Kecelakaan Kereta di Bekasi

Nasib Taksi Green SM Usai Diduga jadi Pemicu Kecelakaan Kereta Api, Bakal Dipanggil Kemenhub

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi angkat bicara. Ia menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan bergerak cepat untuk mengurai rangkaian kejadian yan

|
Penulis: Putri Kusuma Rinjani | Editor: Weni Wahyuny
Kompas.com/ ISNA RIFKA SRI RAHAYU
PANGGIL PIHAK TAKSI - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dalam salah satu wawancara. Dudy menyebut akan memanggil pihak taksi hijau usai diduga jadi pemicu kecelakaan kereta api di Bekasi. 

Ringkasan Berita:
  • Pemerintah mendalami penyebab kecelakaan kereta api antara KA Argo Bromo dengan KRL Commuter Line yang menewaskan 14 jiwa dan puluhan korban luka-luka.
  • Menindaklanjuti hal ini, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi ankat bicara dan berusaha untuk memanggil Manajemen Taksi Green SM sebagai langkah awal.
  • Pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan penjelasan komprehensif terkait keberadaan kendaraan di jalur rel kereta api.

TRIBUNSUMSEL.COM - Pemerintah mulai menelusuri lebih dalam penyebab kecelakaan maut yang melibatkan KA Argo Bromo dan KRL Commuter Line. 

Insiden tragis yang merenggut 14 korban jiwa tersebut kini menjadi prioritas utama dalam evaluasi keselamatan transportasi nasional.

Fokus investigasi saat ini tidak hanya tertuju pada aspek teknis perkeretaapian, tetapi juga menyoroti keberadaan sebuah armada taksi di jalur rel. 

Kendaraan tersebut diduga kuat menjadi pemicu awal terjadinya tabrakan hebat setelah dilaporkan terjebak di tengah lintasan.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi angkat bicara.

Ia menegaskan bahwa Kementerian Perhubungan bergerak cepat untuk mengurai rangkaian kejadian yang berujung pada tabrakan itu, sebagaimana yang tertulis dalam Wartakota.Tribunnews.com (28/4/2026).

KECELAKAAN KEREKA - Proses evakuasi korban jiwa dalam kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line pada Senin malam (27/4). Saat ini masih baru 5 korban jiwa yang sudah dikonfirmasi identitasnya.
KECELAKAAN KEREKA - Proses evakuasi korban jiwa dalam kecelakaan maut antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line pada Senin malam (27/4). Saat ini masih baru 5 korban jiwa yang sudah dikonfirmasi identitasnya. (Tribunnews.com)

Salah satu langkah awal yang diambil adalah memanggil pihak Taksi Green SM, yang disebut-sebut pemicu dalam insiden tersebut.

Menurut Dudy, dugaan sementara mengarah pada mogoknya kendaraan taksi di jalur rel, yang kemudian mengganggu perjalanan kereta.

"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut (Green SM) untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," ucap Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026). 

Terkait penyebab kecelakaan, Dudy meminta semua pihak menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). 

"Nanti kita tunggu. Tadi kan saya sudah bilang tunggu KNKT," ucapnya. 

Menurut Dudy, setiap terjadinya peristiwa kecelakaan transportasi umum, pihaknya akan selalu melakukan evaluasi. 

"Ya, sehingga harapannya bahwa kita belajar dari apa yang terjadi dan kita memperbaiki ke depannya," ungkapnya. 

Kecelakaan Kererta di Stasiun Bekasi Timur 

Kecelakaan kereta api yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam, diduga bermula dari insiden taksi yang tertabrak kereta di perlintasan Bulak Kapal.

Diduga tabrakan terjadi mulanya karena ada taksi mobil lstrik VinFast yang mogok di rel perlintasan kereta api.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved