Idul Fitri
Harta Kekayaan Nasaruddin Umar, Menteri Agama Umumkan Hasil Sidang Isbat Penetapan Idulfitri 2026
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang akan secara langsung mengumumkan penetapan Idulfitri 2026 pada hari ini, memiliki kekayaan Rp98 miliar.
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Pemerintah melalui Sidang Isbat akan dipimpin Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H digelar pada Kamis, 19 Maret 2026.
Tahapan sidang isbat dimulai pada pukul 16.30 WIB, di mana kegiatan diawali dengan seminar posisi hilal yang bersifat terbuka untuk umum.
Dalam sesi ini, akan dipaparkan posisi hilal awal Syawal 1447 H secara astronomis.
Selanjutnya, pukul 18.45 WIB, sidang isbat utama digelar secara tertutup setelah waktu Magrib.
Dalam sidang ini, peserta akan membahas hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari berbagai titik di Indonesia serta mencocokkannya dengan data hisab.
Kemudian, pada pukul 19.25 WIB, Menteri Agama RI dijadwalkan mengumumkan hasil penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah kepada publik.
Prediksi Lebaran 2026 Menurut Data Astronomi
Meski hasil resmi menunggu sidang isbat, sejumlah lembaga telah mengeluarkan analisis awal terkait posisi hilal pada 19 Maret 2026.
Data dari BMKG menunjukkan bahwa konjungsi (fase bulan baru) diperkirakan terjadi pada Kamis pagi pukul 08.23.23 WIB.
Namun, ketinggian hilal saat Matahari terbenam pada tanggal tersebut diprediksi masih rendah, yakni berkisar antara 0,91 derajat (di Merauke) hingga 3,13 derajat (di Sabang). Jarak sudut atau elongasi hilal diperkirakan berada di rentang 4,54 derajat hingga 6,1 derajat.
"Karena ketinggian hilal pada 19 Maret belum memenuhi kriteria minimal MABIMS, bulan Ramadan 1447 H digenapkan menjadi 30 hari. Jadi, Idulfitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026," ucap Ketua Tim Kerja Bidang Tanda Waktu BMKG, Himawan Widiyanto, dilansir dari Kontan, Sabtu (14/3/2026).
Berdasarkan kriteria baru MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang digunakan pemerintah, awal bulan Hijriah baru dimulai jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Karena posisi hilal di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi belum memenuhi kriteria tersebut pada 19 Maret, peneliti dari BRIN, Thomas Djamaluddin, memperkirakan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Jika prediksi ini tepat, maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
"Dalam kriteria yang digunakan oleh Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu, hilal dinyatakan dapat terlihat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan sudut elongasi setidaknya 6,4 derajat," ujar Thomas dikutip dari Kontan, Kamis (12/3/2026).
Walau begitu, kepastian akhir tetap berada pada keputusan Menteri Agama setelah sidang isbat selesai dilaksanakan.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
| Selama Periode Lebaran 11-30 Maret 2026, 321.751 Kendaraan Melintasi Tol Kayuagung-Palembang |
|
|---|
| Selama Momen Lebaran Idul Fitri 2026, Bandara SMB II Palembang Layani 193 Ribu Penumpang |
|
|---|
| 5 Contoh Teks Doa Acara Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri 2026 yang Berkesan dan Penuh Doa |
|
|---|
| 2 Contoh Kata Sambutan Tuan Rumah Acara Halal Bihalal 2026 dalam Bahasa Sunda, Mengandung Makna |
|
|---|
| KUMPULAN Tema Acara Halal Bihalal 2026 yang Berkesan dan Penuh Makna Sebagai Referensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Sosok-Nasaruddin-Umar-Calon-Menteri-di-Kabinet-Prabowo-Gibran-Imam-Besar-Masjid-Istiqlal-dan-Rektor.jpg)