Idul Fitri
Harta Kekayaan Nasaruddin Umar, Menteri Agama Umumkan Hasil Sidang Isbat Penetapan Idulfitri 2026
Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang akan secara langsung mengumumkan penetapan Idulfitri 2026 pada hari ini, memiliki kekayaan Rp98 miliar.
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Weni Wahyuny
Ringkasan Berita:
- Menag Nasaruddin Umar tercatat memiliki total harta kekayaan fantastis sebesar Rp98.981.015.689 atau sekitar Rp98 miliar.
- Harta terbanyaknya berasal dari tanah dan bangunan sebesar Rp38.204.672.200 atau Rp38 miliar.
- Kini menjabat sebagai Menteri Agama, Nasaruddin Umar memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat.
TRIBUNSUMSEL.COM - Mengintip harta kekayaan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, yang diagendakan secara langsung mengumumkan penetapan Idulfitri 2026 pada hari ini, Kamis, 19 Maret 2026.
Nasaruddin Umar memiliki latar belakang pendidikan agama yang kuat dan telah menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara, sejak 2016.
Ia pernah memegang jabatan penting di Kementerian Agama.
Lalu, berapa harta kekayaan Nasaruddin Umar?
Baca juga: Rangkaian Agenda Sidang Isbat Penentuan idulfitri 2026 Hari Ini: Dari Paparan Hingga Pengumuman
Nasaruddin Umar tercatat memiliki total harta kekayaan sebesar Rp98.981.015.689 atau sekitar Rp98 miliar.
Hartanya itu terdaftar di dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang dilaporkannya terakhir kali pada 27 Februari 2025/Periodik - 2024.
Dari total nilai tersebut, harta terbanyaknya berasal dari tanah dan bangunan sebesar Rp38.204.672.200 atau Rp38 miliar.
Sumber harta terbanyak kedua milik Nasaruddin berasal dari harta lainnya senilai Rp42.380.261.000 atau Rp42 miliar.
DATA HARTA
A. TANAH DAN BANGUNAN Rp38.204.672.200
- Tanah Seluas 5.000 m2 di KAB / KOTA MAROS, HASIL SENDIRI Rp150.000.000
- Tanah Seluas 300 m2 di KAB / KOTA KOTA MAKASSAR, HASIL SENDIRI Rp48.000.000
- Tanah Seluas 1.400 m2 di KAB / KOTA BOGOR, Rp280.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 500 m2/400 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI
- Rp10.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 455 m2/100 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI
- Rp1.312.920.000
- Tanah Seluas 1.000 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp54.000.000
- Tanah Seluas 198 m2 di KAB / KOTA KOTA MAKASSAR, HASIL SENDIRI Rp106.326.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 101 m2/36 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp800.000.000
- Tanah Seluas 8.954 m2 di KAB / KOTA MAROS, HASIL SENDIRI Rp447.700.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 101 m2/36 m2 di KAB / KOTA KOTA TANGERANG SELATAN, HASIL SENDIRI Rp800.000.000
- Tanah Seluas 3.100 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp167.400.000
- Tanah Seluas 387 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp20.898.000
- Tanah Seluas 19.098 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp572.940.000
- Tanah Seluas 19.098 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp572.940.000
- Tanah Seluas 5.000 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp150.000.000
- Tanah Seluas 10.000 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp300.000.000
- Tanah Seluas 6.501 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp260.040.000
- Tanah Seluas 574 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp22.960.000
- Tanah Seluas 1.118 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp44.720.000
- Tanah Seluas 7.200 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp324.000.000
- Tanah Seluas 10.578 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp423.120.000
- Tanah Seluas 10.600 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp424.000.000
- Tanah Seluas 1.760 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp70.400.000
- Tanah Seluas 11.599 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp463.960.000
- Tanah Seluas 1.000 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp50.000.000
- Tanah Seluas 1.184 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp800.000.000
- Tanah Seluas 1.480 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp79.920.000
- Tanah Seluas 3.500 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp189.000.000
- Tanah Seluas 19.121 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp764.840.000
- Tanah Seluas 3.398 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp169.980.000
- Tanah Seluas 17.726 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp709.040.000
- Tanah Seluas 450 m2 di KAB / KOTA KOTA MAKASSAR, HASIL SENDIRI Rp450.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 19.090 m2/3.000 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp1.030.860.000
- Tanah Seluas 1.100 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp30.800.000
- Tanah Seluas 2.600 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp27.800.000
- Tanah Seluas 11.000 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp308.000.000
- Tanah Seluas 5.158 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp144.424.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 400 m2/300 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp6.000.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 200 m2/30 m2 di KAB / KOTA KOTA JAKARTA SELATAN, HASIL SENDIRI Rp5.000.000.000
- Tanah Seluas 28.900 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp809.200.000
- Tanah Seluas 2.574 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp72.072.000
- Tanah Seluas 2.812 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp78.736.000
- Tanah Seluas 5.946 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp166.488.000
- Tanah Seluas 4.068 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp81.360.000
- Tanah Seluas 180 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp9.720.000
- Tanah Seluas 3.975 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp214.650.000
- Tanah Seluas 1.254 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp67.716.000
- Tanah Seluas 3.000 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp84.000.000
- Tanah Seluas 6.422 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp180.466.000
- Tanah Seluas 12.620 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp256.880.000
- Tanah Seluas 1.174 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp16.788.200
- Tanah Seluas 3.026 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp43.271.800
- Tanah Seluas 3.934 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp56.256.200
- Tanah Seluas 957 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp38.280.000
- Tanah Seluas 2.125 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp85.000.000
- Tanah Seluas 1.730 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp69.200.000
- Tanah Seluas 3.700 m2 di KAB / KOTA BONE, HASIL SENDIRI Rp103.600.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 46 m2/46 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI Rp900.000.000
- Tanah dan Bangunan Seluas 71 m2/71 m2 di KAB / KOTA KOTA DEPOK, HASIL SENDIRI Rp1.300.000.000
B. ALAT TRANSPORTASI DAN MESIN Rp655.000.000
- MOTOR, PIAGGIO VESPA Tahun 2014, HASIL SENDIRI Rp5.000.000
- MOBIL, TOYOTA INNOVA V.20 AT Tahun 2017, HASIL SENDIRI Rp150.000.000
- MOBIL, TOYOTA VELLFIRE Tahun 2014, HIBAH TANPA AKTA Rp500.000.000
C. HARTA BERGERAK LAINNYA Rp187.500.000
D. SURAT BERHARGA Rp ----
E. KAS DAN SETARA KAS Rp18.896.142.124
F. HARTA LAINNYA Rp42.380.261.000
Sub Total Rp100.323.575.324
III. UTANG Rp1.342.559.635
IV. TOTAL HARTA KEKAYAAN Rp98.981.015.689
Rekam Jejaknya
Nasaruddin memulai studinya di Pesantren As'adiyah Sengkang, sebelum melanjutkan ke Fakultas Syariah IAIN Alauddin Ujung Pandang, di mana ia meraih gelar sarjana muda dan sarjana lengkap.
Gelar pascasarjana dan doktoralnya ia selesaikan di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, tempat ia kemudian menjadi guru besar dalam bidang tafsir di Fakultas Ushuluddin.
Tak hanya dikenal sebagai tokoh agama, Nasaruddin Umar memiliki pengalaman yang luas di bidang pendidikan dan organisasi keagamaan.
Sejak 2016, ia menjabat sebagai Imam Besar Masjid Istiqlal, masjid terbesar di Asia Tenggara.
Sebelum itu, ia juga pernah memegang jabatan penting di Kementerian Agama.
Baca juga: Mewahmya Isi Hampers Lebaran Luna Maya & Rachel Vennya, Kuba Masjid Berputar hingga Peralatan Dapur
Termasuk sebagai Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam dari 2006 hingga 2012 dan Wakil Menteri Agama pada 2011–2014.
Bukan hanya di lingkup pemerintahan, Nasaruddin juga aktif di berbagai lembaga pendidikan dan sosial.
Ia merupakan Ketua Umum Pengurus Pusat Pondok Pesantren As’adiyah Sengkang di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan.
Nasaruddin memiliki pengalaman mengajar di berbagai institusi pendidikan, termasuk di Universitas Indonesia dan Yayasan Wakaf Paramadina.
Hingga saat ini, namanya masih tercatat sebagai salah satu dosen di unit Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir UIN Syarif Hidayatullah.
Dalam peran internasional, Nasaruddin juga dikenal sebagai akademisi yang aktif.
Ia terlibat dalam berbagai kerja sama internasional, termasuk dengan lembaga-lembaga keagamaan terkemuka seperti Al-Azhar di Mesir.
Kini Nasaruddin juga termasuk salah satu Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2022–2027.
Pimpin Sidang Isbat
Pemerintah melalui Sidang Isbat akan dipimpin Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, untuk menetapkan 1 Syawal 1447 H digelar pada Kamis, 19 Maret 2026.
Tahapan sidang isbat dimulai pada pukul 16.30 WIB, di mana kegiatan diawali dengan seminar posisi hilal yang bersifat terbuka untuk umum.
Dalam sesi ini, akan dipaparkan posisi hilal awal Syawal 1447 H secara astronomis.
Selanjutnya, pukul 18.45 WIB, sidang isbat utama digelar secara tertutup setelah waktu Magrib.
Dalam sidang ini, peserta akan membahas hasil pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari berbagai titik di Indonesia serta mencocokkannya dengan data hisab.
Kemudian, pada pukul 19.25 WIB, Menteri Agama RI dijadwalkan mengumumkan hasil penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah kepada publik.
Prediksi Lebaran 2026 Menurut Data Astronomi
Meski hasil resmi menunggu sidang isbat, sejumlah lembaga telah mengeluarkan analisis awal terkait posisi hilal pada 19 Maret 2026.
Data dari BMKG menunjukkan bahwa konjungsi (fase bulan baru) diperkirakan terjadi pada Kamis pagi pukul 08.23.23 WIB.
Namun, ketinggian hilal saat Matahari terbenam pada tanggal tersebut diprediksi masih rendah, yakni berkisar antara 0,91 derajat (di Merauke) hingga 3,13 derajat (di Sabang). Jarak sudut atau elongasi hilal diperkirakan berada di rentang 4,54 derajat hingga 6,1 derajat.
"Karena ketinggian hilal pada 19 Maret belum memenuhi kriteria minimal MABIMS, bulan Ramadan 1447 H digenapkan menjadi 30 hari. Jadi, Idulfitri diperkirakan jatuh pada 21 Maret 2026," ucap Ketua Tim Kerja Bidang Tanda Waktu BMKG, Himawan Widiyanto, dilansir dari Kontan, Sabtu (14/3/2026).
Berdasarkan kriteria baru MABIMS (Menteri-Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) yang digunakan pemerintah, awal bulan Hijriah baru dimulai jika tinggi hilal minimal 3 derajat dan elongasi minimal 6,4 derajat.
Karena posisi hilal di sebagian besar wilayah Indonesia diprediksi belum memenuhi kriteria tersebut pada 19 Maret, peneliti dari BRIN, Thomas Djamaluddin, memperkirakan bahwa 1 Syawal 1447 Hijriah kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Jika prediksi ini tepat, maka Ramadan akan digenapkan menjadi 30 hari (istikmal).
"Dalam kriteria yang digunakan oleh Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura itu, hilal dinyatakan dapat terlihat jika memiliki tinggi minimal 3 derajat dan sudut elongasi setidaknya 6,4 derajat," ujar Thomas dikutip dari Kontan, Kamis (12/3/2026).
Walau begitu, kepastian akhir tetap berada pada keputusan Menteri Agama setelah sidang isbat selesai dilaksanakan.
Baca berita Tribunsumsel.com lainnya di Google News
Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com
| Selama Periode Lebaran 11-30 Maret 2026, 321.751 Kendaraan Melintasi Tol Kayuagung-Palembang |
|
|---|
| Selama Momen Lebaran Idul Fitri 2026, Bandara SMB II Palembang Layani 193 Ribu Penumpang |
|
|---|
| 5 Contoh Teks Doa Acara Halal Bihalal Lebaran Idul Fitri 2026 yang Berkesan dan Penuh Doa |
|
|---|
| 2 Contoh Kata Sambutan Tuan Rumah Acara Halal Bihalal 2026 dalam Bahasa Sunda, Mengandung Makna |
|
|---|
| KUMPULAN Tema Acara Halal Bihalal 2026 yang Berkesan dan Penuh Makna Sebagai Referensi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Sosok-Nasaruddin-Umar-Calon-Menteri-di-Kabinet-Prabowo-Gibran-Imam-Besar-Masjid-Istiqlal-dan-Rektor.jpg)