Berita Palembang
Mengenal Sejarah Nama Wilayah Kebun Sayur dan Simpang Sengkek Palembang
Dahulu, kawasan ini dihuni oleh masyarakat keturunan Tionghoa yang bermukim dan menggantungkan hidup dari usaha pertanian berupa kebun sayur.
Penulis: Hartati | Editor: Slamet Teguh
Ringkasan Berita:
- Kawasan Kebun Sayur Palembang di sepanjang Jalan Nurdin Panji memiliki sejarah sebagai lahan pertanian sayur milik warga keturunan Tionghoa yang bertahan puluhan tahun.
- Wilayah ini kini terbagi antara Kecamatan Sukarame dan Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, dengan sebagian lahan telah beralih fungsi akibat pembangunan.
- Tak jauh dari sana, Simpang Nurdin Panji dahulu dikenal sebagai Simpang Sengkek, nama yang berasal dari sosok juragan Tionghoa dan masih diingat generasi lama hingga kini.
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Wilayah yang identik dengan kawasan Kebun Sayur Palembang menjadi wilayah yang unik.
Menurut Camat Sako, H Rakhman Hidayat Pane S STP, wilayah kebun sayur ini diberi nama sesuai dengan maknanya sendiri yakni lahan atau kebun yang digunakan masyarakat untuk bertanam sayuran.
Wilayah kebun sayur sendiri cukup luas yakni meliputi jalan sepanjang Jalan Nurdin Panji.
Sepanjang ruas jalan tersebut terbagi ke dalam dua wilayah administrasi, yakni sebagian masuk Kecamatan Sukarame dan sebagian lainnya masuk Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Sako, Kota Palembang.
Nama Kebun Sayur memiliki sejarah panjang.
Dahulu, kawasan ini dihuni oleh masyarakat keturunan Tionghoa yang bermukim dan menggantungkan hidup dari usaha pertanian berupa kebun sayur.
Beragam jenis tanaman seperti jagung, kangkung, bayam, cabai, dan sayur-mayur lainnya ditanam secara turun-temurun selama puluhan tahun.
"Dari aktivitas inilah kawasan tersebut kemudian dikenal dengan sebutan Kebun Sayur," katanya pada Tribunsumsel.com, Jumat (23/1/2026).
Baca juga: Herman Deru Kenang Sejarah Kabupaten OKU Timur dari Pemekaran Hingga Jadi Lumbung Pangan Nasional
Baca juga: Ratu Dewa Ingin Kembangkan Goa Jepang di KM 5 Palembang Jadi Destinasi Wisata Sejarah Baru
Hingga kini, sebagian wilayah Kebun Sayur masih dimanfaatkan untuk kegiatan pertanian, meski sebagian lainnya telah dialihfungsikan akibat pembangunan, termasuk penggusuran lahan untuk pembangunan jalan lingkar luar Palembang jalan Noerdin Panjdi.
Selain Kebun Sayur, kawasan lain yang juga ikonik dan masih diingat masyarakat adalah Simpang Empat Jalan Nurdin Panji yang berada tidak jauh dari Indo Grosir.
Kawasan ini dahulu dikenal dengan nama Simpang Sengkek, sebutan yang populer pada era 1960-an hingga 1980-an.
Nama Simpang Sengke berasal dari sebutan bagi seorang pria tua warga keturunan Tionghoa yang menetap di kawasan tersebut.
Dia dikenal sebagai juragan yang memiliki berbagai usaha, mulai dari peternakan, perkebunan, hingga budidaya ayam dan sayuran.
"Sebutan “Sengkek” kemudian melekat dan diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi," tambah Pane.
| Susu UHT Langka di Palembang? Disdag Sumsel Ungkap Pasokan dari Pabrik Anjlok hingga 50 Persen |
|
|---|
| Sosok Rifai di Palembang, Diusir Dari Rumahnya Oleh Orang yang 2 Tahun Numpang, Dikejar Pakai Parang |
|
|---|
| Serobot Antrean Solar, Sejumlah Pengendara di Palembang Terlibat Keributan, Videonya Viral |
|
|---|
| Kronologi Pria di Palembang Diusir Dari Rumah Oleh Orang yang 2 Tahun Numpang, Dikejar Pakai Parang |
|
|---|
| 2 Tahun Menumpang, Pria di Palembang Malah Usir Pemilik Rumah dan Kejar Pakai Parang, Barang Dijual |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Mengenal-Sejarah-Nama-Wilayah-Kebun-Sayur-dan-Simpang-Sengkek-Palembang.jpg)