliner Palembang yang mampu bersaing di pasar nasional.
Baca artikel menarik lainnya di Google News
Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp Tribunsumsel
| Kakanwil DJP Sumsel-Babel: Perempuan Adalah Agen Perubahan Kepatuhan Pajak, Gerakkan Ekonomi Daerah |
|
|---|
| Pemuda di Palembang Alami Pengeroyokan Brutal, Sebabkan Luka Serius Karena Disabet Golok dan Celurit |
|
|---|
| Simpan Sabu dalam Kotak Rokok Seberat 2,22 Gram, Kurir Narkoba di Palembang Ditangkap Polisi |
|
|---|
| Lahirkan ‘Piagam Palembang’, Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 Perkuat Ekosistem Syariah Nasional |
|
|---|
| Kisah Pilu Adi, Terbangun dari Tidur Saat Api Sudah Membesar: Hanya Ijazah yang Bisa Diselamatkan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Diburu-Pelanggan-Luar-Kota-Kue-Bunda-Rayya-Laris-Manis-saat-Ramadan.jpg)