Berita Palembang

Sosok Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan, Jabat Kapolrestabes Palembang yang Baru

Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan sebelumnya menjabat sebagai Dirpolairud Polda Sumsel sejak awal tahun 2025.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Rachmad Kurniawan | Editor: Slamet Teguh
Dokumentasi/Pribadi
KAPOLRESTABES PALEMBANG -- Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan kini diangkat menjadi Kapolrestabes Palembang yang baru. Sebelumnya, Sonny menjabat sebagai Dirpolairud Polda Sumsel. 

Ringkasan Berita:
  • Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan resmi menjabat Kapolrestabes Palembang
  • Ia menggantikan Kombes Pol Harryo Sugihartono yang dirotasi ke jabatan baru.
  • Sonny sebelumnya merupakan Dirpolairud Polda Sumsel dan pernah menjabat Dirpamobvit.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Pucuk pimpinan Polrestabes Palembang dipastikan berganti usai Kombes Pol Harryo Sugihartono dirotasi dan menduduki jabatan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK II Sespim Lemdiklat Polri.

Sementara penggatinya ialah Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan yang sebelumnya menjabat sebagai Dirpolairud Polda Sumsel sejak awal tahun 2025 tepatnya di bulan Januari.

Pergantian jabatan itu tertuang dalam surat telegram Kapolri yang dibuat pada 15 Desember 2025 ditandatangani As SDM Polri, Irjen Pol Dr Anwar.

Baca juga: Polda Sumsel dan Polrestabes Palembang Ringkus Komplotan Begal Bersenjata di Tiga Lokasi

Baca juga: Daftar Kasat Reskrim Polresta-Polrestabes Palembang 2008-2025, Kini Dijabat AKBP Andrie Setiawan

Lalu, siapa sosok Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan? Berikut rangkuman Tribunsumsel.com

Kombes Pol Sonny Mahar Budi Aditiyawan sebelumnya menjabat sebagai Dirpolairud Polda Sumsel sejak awal tahun 2025.

Lulusan Akpol tahun 1996 ini juga sempat menjabat sebagai Dirpamobvit Polda Sumsel.

Salah satu terobosan yang dilakukan saat menjabat sebagai Dirpolairud, Kombes Sonny bersama jajarannya mengolah eceng gondok yang banyak tumbuh di Sungai Musi sebagai pupuk organik untuk tanaman pangan.

Tumbuhan yang sering disebut gulma pada sungai itu, disulap menjadi pupuk organik sebagai solusi berkelanjutan.

Hasilnya, pupuk berbahan dasar eceng gondok itu berhasil diproduksi dan diuji pada lahan pertanian binaan Polri di Kabupaten Ogan Ilir dan Kabupaten OKI.

Ujicoba itu menunjukkan hasil yang dinilai cukup bagus pada sejumlah varietas buah dan sayuran seperti jagung, bayam, cabai, kangkung, kacang panjang, semangka hingga melon.

Saat dijumpai belum lama ini, Sonny mengatakan, inovasi itu berangkat dari keresahan dan kekhawatiran terhadap cepatnya pertumbuhan eceng gondok.

Cepatnya laju pertumbuhan eceng gondok, pernah memicu terjadinya kecelakaan air karena mengganggu laju kapal atau perahu masyarakat yang menggunakan Sungai Musi.

"Sepanjang perairan Sungai Musi kami menghitung kurang lebih ribuan kilometer, karena setiap malam dikurve (bersih-bersih) siangnya ada lagi. Artinya pertumbuhan eceng gondok ini sangat cepat dan mengganggu aktivitas nelayan dan masyarakat serta ekosistem kehidupan di bawahnya," ujar Sonny, Sabtu (13/12/2025).

Menurutnya paling cocok memanfaatkan eceng gondok terkait semangat pemerintah saat ini adalah mengolah eceng gondok menjadi pupuk organik.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved