Mahasiswa UIN Suska Bacok Mahasiswi

Dapat Pendampingan Psikolog, Begini Kondisi Terkini Mahasiswi UIN Riau Korban Pembacokan

Tim Trauma Healing Polda Riau dampingi mahasiswi UIN Suska korban pembacokan di RSUD Arifin Achmad.

Kompas.com/Dok. Polsek Bina Widya
MAHASISWI KORBAN BACOK - Kapolsek Bina Widya, Kompol Nusirwan melihat kondisi korban di RS Bhayangkara usai dibacok mahasiswa di kampus UIN Suska Riau di, Pekanbaru, Kamis (26/2/2026). Akibat pembacokan, Farra Mahasiswi UIN Suska Riau luka serius di bagian kening dan tangan dengan darah mengalir deras, kini dirawat di RS Bhayangkara 

Ringkasan Berita:
  • Mahasiswi UIN Suska korban pembacokan di RSUD Arifin Achmad didampingi Tim Trauma Healing Polda Riau.
  • Usai operasi akibat luka bacokan di bagian tangan, korban menjalani pemulihan.
  • Pendekatan PTSD digunakan untuk atasi trauma, kecemasan, dan ketakutan pascakejadian.
  • Keluarga diberi edukasi agar mendukung pemulihan hingga korban bisa kembali beraktivitas bertahap.

 

TRIBUNSUMSEL.COM - Pada Kamis (26/2/2026) pagi, mahasiswi bernama Farradhilla Ayu Pramesti (23) dibacok oleh Raihan (21) saat hendak sidang skripsi di Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim (Suska) Riau.

Korban pun dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan usai dibacok oleh tersangka menggunakan kapak.

Untuk melakukan penyelidikan dan pemulihan kondisi psikologis korban, aparat kepolisian pun bergerak cepat.

Bagian Psikologi Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Riau, AKBP Winarko yang tergabung dalam tim Trauma Healing memberikan pendampingan psikologis kepada korban.

Tak hanya berfokus pada korban saja, pendampingan juga melibatkan keluarga sebagai pendukung utama proses pemulihan.

PELAKU PEMBACOKAN - Pelaku pembacok mahasiswi UIN Suska Riau pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB.
PELAKU PEMBACOKAN - Pelaku pembacok mahasiswi UIN Suska Riau pada Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 08.00 WIB. (Dokumentasi/Tribun Pekanbaru)

Mengutip TribunPekanbaru.com, tim juga memberikan edukasi kepada keluarga supaya bisa mendukung pemulihan psikologi korban.

Proses pemulihan ini berlangsung di RSUD Arifin Achmad.

Tim menggunakan pendekatan post traumatic stress disorder (PTSD) untuk mengidentifikasi dan menangani gejala trauma pascakejadian.

"Pendekatan PTSD kami gunakan untuk mengurangi kecemasan, ketakutan, serta bayangan kejadian yang berulang. Kami juga membantu membangun kembali rasa aman dan kepercayaan diri korban," ujarnya.

Menurutnya, dukungan keluarga jadi bagian penting dalam proses pemulihan.

"Kami memberikan edukasi kepada keluarga agar memahami dampak psikologis yang mungkin muncul dan mengetahui langkah yang tepat dalam mendampingi korban selama masa pemulihan," katanya.

Sosok Korban

Farradhilla ternyata merupakan seorang pendekar silat yang tergabung dalam organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT).

Dengan keahlian bela dirinya tersebut, ia menahan serangan pelaku.

Demikian yang disampaikan oleh Wakil Dekan 3 Fakultas Syariah dan Hukum UIN Suska Riau, Alpi Syahrin.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved