Berita Palembang

Palembang Dikepung Banjir, Pemkot Palembang Prioritaskan Normalisasi Drainase di 11 Titik Rawan

Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berupaya mengatasi masalah banjir saat musim hujan tiba. Sala

Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Moch Krisna
Tribunsumsel.com/Arief Basuki Rohekan
KOLAM RETENSI : Pemkot Palembang berencana normalisasi sejumlah kolam Retensi serta pengadaan dan pemasangan pompa di anak-anak sungai dan kolam retensi. Dimana fungsi kolam retensi akan dimaksimalkan dengan pompanisasi. Melalui project NUFReP yang akan dilaksanakan mulai pertengahan tahun 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pemkot Palembang memprioritaskan pengerukan sampah dan sedimen di saluran air serta sungai untuk memperlancar aliran dan mengatasi banjir.
  • Wali Kota membentuk Satgas percepatan penanganan banjir dan kemacetan yang melibatkan berbagai OPD untuk bergerak sigap di titik-titik genangan.
  • Dinas Lingkungan Hidup menyediakan layanan jemput sampah besar (sofa, kasur, lemari) gratis agar warga tidak membuangnya ke sungai atau drainase.

 


TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG –
Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang terus berupaya mengatasi masalah banjir saat musim hujan tiba. Salah satunya dengan upaya normalisasi drainase maupun Daerah Aliran Sungai (DAS) yang ditetapkan sebagai prioritas penanganan.

Hal ini diungkapkan Pj Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, yang turun langsung mengecek ke sejumlah lokasi titik banjir dan penyebabnya.

"Dari hasil temuan, masih banyak drainase yang dipenuhi sampah ataupun sedimen yang tinggi sehingga aliran air terhambat. Kita minta dibongkar dan dikeruk," kata Dewa.

Terkait kondisi banjir yang ada, Dewa mengaku hal tersebut sering kali menimbulkan kemacetan krodit di sejumlah titik di Palembang.

Maka, pihaknya telah membentuk Satuan Tugas (Satgas) tim percepatan penanganan banjir dan kemacetan yang terdiri dari unsur OPD terkait (PUPR, BPBD, Dishub, Damkar, Satpol PP) dan Forkopimda.

"Tugasnya saya minta, baik perangkat terkait maupun tidak langsung, termasuk Camat maupun Lurah, untuk mengecek drainase yang ada dan memastikan aliran air berjalan dengan baik, mengingat sejumlah drainase yang ada alirannya tidak lancar," tandasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Yudha Fardyansah, mengatakan langkah cepat ini merupakan tindak lanjut arahan Wali Kota Palembang agar penanganan banjir dilakukan secara sigap dan terukur.

Menurut Yudha, penyebab utama genangan di sejumlah wilayah didominasi oleh penyempitan saluran air akibat sedimentasi dan penumpukan sampah. Selain itu, faktor eksternal seperti pasang air Sungai Musi dan tingginya curah hujan turut memperparah kondisi.

“Permasalahan ini kompleks. Selain sedimentasi dan sampah, juga dipengaruhi pasang Sungai Musi serta curah hujan yang cukup tinggi,” ujarnya didampingi Kabid Sumber Daya Air (SDA), Irigasi, dan Limbah Dinas PUPR Palembang, Marlina Sylvia.

Untuk mengatasi hal tersebut, tim PUPR telah turun langsung ke lapangan melakukan normalisasi saluran air yang tersumbat.

"Untuk sungai-sungai di Kota Palembang adalah kewenangan pusat, termasuk anak sungai. Tapi Pemkot Palembang tetap melakukan pembersihan dan normalisasi, khususnya di anak-anak sungai atau sungai yang menjadi hilir genangan. Hal ini rutin kita lakukan sepanjang tahun, dan pada musim penghujan saat ini terus kita intensifkan," tandasnya.

Dilanjutkannya, hingga saat ini dari 11 titik prioritas, lima di antaranya telah berhasil ditangani.

“Kami terus bekerja, bahkan hingga lembur malam hari. Petugas juga disiagakan di titik-titik genangan agar bisa langsung bergerak cepat saat air mulai naik,” jelasnya.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved