Mahasiswa UIN Suska Bacok Mahasiswi
Pengakuan Raihan yang Bacok Mahasiswi UIN Suska Riau, Tunjukkan Rasa Penyesalan yang Mendalam
Mengungkapkan rasa penyesalan setelah melakukan perbuatan nekat ingin menghabisi nyawa Farradhila Ayu Pramesti,
Penulis: Aggi Suzatri | Editor: Kharisma Tri Saputra
Ringkasan Berita:
- Raihan Muzaffar, mahasiswa UIN Suska Riau menjalani pendampingan psikologi di Markas Polresta Pekanbaru, Senin (2/3/2026).
- Raihan mengaku sempat terbesit ingin mengakhiri hidup setelah melakukan pembacokan terhadap korban.
- Dari hasil asesmen awal, Raihan diketahui berkepribadian introvert atau tertutup dan disebut tidak pernah merasakan kehangatan dalam lingkungan keluarga.
TRIBUNSUMSEL.COM - Mengungkapkan rasa penyesalan setelah melakukan perbuatan nekat ingin menghabisi nyawa Farradhila Ayu Pramesti, mahasiswa UIN Suska RiauRaihan Muzaffar.
Dalam sesi konseling yang dilakukan tim Bagian Psikologi Biro SDM Polda Riau di Markas Polresta Pekanbaru, Senin (2/3/2026), hal itu disampaikan Raihan .
Dipimpin Kabag Psikologi Biro SDM Polda Riau AKBP Dr Winarko, p;endampingan tersebut.
Serangkaian tes psikologi dilakukan untuk menggali kondisi kejiwaan tersangka, termasuk perilaku di lingkungan keluarga, pertemanan, serta dinamika emosinya sebelum kejadian.
Baca juga: Kejinya Raihan Mahasiswa UIN Suska Riau Bacok Farradilla Sudah Rencanakan Sejak 2025, Kapak Diasah
Raihan mengaku sempat terbesit ingin mengakhiri hidup setelah melakukan pembacokan terhadap korban.
Seperti diketahui, aksi pembacokan yang dilakukan Raihan Mufazzar, terjadi pada Kamis, 26 Februari 2026, sekitar pukul 08.00 WIB, di lantai dua gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum.
“Pendampingan ini untuk memahami aspek psikologis tersangka secara komprehensif. Dari hasil sementara, yang bersangkutan menunjukkan rasa penyesalan yang sangat mendalam. Ia mengaku bertanggung jawab atas perbuatannya,” ujar Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Zahwani Pandra Arsyad, dilansir dari Tribunpekanbaru.com.
Dalam sesi pendampingan, tersangka mengurungkan niatnya untuk mengakhiri hidup dan menurutnya seharusnya jika memiliki persoalan, ia bisa bercerita dan mencari jalan keluar, bukan memendamnya sendiri.
“Semakin dilakukan pendekatan psikologis, kita edukasi. Prinsip kami fight the crime, love humanity. Kejahatannya tetap diproses, tetapi sisi kemanusiaannya juga kita perhatikan. Untuk keinginannya salat taubat, serta buku-buku spiritual atau keagamaan, nanti akan disiapkan,” tegas Pandra.
Dari hasil asesmen awal, Raihan diketahui berkepribadian introvert atau tertutup dan disebut tidak pernah merasakan kehangatan dalam lingkungan keluarga.
Ia merupakan anak pertama dari tiga bersaudara.
Ayahnya bekerja sebagai tukang bangunan.
Baca juga: Pasal Bertambah, Raihan Tersangka Pembacok Mahasiswi UIN Suska Riau Terancam 17 Tahun Penjara
Raihan sempat tidak lagi aktif kuliah pada November dan Desember 2025, lantaran hubungan dengan korban, Farradhilla Ayu Pramesti (23) merenggang.
Meski tidak berpacaran, keduanya diketahui memiliki kedekatan khusus yang kemudian memicu konflik emosional hingga berujung pada aksi pembacokan di lantai dua Gedung Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum UIN Suska.
Ingin Taubat
Dalam sesi konseling yang dilakukan tim Bagian Psikologi Biro SDM Polda Riau, Raihan sempat melafalkan Surah Al-Kafirun dan Ayat Kursi.
| Penyesalan Raihan Mahasiswa Pembacok Mahasiswi UIN Suska Riau, Ingin Taubat Sempat Niat Akhiri Hidup |
|
|---|
| Dapat Pendampingan Psikolog, Begini Kondisi Terkini Mahasiswi UIN Riau Korban Pembacokan |
|
|---|
| Alasan Raihan Mahasiswa UIN Suska Riau Nekat Bacok Farradhila, Akui Target Ingin Membunuh |
|
|---|
| Nasib Raihan di Ujung Tanduk,Terancam di Drop Out dari UIN Suska Usai Membacok Mahasiswi |
|
|---|
| Pekerjaan Ferdi Pacar Farradhilla Mahasiswi Korban Pembacokan di UIN Suska, Kecewa Diselingkuhi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/Raihan-Pembacok-Mahasiswi.jpg)