Berita Nasional

Sosok Mutiara Baswedan, Anak Anies Baswedan Terima Beasiswa S2 LPDP, Dulu jadi Sorotan

Mutiara Baswedan, putri dari mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai penerima beasiswa  Lembaga Pengelola Dana

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Laily Fajrianty | Editor: Weni Wahyuny

Ringkasan Berita:
  • Di tengah memanasnya isu penertiban alumni LPDP, sosok Mutiara Annisa Baswedan, putri mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, menjadi sorotan publik. 
  • Ia terpilih sebagai awardee LPDP tahun 2025 untuk melanjutkan studi S2 di Harvard University.
  • Mutiara (Tia) memiliki rekam jejak akademik dan profesional yang kuat sebelum menerima beasiswa.

TRIBUNSUMSEL.COM - Mengenal sosok Mutiara Baswedan, putri dari mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, yang menerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Mutiara Annisa Baswedan terpilih sebagai awarde beasiswa LPDP 2025, mengikuti program Master of Education in Education Policy and Analysis di universitas paling bergengsi di dunia, Harvard University.

Menelusuri website resmi Aniesbaswedan.com dan Linkedin, Mutiara Annisa Baswedan, yang akrab disapa Tia, lahir di Jakarta pada 20 Mei 1997.

Baca juga: Bukan Karena Anak WNA, Kesalahan Ini Buat Arya Iwantoro Harus Kembalikan Uang Beasiswa LPDP Full

Ia merupakan anak pertama dari pasangan Anies Baswedan dan Fery Farhati Ganis, serta memiliki tiga adik laki-laki: Mikail Azizi, Kaisar Hakam, dan Ismail Hikam Baswedan.

Sejak remaja, Tia menunjukkan minat kuat di bidang pendidikan, hukum, diplomasi, dan kebijakan publik. Ia menamatkan pendidikan SMA di Labschool Kebayoran, sebelum melanjutkan kuliah S1 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI) dan lulus pada 2020.

Jejak Prestasi Nasional dan Internasional

Tia telah menorehkan banyak prestasi sejak SMA hingga masa kuliah. Beberapa pencapaian penting antara lain:

  • Pertukaran pelajar ke Denmark (2014) melalui AFS Bina Antarbudaya selama satu tahun penuh.
  • Harvard National Model United Nations (HNMUN) 2018, mewakili UI dalam simulasi sidang PBB di Boston.
  • Indonesia-USA 70th Youth Ambassador (2019), menjelajah empat kota besar di AS sebagai duta muda Indonesia.
  • Finalis Duta Muda ASEAN-Indonesia (DMAI) 2019, terpilih sebagai 10 besar terbaik.
  • Most Outstanding Delegate & Best Position Paper, Indonesia Model United Nations 2017.
  • Juara 3 ALSA National English Competition, ajang kompetisi hukum dan bahasa Inggris tingkat nasional.

Karier Profesional dan Kegiatan Sosial

Selepas kuliah, Tia memulai karier profesional di dunia hukum dan kebijakan publik:

Associate di Assegaf Hamzah & Partners, salah satu firma hukum ternama di Indonesia (2021–2022).
Policy Analyst di Strategic Policy Institute for Indonesia, fokus pada riset dan kebijakan pendidikan (2023–2024).
Aktif dalam berbagai kegiatan sosial dan pendidikan, termasuk mendampingi kegiatan Indonesia Mengajar, sebuah inisiatif yang juga dirintis ayahnya.
Kini, Tia tengah mendalami bidang kebijakan pendidikan di Harvard dengan harapan bisa membawa perubahan nyata bagi sistem pendidikan nasional di masa depan.

Bahasa dan Pengalaman Internasional

Menariknya, Mutiara memiliki kemampuan multibahasa yang jarang dimiliki banyak orang. Ia fasih berbahasa Inggris, Indonesia, dan Denmark, serta memiliki dasar dalam bahasa Arab dan Perancis.

Pengalaman belajar bahasa dan hidup di luar negeri sejak SMA hingga dewasa membentuk wawasan global dan jejaring internasional yang kelak bisa menjadi modal besar dalam karier kebijakan dan pendidikan.

Dengan segudang pengalaman, kemampuan bahasa, serta dedikasi di bidang pendidikan, Mutiara Annisa Baswedan menjadi inspirasi banyak orang.

Tak hanya sekadar mengenyam pendidikan di luar negeri, ia juga menunjukkan rekam jejak kontribusi sejak dini.

Sempat Tuai Pro dan Kontra

Kabar ini menjadi perbincangan luas di media sosial dan ruang publik, terutama terkait status sosial keluarga Mutiara Baswedan.

Namun, lembaga pemberi beasiswa, Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara profesional dan transparan, tanpa mempertimbangkan latar belakang ekonomi atau politik calon penerima.

Melansir dari Kompas, Direktur Utama LPDP, Andin Hadiyanto, menjelaskan bahwa beasiswa LPDP diberikan kepada siapa pun yang memenuhi standar ketat seleksi akademik, kepemimpinan, dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Sumber: Tribun Sumsel
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved