Pembunuhan Kacab Bank di Jaktim
Lihainya Dwi Hartono Pengusaha Bimbel Tipu Orang Masuk Kuliah, Kini Otaki Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Pengusaha bimbel sekaligus motivator DH atau Dwi Hartono ternyata penipu kelas kakap. Ia mengubah nilai dan ijazah dari para calon mahasiswa tersebut.
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
TRIBUNSUMSEL.COM - Pengusaha bimbel sekaligus motivator DH atau Dwi Hartono ternyata penipu kelas kakap.
Diketahui, Dwi Hartono merupakan satu dari 15 tersangka yang ditangkap dalam kasus penculikan dan pembunuhan terhadap Kepala cabang Bank BUM di Cempaka Putih, Mochammad Ilham Pradipta.
Dwi Hartono memiliki rekam jejak buruk sejak muda dan pernah dipenjara.
Baca juga: Kejahatan Lain Dwi Hartono, Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Pernah Dipenjara Kasus Pemalsuan Ijazah
Melansir dari Tribunnewsbogor.com, di tahun 2012 lalu, Dwi Hartono sempat dipolisikan atas kasus pemalsuan ijazah SMA.
Pria kelahiran 6 Oktober 1985 itu rupanya lihai menipu banyak orang saat masih kuliah.
Ya, kasus pemalsuan ijazah SMA yang dilakukan Dwi Hartono itu bermula saat ia masih menjadi mahasiswa.
Di tahun 2004, Dwi Hartono berhasil lolos menjadi mahasiswa Fakultas Kedokteran di Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang, Jawa Tengah.
Dua tahun jadi mahasiswa, Hartono pun menyebarkan brosus bimbingan belajar bernama Smart Solution.
Bimbel yang dijalankan Dwi Hartono itu rupanya hanya tipu-tipu.
Dwi Hartono menawarkan jasa kepada orang-orang yang hendak masuk jurusan kedokteran, kebidanan, keperawatan, farmasi, dan akuntansi.
Ia menjamin orang-orang pasti bisa lolos jurusan tersebut.
Dwi Hartono begitu lihai menawarkan jasa kepada orang-orang yang hendak masuk jurusan kedokteran, kebidanan, keperawatan, farmasi, dan akuntansi.
Ia menjamin orang-orang pasti bisa lolos jurusan tersebut.
Baca juga: Hancur Citra Dermawan Dwi Hartono, Warga Jambi Kecewa Sang Motivator Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN
Caranya adalah Dwi Hartono mengubah nilai dan ijazah dari para calon mahasiswa tersebut.
Bahkan Dwi Hartono nekat mengubah rapor nilai kliennya dari jurusan IPS menjadi IPA agar bisa masuk kedokteran.
Dari jasa yang dibukanya itu, Dwi Hartono berhasil meraup uang Rp5 - Rp10 juta untuk setiap orang yang mendaftar.
Aksi licik dan penipuan yang dilakukan Dwi Hartono selama bertahun-tahun itu akhirnya diketahui oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unissula, Taifuqurrachman.
Sang Dekan melaporkan Dwi Hartono ke Polrestabes Semarang.
Hingga akhirnya Majelis Hakim PN Semarang pun menyidangkan Dwi Hartono dan menjatuhkan vonis enam bulan penjara.
Atas kasus hukum yang menjerat Dwi Hartono itu, pihak kepolisian membenarkannya.
"Iya benar (Dwi Hartono pernah dipenjara) di tahun 2012 terkait kasus pemalsuan ijazah SMA," pungkas Kasat Reskrim Polrestabes Semarang AKBP Andika Dharma Sena, dilansir dari Kompas.com.
Meski aksinya menipu calon mahasiswa kedokteran terungkap, Dwi Hartono diketahui tetap lulus dari Fakultas Kedokteran Unissula.
Hal itu terlihat dari status kemahasiswaan Hartono di ppdikti yang dinyatatakan lulus sebagai sarjana kedokteran.
Namun, kasus itu telah berakhir setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang menjatuhkan vonis terhadap Dwi Hartono.
"Informasinya sudah divonis kurang lebih dua tahun penjara,” tandas dia.
Kini, ia kembali melakukan kejahatan hingga meregangkan nyawa seseorang.
Baca juga: Kronologi Polisi Tangkap Rohmat, Pengintai Ilham Kacab Bank BUMN, Sempat Kabur Bersembunyi
Sebelumnya, polisi membenarkan salah seorang otak penculikan dan pembunuhan Kepala Cabang Pembantu (KCP) Bank BUMN, Ilham Pradipta (37), adalah DH atau Dwi Hartono dikenal sebagai pengusaha.
Dwi Hartono merupakan pengusaha asal Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.
Hal itu dikonfirmasi oleh Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi saat dikonfirmasi, Selasa (26/8/2025).
"Saya nggak boleh sebut nama hanya membenarkan," ucapnya kepada Tribunnews.com.
Ade Ary juga tidak menampik tersangka Dwi Hartono melakoni bisnis bimbel.
"Iya benar pengusaha itu," ungkapnya.
Saat ditanya kembali apakah DH menjadi aktor utama tindak pidana penculikan dan pembunuhan, Kombes Ade Ary pun tak menampik.
"Dia salah satu aktor penculikan," tukasnya.
Status Mahasiswa S2 di UGM Dinonaktifkan
Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan seorang mahasiswa berinisial DH, yang diketahui menjadi salah satu tersangka aktor intelektual kasus kematian Ilham.
Adapun keputusan ini diambil setelah nama DH dikonfirmasi sebagai bagian dari jaringan pelaku kejahatan yang kini sedang diproses oleh kepolisian.
Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, mengatakan telah berkoordinasi intensif dengan Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM terkait dengan salah satu tersangka berinisial DH.
"UGM mengonfirmasi bahwa DH adalah mahasiswa baru Semester 1 Program Studi Magister Manajemen (Kampus Jakarta), FEB UGM," ujar Juru Bicara UGM, Dr. I Made Andi Arsana, melalui keterangan tertulis, Rabu (27/08/2025). Dikutip Kompas.com
Andi Arsana menyampaikan bahwa status DH sebagai mahasiswa saat ini telah dinonaktifkan.
Langkah tersebut sebagai bentuk dukungan UGM terhadap proses hukum yang sedang berjalan.
"Yang bersangkutan telah dinonaktifkan dari seluruh kegiatan akademik pada Semester Gasal 2025/2026 sebagai bentuk dukungan UGM terhadap proses hukum dan penyelidikan yang tengah berlangsung," ungkapnya.
Penonaktifan tersebut ditetapkan melalui surat resmi dari Dekan FEB UGM, Prof. Dr. Didi Achjari, S.E., M.Com., Ak., CA.
Dikatakan Andi Arsana, UGM menghormati sepenuhnya proses hukum yang berjalan, menjunjung asas praduga tak bersalah, dan berkomitmen menjaga integritas serta profesionalisme.
"UGM juga mendukung seluruh pemangku kepentingan untuk bekerja sesuai ketentuan agar kasus ini segera terungkap dan keadilan dapat terwujud bagi semua pihak," tuturnya.
Universitas Gadjah Mada (UGM) menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas wafatnya Muhammad Ilham Pradita, Kepala Cabang Bank BRI Cempaka Putih.
"UGM mengecam keras segala bentuk kekerasan yang berakibat pada wafatnya almarhum dan mendukung penegakan proses hukum yang transparan dan berkeadilan," terangnya.
Baca juga: Keberadaan Istri Dwi Hartono usai Suami Ditangkap Otaki Pembunuhan Kacab Bank, Sempat Live Julan
Punya Segudang Bisnis
Ia cukup populer di daerah asalnya sebagai pengusaha asal Kecamatan Rimbo Bujang, Kabupaten Tebo, Jambi.
Pada satu kesempatan, ia pernah mengundang Via Valen untuk memeriahkan acara khitanan anaknya, serta Wika Salim dalam reuni SMP 13 Rimbo Bujang.
Ia juga pernah menghadirkan Ustad Zaky Mirza guna mengisi tausiah untuk masyarakat setempat.
Selain dikenal sebagai pribadi flamboyan dengan gaya hidup mewah—mulai dari mobil mewah, pakaian branded, hingga disebut pernah menggunakan helikopter untuk bepergian—Dwi Hartono juga memiliki citra dermawan.
Baca juga: Sosok Andreana Wulandari, Istri Dwi Hartono Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Pengusaha Fashion
Ia sering mengadakan program pembagian bingkisan untuk warga sekitar.
Diketahui, Dwi Hartono memiliki bisnis lebih dari satu.
Perusahaan yang ia dirikan adalah PT Hartono Mandiri Makmur dan PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI).
PT Digitalisasi Aplikasi Indonesia (DAI) lebih dikenal sebagai platform Guruku.com.
Kedua perusahaan tersebut berkantor di kediaman pribadi Dwi Hartono yang berlokasi di Jalan San Fransisco, Blok Q1, Nomor 9, Kompleks Perumahan Kota Wisata, Gunung Putri, Kota Bogor, Jawa Barat.
Guruku.com merupakan platform yang bergerak di bidang pendidikan non formal.
Aplikasinya memberikan layanan pendidikan bagi pelajar, tenaga pendidik, serta pelaku UMKM yang ingin belajar bisnis.
Sementara PT Hartono Mandiri Makmur berfokus pada bidang software developments and applications.
Selain itu, ia dikenal sebagai motivator seperti yang terlihat dari laman akun YouTube milik Dwi Hartono, yang memiliki total 169 ribu subscriber.
(*)
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
Pelaku Nekat Beraksi di Depan CCTV, Psikolog Forensik Sebut Pembunuhan Kacab Bank BUMN ‘Mengerikan’ |
![]() |
---|
Tabiat Ilham Pradipta, Bank BUMN Dibunuh Menurut Keluarga, Tak Punya Musuh, Istri Kini Trauma |
![]() |
---|
Dwi Hartono, Otak Pembunuham Ilham Pradipta Pernah Divonis 6 Bulan Penjara Kasus Pemalsuan Ijazah |
![]() |
---|
Tunjuk 25 Pengacara, 3 Tersangka Penculikan Kacab Bank BUMN Ngaku Diberi Oknum Aparat Upah Rp40 Juta |
![]() |
---|
Penampakan Rumah Dwi Hartono, Otak Pembunuhan Kacab Bank BUMN, Tetangga Baru Tahu usai Kasus Mencuat |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.